Menggenggam Ketulusan dalam Cinta Kasih

Jurnalis : doc tzu chi, Fotografer : doc tzu chi

doc tzu chi

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia turut memperingati berdirinya Yayasan Buddha Tzu Chi Taiwan. Peringatan Ulang Tahun Tzu Chi ke-51 ini dirayakan penuh khidmat dengan pembacaan Sutra Bhaisajyaguru melalui sambungan langsung dengan Griya Jing Si Taiwan. Selain itu, dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia 2017, relawan Tzu Chi juga mengadakan kegiatan Chao San berupa ritual Namaskara “San bu yi bai”, tiga langkah satu sujud di lapangan Teratai Aula Jing Si, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

HUT Tzu Chi ke-51: Tetap Menggenggam Ketulusan dalam Berbagi Cinta Kasih

Menjernihkan Hati, Kembali Pada Hakikat Diri



Artikel Terkait

Berbagi Berkah Menyambut Hari Raya

Berbagi Berkah Menyambut Hari Raya

03 Juli 2018

Menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun 2018, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia turut serta berbagi berkah untuk umat muslim yang akan merayakan hari besar tersebut. Bentuk berkahnya pun berupa bantuan paket Lebaran untuk warga yang kurang mampu di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Serang, dan Cianjur, Jawa Barat. Total bantuan yang didistribusikan sebanyak 20.427 paket yang setiap paketnya berisi beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, dan 1 dus (isi 40) Mi Instan DAAI.


15 tahun TIMA Indonesia

15 tahun TIMA Indonesia

27 November 2017

Bulan November 2017, Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia genap berusia 15 Tahun. Serangkaian acara perayaan ulang tahun juga diselenggarakan pada Minggu, 19 November 2017 di ruang Guo Yi Ting, Tzu Chi Center Jakarta. Selain perayaan ulang tahun, acara tersebut juga menjadi momentum untuk melantik anggota baru TIMA Indonesia dengan jumlah 103 orang yang berasal dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

Menebar Kasih di Pedalaman Asmat

Menebar Kasih di Pedalaman Asmat

01 Maret 2018

Relawan Tzu Chi memberikan perhatian untuk masyarakat Kabupaten Asmat yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi buruk pada anak dan campak dengan membagikan sembako. Bantuan terdiri dari gelombang 1 dan 2 supaya bisa menunjang pemulihan masyarakat Asmat setelah KLB tersebut statusnya dicabut.

Beramal bukanlah hak khusus orang kaya, melainkan wujud kasih sayang semua orang yang penuh ketulusan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -