Menguatkan Komitmen, Bersatu Hati di Jalan Kebajikan

Jurnalis : Widodo (Tzu Chi Cabang Sinar Mas), Fotografer : M. Rizki, Surono (Tzu Chi Cabang Sinar Mas)

Barisan relawan laki-laki Tzu Chi Sinar Mas bersama relawan dari Jabodetabek beranjali bersama untuk mengawali Pelatihan dan Pelantikan Abu Putih Logo. Sebanyak 98 relawan Tzu Chi Sinar Mas mengikuti Pelatihan dan Pelantikan Abu Putih Logo 2026 di Tzu Chi Center, Jakarta Utara.

“Kita tidak mampu mengendalikan panjangnya sebuah kehidupan, namun kita mampu membangun dan mengembangkan potensi dalam kehidupan agar bermanfaat bagi banyak orang”
(Kata Perenungan Master Cheng Yen)

Sebanyak 98 relawan Tzu Chi Sinar Mas mengikuti Pelatihan dan Pelantikan Abu Putih Logo 2026 yang diselenggarakan di Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada 11–12 April 2026.

Relawan dari berbagai wilayah operasional Sinar Mas berkumpul dengan semangat yang sama untuk saling belajar menjalankan kebajikan. Bagi sebagian dari mereka, pelatihan ini menjadi momen pertama menginjakkan kaki di Tzu Chi Center setelah menempuh perjalanan yang jauh, mulai dari Sumatra Utara, Riau, Kalimantan hingga Papua.

Pelatihan dan Pelantikan Abu Putih Logo 2026 ini bertemakan “Setiap Orang Memiliki Potensi; Ketika Bersatu Hati, Potensi Besar Itu Dapat Terwujud”. Pelatihan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan para relawan Tzu Chi Sinar Mas untuk semakin meneguhkan niat, memperdalam pemahaman, dan memperkuat komitmen dalam menapaki jalan kebajikan.

Melalui berbagai sesi yang dihadirkan, relawan diajak untuk kembali merefleksikan niat awal mereka dalam melayani, sekaligus memahami tanggung jawab yang melekat dalam setiap tindakan kebaikan.

Salah satu bagian yang menginspirasi adalah pada sesi berbagi dari relawan senior. Dalam sharing tersebut, ditekankan bahwa menjadi relawan bukan hanya tentang hadir dalam kegiatan sosial, tetapi juga tentang menjaga konsistensi hati. Komitmen dan tanggung jawab menjadi fondasi utama, karena setiap langkah kecil yang dilakukan dengan tulus dapat membawa dampak besar bagi sesama.

Pesan-pesan ini menggugah kesadaran bahwa jalan kerelawanan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan keteguhan dan keikhlasan. Begitu pula saat peserta dibagi ke dalam beberapa pos untuk saling berdiskusi.

Susan Rosita Simanjuntak, salah satu peserta dari Tzu Chi Sinar Mas, berbagi pengalamannya selama menjadi relawan. Dari berbagai kegiatan yang diikuti, Susan terkesan dengan Lomba Budaya Humanis. Terlebih, anaknya menjadi salah satu pemenang tingkat nasional tahun 2024. “Jadi selain kita mengajari anak-anak yang lain, ternyata materi yang kita ajarkan itu juga bisa diterapkan untuk anak sendiri,” ungkap Susan, relawan Dharma Wanita dari Xie Li Kalimantan Timur 2 Rantau Panjang.

Franky O. Widjaja, Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia memberikan pesan cinta kasih yang mengibaratkan relawan Tzu Chi seperti kunang-kunang. Jika semua orang di sini berbuat kebajikan, saat lampu dimatikan, kunang-kunang ini akan menerangi ruangan.   

Relawan perempuan Tzu Chi Sinar Mas menyimak materi pelatihan dengan penuh perhatian.

Franky O. Widjaja, Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, dalam pesan cinta kasihnya mengibaratkan relawan Tzu Chi seperti kunang-kunang. “Setiap orang seperti kunang-kunang. Kalau satu orang saja tidak menyala, tetapi jika semua orang di sini berbuat kebajikan, saat lampu dimatikan, kunang-kunang ini akan menerangi ruangan. Dari setiap tempat yang gelap kita datang, gelap dalam arti kesulitan, kita hadir sebagai cahaya,” ujar Franky O. Widjaja.

Momen pelantikan menjadi kesempatan yang ditunggu semua relawan. Dengan berbaris rapi, mereka dilantik langsung oleh Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei, dan Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Franky O. Widjaja.

Tjutju Sulistiawati, karyawan XLSMART, mengatakan pelatihan relawan ini membuat dirinya merasa harus “naik kelas” dalam hal pelayanan dan kedisiplinan diri. “Setelah dilantik, saya merasa ini sesuatu yang membuat diri saya harus naik kelas, baik dalam pelayanan, kedisiplinan, maupun dalam menjalankan misi Tzu Chi dengan lebih baik lagi. Saya bertekad membawa rekan-rekan di XLSMART naik kelas dari komunitas relawan menjadi Xie Li,” tekad Tjutju Sulistiawati.

“Tentunya kita sebagai manusia tidak bisa hidup sendiri. Di luar kontribusi kita terhadap dunia kerja, kita juga ingin berkontribusi terhadap lingkungan. Dan menurut saya, bersyukur sekali Sinar Mas memiliki hubungan erat dengan Tzu Chi sehingga aspirasi seperti ini dapat terwadahi dengan baik,” tambah Tjutju dengan penuh semangat.

Setelah seremoni pelantikan selesai dan foto bersama dengan Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Franky O. Widjaja, relawan Tzu Chi Sinar Mas melanjutkan dengan sesi berbagi.

Pedy Harianto, Pembina Tzu Chi Sinar Mas memberikan pesan cinta kasih untuk membuka sharing session Tzu Chi Sinar Mas.

Pedy Harianto, Pembina Tzu Chi Sinar Mas, membuka dengan ucapan selamat atas pelantikan yang baru saja dijalani para relawan. “Dari pelantikan abu putih logo ini kita diingatkan kembali akan tekad kita menjadi relawan. Kita juga berharap rata-rata donasi bisa mencapai 10.000. Ini bukan titik akhir, tetapi penguat komitmen untuk terus melangkah melakukan kebaikan di masing-masing wilayah,” jelas Pedy.

Benny Yusuf Setiawan dalam sharing-nya menyampaikan bahwa nilai-nilai Tzu Chi selaras dengan nilai yang dianut Sinar Mas. Ia juga terkesan dengan kisah Master Cheng Yen yang dibahas dalam sesi diskusi kelompok. “Saya sangat terkesan dengan pelatihan selama dua hari ini. Kisah Master Cheng Yen sangat menginspirasi saya untuk menanggalkan ego demi kepentingan yang lebih besar. Saya percaya bahwa setiap kebajikan yang kita lakukan pasti akan berbuah,” jelas Benny.

Sementara itu, Ali Chua dari Sinar Mas Forestry Sumatera Selatan membagikan pengalaman bakti sosial di Baung, Kecamatan Air Sugihan, Ogan Komering Ilir, yang harus ditempuh menggunakan speedboat. Pengalaman tersebut memberikan kesan mendalam baginya saat dapat membantu warga di daerah terpencil melalui layanan kesehatan.

Ali Chua juga terkesan dengan konsep Zhi Zu (puas), Gan En (bersyukur), Shan Jie (pengertian), dan Bao Rong (toleransi) yang dibahas dalam diskusi kelompok. Ia bertekad untuk mempraktikkannya bersama komunitas relawan di Sumatera Selatan. “Saya bertekad bersama teman-teman di Sumsel untuk menjadikan komunitas relawan kami menjadi Xie Li,” ujar Ali, disambut tepuk tangan relawan.

Femmy Kusuma Wardhani, relawan Dharma Wanita dari Xie Li Bangka Belitung, juga berbagi pengalamannya. Awalnya, ia ragu mengikuti suaminya yang bekerja di perkebunan. Namun, setelah mengetahui banyak kegiatan sosial yang bisa dilakukan, Femmy menemukan sarana yang tepat untuk mengisi waktu dengan bermakna.

Kegiatan seperti posyandu, kunjungan kasih, bantuan ke panti asuhan hingga bantuan ke masjid atau musala rutin dilakukan bersama relawan lainnya.

“Kami pernah memberikan bantuan Al-Qur’an gratis kepada anak-anak. Saat mereka membukanya, ada perasaan yang sulit digambarkan—bahagia sekali. Setiap berkegiatan di Tzu Chi, saya justru merasa hati saya terisi. Seperti kata Master Cheng Yen, ‘Ketika kita berbuat baik, yang mendapatkan berkah abadi adalah diri kita sendiri.’ Gan en kepada Tzu Chi yang telah memberi kesempatan saya menjadi relawan,” ucap Femmy dengan haru.

Benny Yusuf Setiawan tersenyum lebar saat dilantik menjadi seragam Abu Putih Logo oleh Franky O. Widjaja Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Benny terkesan dengan nilai-nilai Tzu Chi yang selaras dengan nilai-nilai yang dianut oleh Sinar Mas.  

Hong Tjhin, Pembina Tzu Chi Sinar Mas, dalam pesan cinta kasihnya menekankan pentingnya peningkatan kapabilitas yang diiringi tanggung jawab.

“Pertama-tama saya mengucapkan selamat atas pelantikan ini. Seperti yang dikatakan dalam ungkapan populer, semakin besar kemampuan, semakin besar pula tanggung jawab. Dari sharing yang saya dengar, berbuat baik ternyata membawa kebahagiaan tersendiri. Hal-hal sederhana dapat memberikan dampak besar bagi generasi berikutnya. Dengan kondisi kita yang beruntung ini, mari kita emban tanggung jawab untuk terus meneruskan kebaikan,” tutur Hong Tjhin, yang juga Sekretaris Umum Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Melalui kebersamaan ini, Tzu Chi Sinar Mas kembali menegaskan bahwa kebaikan bukanlah sesuatu yang besar untuk dimulai, melainkan sesuatu yang perlu dijaga agar terus hidup dalam setiap langkah kecil yang dilakukan dengan sepenuh hati.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Kamp Pelatihan Relawan Komite dan APL 2026: Insan Tzu Chi Tidak Takut Mengambil Tanggung Jawab

Kamp Pelatihan Relawan Komite dan APL 2026: Insan Tzu Chi Tidak Takut Mengambil Tanggung Jawab

20 April 2026

Lie Lie Sioe, Jok Khian, dan Rosida Kusuma berbagi pengalaman dalam memegang tanggung jawab yang menumbuhkan potensi dan manfaat bagi diri sendiri dan sesama.

Kamp Pelatihan Relawan Komite dan APL 2026: Memperkuat Tekad dan Semangat Sebagai Fondasi Dalam Menebar Kebajikan

Kamp Pelatihan Relawan Komite dan APL 2026: Memperkuat Tekad dan Semangat Sebagai Fondasi Dalam Menebar Kebajikan

11 April 2026

Tzu Chi Indonesia mengadakan Kamp Pelatihan Relawan Komite dan APL 2026 Sesi 1 yang digelar dua hari pada 11-12 April 2026 di Tzu Chi Center.

Kamp Pelatihan Relawan Komite dan APL Tahun 2026: Menemukan Sukacita Sejati di Jalan Bodhisatwa

Kamp Pelatihan Relawan Komite dan APL Tahun 2026: Menemukan Sukacita Sejati di Jalan Bodhisatwa

20 April 2026

Tzu Chi Indonesia mengadakan Kamp Pelatihan Relawan Komite dan Abu Putih Logo Tahun 2026 Sesi 2 (He Xin 2) pada 18-19 April 2026 yang diikuti relawan Tzu Chi dari berbagi kota di Indonesia.

Kehidupan masa lampau seseorang tidak perlu dipermasalahkan, yang terpenting adalah bagaimana ia menjalankan kehidupannya saat ini.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -