Yuli Permatasari dengan terharu memeluk erat ibunya, Yuli berharap semoga semua ibu di dunia merasa bahagia.
"Terhadap orang tua, hendaknya kita tahu akan budi luhur mereka, selalu menghargai, dan berupaya untuk membalasnya." - Master Cheng Yen
Orang tua adalah sosok pahlawan tanpa tanda jasa, terutama ibu yang rela mencurahkan seluruh kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Sejak dalam kandungan, orang tua telah menjaga dan merawat dengan penuh pengorbanan, bahkan mempertaruhkan nyawa demi melahirkan anaknya ke dunia dalam keadaan sehat dan selamat.
Orang tua juga menjadi guru pertama dalam kehidupan seorang anak. Mereka menanamkan nilai-nilai kebaikan, kebenaran, serta tanggung jawab agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi sesama.
Momen Kebersamaan yang Tak Tergantikan
Seiring bertambahnya usia, anak-anak mulai memiliki kesibukan dan jalan hidup masing-masing. Ada yang harus bekerja, merantau, bahkan tinggal jauh dari orang tua. Tanpa disadari, waktu untuk berkumpul, bercengkerama, atau sekadar berbicara bersama pun semakin berkurang.
Di tengah kesibukan itu, sering kali kita lupa bahwa orang tua juga terus bertambah usia. Kita tidak pernah benar-benar tahu berapa banyak waktu yang masih bisa dilalui bersama mereka. Namun, jauh di dalam hati, setiap anak pasti masih merindukan pelukan hangat, candaan sederhana, hingga masakan buatan orang tua yang penuh kasih sayang.
Berangkat dari nilai bakti kepada orang tua, Tzu Chi Palembang mengadakan acara Basuh Kaki Orang Tua pada Minggu, 10 Mei 2026. Acara ini berlangsung di Selebriti Entertainment Center, Ilir Timur II, Kota Palembang. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Ibu Internasional sekaligus menjadi wujud ungkapan cinta kasih dan rasa syukur anak kepada orang tua.
(Atas) Nigel, pria berkacamata, mengungkapkan bahwa ia bahagia bisa meluangkan waktu bersama ibunya. (Bawah) Ibu Yuliana merasa bahagia atas diadakan kegiatan membasuh kaki orang tua masing-masing.
Acara ini dihadiri 55 orang peserta, terdiri dari 21 orang tua dan 34 anak. Mereka hadir untuk bersama-sama mengungkapkan kasih sayang, penghormatan, dan rasa terima kasih atas jasa orang tua.
Acara diawali dengan tayangan video yang menampilkan pengakuan seorang anak tentang perjuangan dan pengorbanan almarhumah ibunya. Suasana perlahan berubah haru. Banyak peserta mulai menitikkan air mata ketika mengenang kasih sayang orang tua mereka.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan membasuh kaki orang tua masing-masing, mempersembahkan teh hangat, makanan kecil, bunga, serta pelukan hangat kepada orang tua masing-masing. Momen sederhana itu menghadirkan kehangatan yang begitu mendalam hingga membuat para peserta, orang tua, bahkan relawan yang bertugas tak kuasa menahan air mata.
“Sangat bahagia bisa melihat anak saya, Nur Maharani, berbakti dengan mencuci kaki saya hari ini. Sungguh, ini merupakan momen yang sangat berharga sekali,” ujar Yuliana dengan mata berkaca-kaca.
Aku Akan Selalu Mengingatmu, Ibu
Kesan mendalam juga dirasakan Ellyta Shijie yang membasuh kaki sang ibu yang telah berusia lebih dari 80 tahun.
“Saat ada acara basuh kaki, saya langsung menggenggam kesempatan itu dan mengajak mama saya ikut. Ini pengalaman pertama saya. Dari kecil sampai usia 45 tahun, baru kali ini saya mengikuti acara seperti ini. Jadi sangat tersentuh sekali,” ungkap Ellyta.
Ellyta, bersama Anton (suami), mengajak sang ibu menghadiri kegiatan membasuh kaki ibu yang diadakan oleh Yayasan Tzu Chi Palembang. Ellyta mengingatkan setiap anak sebaiknya berusaha memberikan perhatian, kasih sayang, dan berbakti kepada orang tua.
Baginya, keinginan untuk berbakti kepada orang tua akan selalu ada, tetapi kesempatan untuk melakukannya belum tentu datang dua kali.
“Keinginan untuk berbakti akan selalu ada, tetapi belum tentu ada kesempatan untuk bisa melakukannya,” tambahnya.
Melalui pengalaman tersebut, Ellyta mengingatkan bahwa waktu bersama orang tua adalah hal yang sangat berharga. Selama kesempatan itu masih ada, setiap anak sebaiknya berusaha memberikan perhatian, kasih sayang, dan berbakti kepada orang tua.
Seorang anak sedang membasuh kaki ibunya pada acara Basuh Kaki Orang Tua yang digelar Tzu Chi Palembang. Acara ini dihadiri 55 orang peserta yang berlangsung di Selebriti Entertainment Center, Ilir Timur II, Kota Palembang.
Koordinator acara, Renawati Shijie, bersyukur karena kegiatan ini memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta, termasuk 30 orang relawan yang turut membantu jalannya acara.
Menurut Renawati, prosesi membasuh kaki bukan sekadar simbol penghormatan, tetapi juga menjadi pengingat agar setiap anak selalu mengenang jasa orang tua serta mengungkapkan rasa syukur atas kasih sayang yang telah diberikan sepanjang hidup.
“Sungguh membahagiakan jika kita masih memiliki kesempatan untuk membalas jasa orang tua,” ujar Rena.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diajak untuk terus menggenggam waktu dan kesempatan dalam melakukan kebajikan. Seperti pesan Master Cheng Yen, ada dua hal penting di dunia yang tidak bisa ditunda, yaitu berbakti kepada orang tua dan berbuat kebajikan.
Editor: Anand Yahya