Menguatkan Kepercayaan Diri, Menebarkan Inspirasi Lewat Seminar Public Speaking

Jurnalis : Sevyna Wenata (Tzu Ching Batam), Fotografer : Carwin Wilson (Tzu Shao Batam)

Dengan penuh semangat, Trainer Stanly Rocky berbagi materi public speaking yang inspiratif kepada para peserta.

Sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri para guru dan Daai Mama Kelas Budi Pekerti, Tzu Chi Batam mengadakan seminar Public Speaking di Aula Jing Si Batam untuk para guru dan Daai Mama. Melalui kesempatan ini, sebanyak 31 relawan Tzu Chi diajak untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum, sekaligus belajar menyampaikan pesan yang dapat menyentuh hati anak-anak.

Pada Minggu, 26 Juli 2026, Tzu Chi Batam menghadirkan Trainer Stanly Rocky untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan public speaking kepada para relawan. Berawal dari tekad Stanly untuk membawa materi Public Speaking ke lingkungan Tzu Chi, Tim Pendidikan Tzu Chi Batam menyambut baik kesempatan ini dengan mengajak para guru dan Daai Mama untuk turut belajar. Dimulai dari pukul 09:00 hingga 16:00 WIB, para peserta mengikuti materi dan praktik secara langsung untuk meningkatkan kemampuan menyampaikan pesan, membangun koneksi, serta lebih percaya diri saat berbicara di hadapan anak-anak.

Salah satu peserta seminar tampah tersenyum bahagia dalam mengikuti sesi materi yang diberikan oleh relawan.

Fang Fang selaku Koordinator Misi Pendidikan Batam berharap seminar ini dapat menjadi kesempatan bagi para guru untuk terus meningkatkan kemampuan mengajar. “Walaupun guru Budi Pekerti sudah mengajar, kami ingin mereka terus meng-upgrade diri, lebih mampu berinteraksi dengan anak-anak, serta mengevaluasi apakah teknik yang selama ini digunakan sudah tepat. Dari seminar ini, kami berharap para guru mendapatkan tips dan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam proses mengajar ke depannya,” ucapnya.

Melalui seminar tersebut, Stanly mengajak para relawan untuk berani berbagi kisah kehidupan mereka. Karena ketika dibagikan, ia meyakini bahwa setiap orang memiliki cerita yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Public speaking tidak selalu membutuhkan teori yang rumit, materi yang besar, ataupun pengalaman yang luar biasa. Kuncinya terletak pada pesan yang ingin disampaikan. Hal-hal sederhana yang dialami sehari-hari pun dapat menjadi cerita bermakna dan memberikan dampak bagi orang lain ketika dibagikan dengan tulus.

Kisah Sederhana Jadi Awal Motivasi
Sebagian besar relawan, yang mengikuti seminar merupakan relawan yang telah lama aktif dalam kelas Budi Pekerti. Salah satunya adalah Dewi Soejati. Selama lebih dari 20 tahun berkegiatan di Tzu Chi, ia mendapat kesempatan menjadi pembawa acara dalam berbagai kegiatan sekaligus mengasah kemampuan berbicara di depan umum. Selama ini, ia mempelajari public speaking secara otodidak. Kesempatan mengikuti seminar ini menjadi ruang baginya untuk memperkaya kemampuan dan memperoleh cara baru dalam menyampaikan pesan.

Dewi Soejati, merupakan peserta yang sangat antusias mengikuti seminar itu untuk menambah ilmu pengetahuannya sebagai public speaker.

“Selama ini saya lebih banyak menyampaikan materi tanpa menyelipkan kisah-kisah sederhana dari pengalaman pribadi. Padahal, dari hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjemur pakaian, bisa dijadikan sebagai analogi untuk berbagi dengan kita. Kisah kecil dalam kehidupan selalu terlewatkan oleh saya. Kedepannya saya mungkin akan lebih memperhatikan hal-hal kecil dan merenungkannya,” ungkap Dewi Soejati.

Pengalaman mengikuti seminar membuat Dewi melihat kembali cara ia selama ini menyampaikan materi. Ia menyadari bahwa pengalaman sederhana dalam kehidupan sehari-hari juga dapat menjadi bagian dari materi yang dibagikan kepada orang lain.

Tumbuhkan Keberanian Lewat Pikiran Positif
Tidak hanya fokus memperhatikan materi yang diberikan, setiap peserta mendapat kesempatan untuk mempraktikkan public speaking secara langsung dengan menceritakan pengalaman sederhana yang mereka miliki. Satu per satu peserta maju ke depan kelas untuk menyampaikan cerita di hadapan peserta lainnya. Praktik ini menjadi kesempatan untuk menerapkan materi sekaligus melatih keberanian berbicara di depan orang lain.

Santy, salah satu peserta yang jugaberbagi pengalaman dengan menyampaikan kisah suksesnya melatih keberanian berbicara.

Salah satu peserta, Santy. Ia merasakan kesempatan tersebut menjadi tantangan tersendiri juga mengaku gugup dan gemetar karena tidak terbiasa berbicara di depan banyak orang. Namun, kepercayaan dari relawan Dewi Soejati yang melihat adanya potensi dalam dirinya mendorong Santy untuk tetap mencoba. Rasa ragu yang sempat muncul perlahan berubah menjadi keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Ketika orang lain mempercayai saya mempunyai potensi, kenapa tidak diri saya sendiri mencoba? Maka dari itu, saya coba belajar dan kembangkan. Kalau kita terus punya mindset ‘tidak bisa’, pasti seterusnya tidak akan bisa. Tetapi kalau kita ubah menjadi ‘saya tidak bisa tetapi saya mau belajar’, maka sesuatu yang awalnya tidak bisa pasti pada akhirnya bisa,” ungkap Santy.

Seminar Public Speaking ini tidak hanya memberikan teknik berbicara kepada para peserta, tetapi juga mengajak mereka untuk berani melihat kembali pengalaman hidup, menemukan makna di dalamnya, dan membagikannya kepada orang lain. Sebab, materi yang disampaikan melalui sebuah cerita sederhana dan disampaikan secara tulus dapat menjadi benih inspirasi bagi mereka yang mendengarnya.

Editor: Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

Menguatkan Kepercayaan Diri, Menebarkan Inspirasi Lewat Seminar Public Speaking

Menguatkan Kepercayaan Diri, Menebarkan Inspirasi Lewat Seminar Public Speaking

04 Agustus 2026

Sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri para guru dan Daai Mama Kelas Budi Pekerti, Tzu Chi Batam mengadakan seminar Public Speaking di Aula Jing Si Batam.

Mengatasi Rasa Takut Berbicara di depan Umum

Mengatasi Rasa Takut Berbicara di depan Umum

09 Mei 2025

Tzu Chi Medan terus berupaya meningkatkan kemampuan public speaking para relawannya, salah satu caranya adalah dengan menghadirkan Ir. Martinus Tjendana, BNSP, M. Psi. atau disapa Mr. Tin yang merupakan Top Mindset Motivator sejak tahun 2005.

Belajar Menjadi Pembawa Acara yang Inspiratif dan Humanis

Belajar Menjadi Pembawa Acara yang Inspiratif dan Humanis

13 Februari 2025

Pelatihan Master of Ceremony (MC) yang diadakan relawan Tzu Chi di komunitas He Qi Jati Medan menggali potensi relawan agar semakin percaya diri dalam berbicara di berbagai kegiatan. Acara dihadiri oleh 37 peserta.

Dalam berhubungan dengan sesama hendaknya melepas ego, berjiwa besar, bersikap santun, saling mengalah, dan saling mengasihi.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -