Momen hangat relawan The Hany bersama Reihan, salah satu Gan En Hu, saat mengikuti kuis dan menerima hadiah.
Sebanyak 32 peserta yang didukung oleh 19 relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Utara 3 mengikuti Gathering Gan En Hu (pertemuan penerima bantuan) pada Minggu, 1 November 2026, pukul 13.00 WIB di Basement Gedung DAAI TV. Mengangkat tema Empat Resep Hidup Bahagia, kegiatan ini menghadirkan Lo Hoklay sebagai pemateri untuk mengajak para Gan En Hu dan relawan memahami serta menerapkan nilai-nilai kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak menyadari bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari materi atau pencapaian, tetapi juga dari cara seseorang memandang dan menyikapi kehidupan. Kenaikan gaji, misalnya, belum tentu membawa kebahagiaan apabila keinginan terus bertambah. Oleh karena itu, belajar menghargai apa yang dimiliki dan menjaga ketenangan batin menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan yang lebih bahagia.
Hoklay memberikan materi Empat Resep Hidup Bahagia, yaitu merasa cukup, selalu bersyukur, berprasangka baik, dan saling memaafkan.
Dalam materi yang disampaikan, terdapat empat pilar utama yang menjadi fondasi kebahagiaan, yaitu merasa cukup, selalu bersyukur, berprasangka baik, dan saling memaafkan.
Merasa cukup mengajarkan seseorang untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Selalu bersyukur membantu kita menghargai nikmat yang telah dimiliki. Berprasangka baik mengajak kita memahami orang lain agar terhindar dari kesalahpahaman, sedangkan saling memaafkan membantu melepaskan amarah dan dendam yang dapat membebani diri sendiri.
Para Gan En Hu dan relawan yang hadir juga diperkenalkan pada langkah sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari, seperti menulis jurnal syukur di pagi hari, membatasi penggunaan media sosial, mengambil jeda untuk berempati, serta melepaskan amarah sebelum tidur.
Bersyukur dalam Menghadapi Kesulitan
Nilai-nilai tersebut turut dirasakan oleh Bapak Jamaludin, peserta yang hadir bersama anaknya dari kawasan Luar Batang, Muara Baru. Dalam menghadapi kesulitan hidup, ia berusaha menjaga kesehatan melalui olahraga, melepaskan pikiran yang menjadi beban, serta mencari nasihat dari orang-orang yang lebih tua dan bijaksana, termasuk tokoh agama.
Relawan Tzu Chi menyalurkan bantuan biaya hidup kepada bapak Jamaludin (kiri).
“Dari orang yang lebih berpengalaman dan lebih tahu seperti tokoh agama, saya selalu dinasihati untuk selalu bersyukur, tidak mempunyai perasaan iri dengki dengan tetangga, menikmati dan bersyukur atas apa yang kita punya karena itu semua pemberian dari Yang Maha Kuasa,” ungkap Bapak Jamaludin.
Di tengah tanggung jawabnya untuk menafkahi dua anaknya, nasihat tersebut menjadi penguat dalam menghadapi tantangan hidup dan menjaga kesehatan mentalnya. Ia juga menilai materi yang disampaikan memberikan pengingat sekaligus semangat untuk terus menerapkan pola hidup bahagia.
“Materi yang dibawakan hari ini cukup baik untuk pola hidup bahagia, ibarat memberi rangsangan dan mengingatkan kepada saya, supaya saya ingat untuk bersyukur. Pemateri juga memberikan semangat kepada saya sehingga dapat saya terapkan dalam kehidupan saya,” tambahnya.
Menebarkan Kebahagiaan kepada Sesama
Fransiska selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwa Gathering Gan En Hu bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga menjadi kesempatan untuk saling mengingatkan tentang pentingnya menemukan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Ia pun mengakui bahwa menerapkan empat resep bahagia merupakan proses pembelajaran yang terus dijalani.
Perayaan ulang tahun untuk Gan En Hu yang membuat suasana semakin bahagia.
“Saya masih terus belajar. Tidak selalu mudah, tetapi saya berusaha untuk lebih bersyukur, berpikir positif, dan menikmati setiap proses kehidupan,” ungkap Fransiska. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi para Gan En Hu untuk menjalani kehidupan dengan lebih bahagia dan saling mengasihi. “Semoga setelah mendengarkan materi ini, kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, lebih bahagia, saling mengasihi, dan membawa kebahagiaan bagi orang lain,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, para Gan En Hu dan relawan diajak memahami bahwa kebahagiaan bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan kemampuan untuk menghadapi kehidupan dengan pikiran yang lebih tenang dan hati yang lapang. Dengan menerapkan empat pilar kebahagiaan dalam keseharian, setiap orang diharapkan mampu membangun hubungan yang lebih harmonis dengan sesama sekaligus menghargai apa yang telah dimiliki.
Pada akhirnya, kebahagiaan dapat dimulai dari pilihan sederhana, yaitu merasa cukup, bersyukur, berprasangka baik, dan saling memaafkan.
Editor: Metta Wulandari