Menemukan Semangat dan Tekad Hidup di Tahun Baru

Jurnalis : Yanti Yunita, Mellisa Sim (Tzu Chi medan), Fotografer : Gunawan Halim, Lim Hung Jeng, Tio Fanny Angele (Tzu Chi Medan)
Dengan penuh cinta kasih, relawan Tzu Chi Medan memeluk erat salah satu Gan En HU (penerima bantuan rutin) dalam kegiatan kepulangan anak asuh dan Gan En Hu di Gedung Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan.

Tahun baru bisa diibaratkan seperti kanvas kosong dan kita yang memegang kuasnya. Kita bebas memilih warna untuk mewarnai kehidupan di tahun baru ini. Dari goresan warna ini kita bisa memilih untuk menorehkan keberanian, kesabaran, atau kasih sayang. Setiap hari yang dilalui adalah kesempatan untuk menulis bab baru dalam kisah hidup kita, dengan tinta ketekunan dan warna keberanian.

Setiap pergantian tahun selalu membawa perasaan yang berkecamuk. Ada rasa haru melihat waktu yang terus berlalu, ada rasa bersyukur atas hari-hari yang telah kita lewati, dan ada juga kegelisahan menghadapi masa depan yang belum pasti. Tahun baru bukan sekadar angka di kalender yang berubah, melainkan pengingat lembut bahwa hidup selalu memberi kita kesempatan untuk memulai kembali.

Masih dalam suasana menyambut tahun baru 2026, relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Perintis mengadakan kegiatan kepulangan anak asuh dan Gan En Hu (penerima bantuan rutin) yang digelar di Gedung Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Komplek Grand Jati Junction, pada Minggu, 04 Januari 2026.

Relawan Tzu Chi Medan juga melakukan pendampingan kepada pasien saat diperiksa kesehatannya oleh tim dokter TIMA.

Tim dokter gigi TIMA memeriksa kesehatan gigi salah satu anak asuh. Dalam pemeriksaan Kesehatan gigi ini, sebanyak 87 pasien memerlukan tindakan lanjutan seperti penambalan gigi, pembersihan karang gigi, pencabutan gigi, hingga perawatan saraf gigi.

Sebanyak 36 relawan komunitas, 3 orang anggota TIMA, dan 107 orang Gan En Hu ikut serta dalam kegiatan ini. Acara ini diisi dengan pengenalan Yayasan Buddha Tzu Chi, lalu dilanjut dengan pemeriksaan gigi dan mulut, serta kesehatan umum yang bekerjasama dengan anggota tim dokter TIMA yang berhasil memeriksa pasien umum dan gigi sebanyak 105 orang.

Hasil pemeriksaan kesehatan gigi pada pasien menunjukkan bahwa sebanyak 87 orang memerlukan tindakan lanjutan seperti penambalan gigi, pembersihan karang gigi, pencabutan gigi, hingga perawatan saraf gigi. Angka ini mencerminkan tingginya prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di kalangan masyarakat.

Jenni Lo, relawan Tzu Chi Medan, memberikan materi pengenalan Yayasan Buddha Tzu Chi kepada peserta yang hadir dalam kegiatan ini.

Jenni Lo, relawan Tzu Chi Medan yang menyampaikan materi pengenalan Tzu Chi dalam acara ini, bercerita mengenai celengan bambu yang menjadi cikal bakal berdirinya Yayasan Buddha Tzu Chi.

“Semuanya dimulai dari celengan bambu sederhana dan 50 sen yang ditabung ibu rumah tangga dari menghemat belanja sayuran. Tidak ada yang menyangka, ketulusan kecil itu akan menjadi cikal bakal Yayasan Buddha Tzu Chi. Semangat menabung demi kebaikan itulah yang menumbuhkan kepedulian, menggerakkan ribuan relawan, dan membantu ribuan orang. Kisah ini membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil,” ujar Jenni.

Stefie Abigail Chairin, salah satu anak asuh Tzu Chi berprestasi, yang meraih medali perunggu Olimpiade Sains Indonesia (OSI) 2025 bidang sejarah tingkat siswa SMP.

Kebanggaan datang dari salah anak asuh Tzu Chi yang berprestasi, yaitu Stefie Abigail Chairin yang pada 23 November 2025 lalu mengikuti Olimpiade Sains Indonesia (OPSI) 2025. Stefie sapaan akrabnya, mampu meraih medali perunggu bidang sejarah tingkat siswa SMP. Untuk menginspirasi anak asuh lainnya, ia diminta untuk berbagi pengalaman terkait prestasi yang dicapai, serta kiat belajar yang diterapkan.

“Saya tidak pernah takut untuk salah. Bagi saya, salah itu wajar dan selalu bisa menjadi pelajaran. Saya juga tidak malu untuk bertanya kepada guru, karena itu akan membantu untuk mengerti pelajaran lebih baik lagi,” ungkap Stefie.

Stefie Abigail Chairin, menunjukan piagam penghargaan yang diraih ketika mengikuti Olimpiade Sains Indonesia (OPSI) 2025.

Dari prinsip dan metode belajar seperti itulah, Stefie terus berkembang dan akhirnya bisa meraih prestasi. Pada cerita Stefie, mengingatkan kita bahwa keberanian untuk mencoba belajar dari kesalahan, dan bertanya ketika belum memahami pelajaran bisa membuat siapa saja sukses. Sebagai bentuk apresiasi terhadap Stefie, sudah disiapkan hadiah khusus sebagai penghargaan atas pencapaian yang sangat menginspirasi anak asuh lainnya.

Kisah Stefie bukan sekadar tentang medali atau prestasi di Olimpiade Sains Indonesia, tetapi tentang perjalanan hati dan proses belajar yang penuh makna. Keberaniannya untuk mencoba tanpa takut salah, kesungguhannya untuk belajar, dan ketulusannya dalam bertanya mencerminkan semangat yang sesungguhnya. Dari keberanian Stefie, kita diajak untuk menyadari bahwa kesuksesan bukan hanya tentang hasil, tetapi tentang proses, ketekunan, dan refleksi diri.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Keharuan dan Ungkapan Cinta di Hari Ibu

Keharuan dan Ungkapan Cinta di Hari Ibu

05 Desember 2024

Gathering Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi) kali ini mengajak anak-anak mengungkapkan rasa terima kasih kepada ibu dan pentingnya berbakti kepada orang tua. Ini menjadi simbol cinta kasih yang mendalam.

Berbagi Cerita Membawa Semangat Kemandirian

Berbagi Cerita Membawa Semangat Kemandirian

15 September 2015

Pertemuan rutin bulanan antara relawan Tzu Chi He Qi Timur, Hu Ai Kelapa Gading komunitas  dengan gan en hu (penerima bantuan Tzu Chi) pada Minggu, 6 September 2015 berisi sharing yang memberi semangat kepada para penerima bantuan untuk menjadi mandiri.

Mendalami Makna Saling Berbagi

Mendalami Makna Saling Berbagi

15 Maret 2019
Relawan Tzu Chi kembali mengadakan kegiatan Gathering Gan En Hu dan Anak Asuh pada Minggu, 3 Februari 2019, di lantai Basement Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara. 
Semua manusia berkeinginan untuk "memiliki", padahal "memiliki" adalah sumber dari kerisauan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -