Relawan melayani pengunjung yang hadir di acara makanan vegan dengan suka cita dan kegembiraan.
Dalam semangat menyambut bulan sembilan dalam penanggalan lunar, relawan Tzu Chi Medan dari komunitas He Qi Medan Deli mengadakan kegiatan “Menikmati Makanan Vegan Sembilan Hari: Makan Sepuasnya, Donasi Seikhlasnya”. Kegiatan ini berlangsung selama sembilan hari, mulai 10 hingga 18 Oktober 2026, di Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Medan. Cemara Asri, Jln Cemara Boulevard No.1 Blok G/1.
Mengusung tema “Makan Sepuasnya, Donasi Seikhlasnya”, kegiatan ini mengajak masyarakat menikmati beragam hidangan vegan tanpa menetapkan harga tertentu. Setiap pengunjung dapat memberikan donasi sesuai kemampuan dan ketulusan hati masing-masing. Melalui konsep ini, relawan berharap semakin banyak masyarakat yang berkesempatan mengenal makanan vegan sekaligus merasakan semangat cinta kasih yang menjadi landasan kegiatan Tzu Chi.
Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, para relawan berkumpul di Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Medan untuk mempersiapkan pembukaan kegiatan. Dengan penuh kesungguhan, setiap relawan menjalankan tugasnya, mulai dari menyiapkan makanan, menata tempat, hingga memastikan kenyamanan para pengunjung. Kebersamaan ini mengingatkan kembali pada semangat Celengan Bambu Tzu Chi, yang mengajarkan bahwa kebajikan dapat dimulai dari hal sederhana.
Sufinah (kiri), relawan Tzu Chi yang memimpin senam pagi bersama relawan lainnnya dan masyarakat. Senam pagi dilakukan sebelum acara dimulai.
Acara diawali dengan sambutan dari Siswanto Tam, relawan Tzu Chi sekaligus koordinator kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama agar seluruh rangkaian kegiatan selama sembilan hari berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Suasana pagi semakin hangat ketika relawan mengajak masyarakat mengikuti senam pagi bersama. Dengan gerakan penuh semangat dan senyum yang menghiasi wajah para peserta, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menjaga kesehatan sekaligus mempererat hubungan antara relawan dan masyarakat. Usai berolahraga, para pengunjung dipersilakan menikmati sarapan yang telah disiapkan oleh relawan.
Selama sembilan hari kegiatan berlangsung, beragam menu disajikan secara bergantian untuk memberikan pengalaman kuliner yang berbeda kepada para pengunjung. Mulai dari masakan khas suku Batak, makanan khas Bagan, nasi nusantara, hingga aneka kue tradisional, semuanya dihadirkan untuk memperkenalkan kekayaan cita rasa dari bahan nabati. Tidak hanya itu, tersedia pula aneka kopi, minuman sehat, kelapa muda, serta rujak dengan bumbu sirsak yang menambah pilihan bagi pengunjung.
Melalui beragam sajian tersebut, relawan ingin menunjukkan bahwa makanan vegan tidak harus terasa hambar atau membosankan. Dengan kreativitas dalam mengolah bahan nabati, makanan dapat disajikan secara lezat, menarik, dan sesuai dengan selera berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
Salah satu relawan Tzu Chi, Njo Jong Pina dengan penuh cinta kasih membuat minuman sehat yang berbahan dasar labu dan kacang-kacangan yang dapat dinikmati oleh usia muda maupun usia lanjut.
Lebih dari sekadar memperkenalkan menu baru, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat mengenal pola hidup yang lebih sehat, menumbuhkan kasih sayang terhadap makhluk hidup, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Selain melayani pengunjung yang datang langsung, relawan juga membuka layanan pemesanan catering vegan selama sembilan hari. Untuk memudahkan masyarakat berpartisipasi, pesanan diantarkan melalui layanan ojek online.
Selama kegiatan berlangsung, sebanyak 707 paket makanan diantarkan kepada masyarakat yang berpartisipasi. Kerja sama ini tidak hanya membantu menjangkau lebih banyak orang, tetapi juga membuka kesempatan bagi para pengemudi ojek online untuk memperoleh tambahan penghasilan.
Salah satunya dirasakan oleh Jenny, seorang pengemudi ojek online yang mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan relawan Tzu Chi untuk proses pengantaran makanan. Ia bersyukur karena pengantaran paket makanan selama sembilan hari tersebut memberikan tambahan pemasukan bagi dirinya.
“Saya bersyukur karena ada tambahan pemasukan. Saya juga kagum melihat Tzu Chi yang mengadakan acara makan sepuasnya, donasi seikhlasnya. Saya sendiri belum pernah menikmati makanan vegan. Awalnya saya berpikir makanan vegan itu hambar, ternyata rasanya sangat enak,” ungkap Jenny.
Relawan Tzu Chi menyambut dengan hangat para pengunjung yang hadir dalam acara Makan Sepuasnya, Donasi Seikhlasnya.
Semangat berbagi pun tidak berhenti pada makanan yang tersaji, tetapi juga diwujudkan melalui perhatian terhadap sesama dan upaya menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Di balik setiap hidangan yang tersaji, terdapat ketulusan para relawan yang bekerja bersama. Ada yang memasak dan menyiapkan makanan, melayani pengunjung, mengantarkan pesanan, hingga membersihkan meja dan menjaga kebersihan tempat kegiatan,
Setiap tugas dilakukan dengan semangat gotong royong. Siswanto Tam menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar memperkenalkan makanan vegan kepada masyarakat.
“Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan pola hidup vegan yang sehat, penuh cinta kasih, dan peduli terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, kita ingin masyarakat merasakan bahwa makanan vegan dapat dinikmati dengan lezat dan menyenangkan. Kita juga ingin membuka kesempatan bagi masyarakat yang belum mengenal Tzu Chi untuk datang, mengenal para relawan, dan merasakan langsung semangat kebersamaan serta cinta kasih yang dipraktikkan dalam setiap kegiatan,” ungkap Siswanto Tam.
Ia menjelaskan bahwa tema “Makan Sepuasnya, Donasi Seikhlasnya” dipilih agar masyarakat merasa nyaman untuk datang dan menikmati hidangan tanpa terbebani oleh harga tertentu. Setiap orang diberikan kesempatan untuk berdonasi sesuai kemampuan dan ketulusan hati masing-masing.
Dengan penuh semangat para relawan menyiapkan pesanan katering vegan sembilan hari untuk pemesan.
Bagi Tzu Chi, yang terpenting bukanlah besar kecilnya donasi, melainkan niat baik yang tumbuh dari dalam hati. Kami ingin masyarakat datang dengan gembira, menikmati makanan, berinteraksi dengan relawan, dan pulang membawa pengalaman yang baik. Kehangatan dalam Rangkaian acara ini mengugah hati Jesslyn, salah satu pengunjung.
“Saya merasa suka cita bisa berpartisipasi dalam acara vegan kali ini, relawan nya sangat ramah dan perhatian, makanan yang disuguhkan juga beraneka ragam dan tentu rasanya juga enak. Ada juga disediakan minuman sehat yang bisa dikonsumsi bayi saya yang turut ikut dalam acara vegan ini. Semoga ke depannya acara vegan sembilan hari ini masih diadakan setiap tahun nya, “ucap Jesslyn.
Jenny, salah seorang pengemudi ojek daring, dengan penuh kegembiraan mengantarkan makanan yang telah disiapkan relawan untuk pemesan catering makanan vegan.
Kegiatan menikmati makanan vegan selama sembilan hari ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara kuliner semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi jembatan untuk mempertemukan hati, memperluas jalinan persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan. Setiap hidangan yang dinikmati, setiap donasi yang diberikan dengan tulus, dan setiap tenaga yang disumbangkan oleh relawan merupakan wujud sederhana dari cinta kasih yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Fikhri Fathoni