Menyambut Tahun Baru Dengan Gathering Gan En Hu

Jurnalis : Rizky Afifah (Tzu Chi Batam), Fotografer : Natasha, Emilia (Tzu Chi Batam)

Relawan Tzu Chi Batam menyapa para peserta Gathering Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi) pada Minggu, 4 Januari 2026 di Aula Jing SI Batam.

Dalam rangka menyambut tahun baru 2026, Tzu Chi Batam mengadakan Gathering Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi) pada Minggu, 4 Januari 2026. Sebelum kegiatan belangsung, para relawan yang bertugas juga telah melakukan gladi bersih dan mempersiapkan tempat sehari sebelumnya. Begitu pula dengan para relawan konsumsi, sejak pukul 3 pagi mereka mulai melakukan berbagai persiapan memasak di dapur Aula Jing Si Batam.

Pada saat pelaksanaan gathering, para Gan En Hu tampak sangat menikmati santapan yang disajikan bahkan anak-anak kerap kali menghampiri relawan untuk meminta tambah makanan. Hal ini pun sontak membuat relawan konsumsi kewalahan hingga masak nasi berkali-kali padahal porsi yang disediakan sudah 2x lebih banyak dari Gan En Hu yang hadir.

Antusias para peserta Gathering Gan En Hu mengambil berbagai makanan vegetarian yang telah dipersiapkan oleh relawan sejak pagi hari.

Beda dengan gathering Gan En Hu biasanya, kegiatan kali ini diisi dengan berbagai permainan menarik bagi para peserta.

Rasa lelah relawan juga terbayarkan dengan senyum tawa para Gan En Hu pada acara games. Mereka saling bahu membahu untuk memenangkan games yang diadakan di Aula Jing Si Batam. Salah satu permainan yang dimainkan adalah menyusun gelas dengan tali membentuk piramida. Para Gan En Hu terlihat begitu antusias dan fokus untuk memenangkan permainan. Wanaria yang memenangkan juara pertama juga turut bersumbagsih lewat celengan beras dan menyampaikan rasa suka citanya.

“Games-nya seru banget, saya sampai deg-degan akhirnya bisa juara satu gitu,” ucap Wanaria. Ia pun menyampaikan keinginannya untuk ikut berbagi membantu sesama lewat celengan beras “Walaupun kita kekurangan, kita bisa ikut memberi, berkat Tuhan pun melimpah bagi kita. Walaupun kita dalam keadaan susah, kalau kita memberi itu rasanya suka cita karena ada pepatah mengatakan, lebih baik memberi dari pada menerima,” tambahnya.

Wanaria (kanan), memberikan kesan-kesannya setelah menjadi juara pertama dalam salah satu permainan.

Melihat aksi para Gan En Hu yang ikut berbagi melalui celengan bambu dan celengan beras membuat salah satu penerima bantuan, Mashita Yunita juga tergerak hatinya. Ia pun menghampiri salah seorang relawan dan meminta celengan bambu dan beras karena ingin ikut berbagi. Keterbatasan fisik akibat penyakit yang dideritanya membuatnya duduk di kursi roda. Tetapi hal itu tidak menghalangi semangat cinta kasihnya untuk berbagi. “Saya mau berbagi walaupun dapat rejeki sedikit saya mau berbagi,” tutur Mashita bersemangat.

Celengan bambu dan celengan beras merupakan perwujudan tindakan nyata untuk bersumbangsih bagi sesama. Semangat cinta kasih tersebut juga untuk membantu sesama tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan. Seluruh lapisan masyarakat yang bergotong-royong dan peduli merupakan landasan berdirinya Tzu Chi, karena perbuatan baik harus dilakukan bersama-sama. Dengan demikian barulah bisa membangkitkan kekuatan untuk saling menginspirasi.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Satu dalam Cinta Kasih

Satu dalam Cinta Kasih

10 April 2015

"Saya berdoa kalau kita dikasih sehat lagi, bisa kumpulin rejeki lagi, semua dosa-dosa saya diampuni, Insya Allah, saya bisa bantu kembali, hutang budinya kita kembalikan ke Buddha Tzu Chi lagi. Mau bantu bagi-bagi untuk orang lain, Amin ya Allah,” tutup Abdul.

Sambut Imlek, Gathering di He Qi Cikarang Penuh Kegembiraan

Sambut Imlek, Gathering di He Qi Cikarang Penuh Kegembiraan

09 Januari 2025

Lagu Hao Xiang Hao Xiang yang terkenal di era 2000-an dibawakan Rini dengan apik dalam lomba menyanyi lagu Mandarin yang digelar komunitas Relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Cikarang, Minggu 5 Januari 2025. 

Sukacita Pulang ke Rumah Batin

Sukacita Pulang ke Rumah Batin

03 Januari 2025
Di penghujung tahun, Tzu Chi Medan menghadirkan momen penuh cinta kasih dan kebersamaan antara relawan dan penerima bantuan. Acara ini mempererat ikatan kekeluargaan, menginspirasi hidup, dan berbagi berkah menyambut Natal dan Tahun Baru 2025.
Kehidupan masa lampau seseorang tidak perlu dipermasalahkan, yang terpenting adalah bagaimana ia menjalankan kehidupannya saat ini.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -