Menjaga Bumi dengan Cinta Kasih

Jurnalis : Rosy Velly Salim (He Qi Jakarta Pusat), Fotografer : Rosy VS, Eric VS, Linawati H (He Qi Jakarta Pusat)

Sebanyak 10 relawan mengikuti kegiatan pemilahan barang daur ulang dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Kebiasaan sederhana dapat menjadi awal perubahan. Jika dilakukan bersama-sama, langkah kecil pun dapat membawa manfaat bagi manusia dan lingkungan. Seperti pada Minggu pagi, 16 Agustus 2026, para relawan Komunitas Tzu Chi Xie Li Sunter, bagian dari He Qi Jakarta Pusat, berkumpul di taman Kantor Sekretariat RW 04, Metro Sunter. Sejak pukul 08.30 WIB, sebanyak 10 relawan mulai melakukan kegiatan pelestarian lingkungan.

Sebagian relawan membawa barang daur ulang yang telah dikumpulkan dari rumah, seperti botol plastik, kardus, kertas, kaleng, kaset, dan berbagai barang rumah tangga. Barang-barang tersebut kemudian dipilah bersama. Hasil pengumpulan barang daur ulang tersebut selanjutnya akan diolah menjadi dana kebajikan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial serta operasional depo pelestarian lingkungan Tzu Chi di Pangeran Jayakarta.

Salah satu peserta, Po Ratnawati Poniman terbiasa memisahkan sampah kering dan basah di rumah. Barang yang masih dapat didaur ulang dikumpulkan dengan rapi agar mudah diambil oleh petugas kebersihan. “Perasaan saya senang. Ada satu kebersamaan dengan teman-teman yang sebelumnya belum dikenal. Kita bisa melakukan hal baik bersama-sama,” ungkapnya.

Ia berharap semakin banyak orang yang mulai peduli terhadap lingkungan dari rumah masing-masing. Memilah sampah, membuangnya dengan rapi, dan menjaga kebersihan merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan siapa saja. “Yuk, kita saling mengajak untuk peduli lingkungan mulai dari rumah sendiri. Cara membuang sampah dibuat lebih rapi dan tidak tercerai-berai. Kita pasti bisa melakukannya. Hal kecil, jika dilakukan bersama-sama, dapat menjadi besar,” tutur Po.

Dua kelompok relawan Tzu Chi mengikuti permainan “Save Our Earth With Your Hand” yang mengajak peserta belajar menjaga lingkungan dengan cara yang menyenangkan.

Semangat serupa juga dirasakan Yoshua Adinugroho. Kepedulian terhadap lingkungan bukanlah hal yang baru baginya. Sejak 2018, Yoshua telah mengikuti berbagai kegiatan sosial dan public clean up, mulai dari membersihkan sungai dan pantai hingga kegiatan sosial lainnya. Dari berbagai pengalaman tersebut, ia merasakan kepuasan tersendiri ketika dapat memberikan kontribusi.

“Rasa puas, bisa berkontribusi sebagai manusia. Seperti yang Shijie Po sampaikan, meskipun kecil jika dilakukan berulang-ulang, dampaknya akan menjadi besar,” kata Yoshua.

Yoshua Adinugroho bersama para relawan membersihkan dedaunan yang berserakan di taman sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan rasa syukur atas tempat yang digunakan untuk berkegiatan.

Belajar Peduli Lewat Permainan
Setelah pemilahan selesai, kegiatan berlanjut dengan permainan bertema pelestarian lingkungan “Save Our Earth With Your Hand”. Para relawan dibagi menjadi dua kelompok untuk lomba memungut sampah yang masih berserakan di taman, kemudian menentukan mana yang masih dapat didaur ulang dan mana yang tidak, sebelum meletakkannya pada wadah yang telah disediakan.

Permainan berikutnya semakin menguji kekompakan dan konsentrasi. Dalam permainan kata berantai, setiap kelompok harus menyampaikan pesan dari orang paling belakang hingga orang paling depan. Pesan tidak disampaikan secara langsung melainkan disambungkan melalui sebuah goresan tangan di bahu yang menjadi simbol pesan, sementara kalimat kebaikan dibisikkan dari satu orang kepada orang berikutnya.

Pesan-pesan seperti “Satu Hati, Satu Keluarga” dan “Saya Cinta Tzu Chi” mengalir dari satu relawan kepada relawan lainnya. Ada pula kalimat perenungan: “Tangan yang melakukan pelestarian lingkungan adalah tangan yang paling indah. Bergegaslah melakukan pemilahan barang-barang daur ulang.”

Kalimat tersebut kemudian diteruskan hingga orang terakhir harus menyampaikan kembali pesan yang diterimanya. Permainan ini melatih lebih dari sekadar kecepatan. Para relawan belajar mendengar dengan saksama, berkonsentrasi, bekerja sama, serta memahami pesan melalui berbagai indera.

Dalam kehidupan sehari-hari pun demikian. Sebuah pesan kebaikan membutuhkan hati yang mau mendengar agar dapat diteruskan dengan benar.

Keseruan dan semangat kebersamaan para relawan Tzu Chi terlihat saat mengikuti permainan bertema pelestarian lingkungan.

Menjelang pukul 11.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan selesai. Para relawan menutup kebersamaan pagi itu dengan foto bersama. Namun, kegiatan mungkin berakhir, sementara pesannya tetap dapat dibawa pulang.

Pelestarian lingkungan sesungguhnya tidak harus selalu hadir dalam bentuk aksi besar melainkan bisa dimulai dari dapur rumah sendiri, yakni dengan memisahkan sampah, menjaga kebersihan, dan bisa juga dengan mengurangi barang belanjaan yang nantinya terbuang percuma karena bumi tidak hanya membutuhkan tangan yang bekerja, tetapi juga hati yang peduli.

Saat satu orang memulai dari rumah, satu keluarga akan meneruskannya, dan sekelompok orang melakukannya bersama. Dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten, tumbuh sebuah kekuatan besar untuk menjaga bumi dan kehidupan.

Mari mulai dari hal sederhana dan dari diri sendiri. Karena ketika tangan bergerak dengan cinta kasih, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan akan dapat menjadi benih bagi kehidupan yang lebih baik.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Berbagi Berkah dan Pengalaman dalam Misi Pelestarian Lingkungan

Berbagi Berkah dan Pengalaman dalam Misi Pelestarian Lingkungan

09 Oktober 2023

Tzu Chi Palembang mendapatkan satu berkah dan kesempatan yang luar biasa karena bisa belajar langsung tentang pelestarian lingkungan melalui kunjungan dari Fungsionaris Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Indonesia.

Bersama Menghargai Bumi

Bersama Menghargai Bumi

12 Mei 2015 Memperingati Hari Bumi Sedunia, Sekolah Global Montessori mengundang Yayasan Buddha Tzu Chi untuk melakukan sosialisasi mengenai pelestarian lingkungan yang ditanamkan sejak dini kepada para siswa sekolah.
Lebih Peduli dengan Lingkungan

Lebih Peduli dengan Lingkungan

17 Maret 2017

Pada Selasa, 14 Maret 2017 PT. Summarecon Agung Tbk menyerahkan barang yang dapat di daur ulang berupa koran dan botol kemasan plastik kepada Tzu Chi Bandung di kantor Summarecon Bandung, jl. Gedebage Selatan No. 98, Bandung.

Orang yang memahami cinta kasih dan rasa syukur akan memiliki hubungan terbaik dengan sesamanya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -