Menjaga Kesehatan, Menghargai Kehidupan

Jurnalis : Lina Nurhayati Agus (He Qi Pusat), Fotografer : Diman Nurjaman, Djindi Setiadi, Lianny Lie, Lie Ay Ling (He Qi Pusat)

Bertambanya usia menjadi tua adalah hal yang tidak bisa dihindari semua orang, namun untuk tetap bisa mandiri, sehat dan melakukan berbagai aktivitas bersama keluarga di hari tua merupakan keinginan setiap orang. Sejalan dengan bertambahnya usia, penyakit pun seakan semakin mudah menyerang. Stroke, jantung coroner, diabetes, asam urat, rematik, osteoporosis, atau penyakit degeneratif lainnya memang disebabkan beberapa faktor seperti efek langsung dari penggunaan normal tubuh, kesehatan yang buruk dan gaya hidup yang tidak sehat. Banyak masyarakat yang sudah mengetahui mengenai penyakit ini namun belum memahami penyebab, pencegahan, dan penanganannya.

Sejalan dengan salah satu misi Tzu Chi yakni misi kesehatan, dan untuk mengedukasi masyarakat tentang kesehatan, juga sebagai bentuk sumbangsih kepada masyarakat sekitar yang tidak mampu, relawan Tzu Chi komunitas Bogor mengadakan Baksos Kesehatan Degeneratif berkelanjutan.


Dokter memeriksa pasien dalam baksos kesehatan degeneratif, mereka juga memberikan saran-saran untuk menjaga kondisi pasien tetap stabil dengan memperhatikan pola makan, minum obat secara teratur, dan memeriksakan kesehatan secara berkala.

Baksos kesehatan tahap 1 telah dilaksanakan pada tanggal 30 September 2018. Tahap dua dilakukan pada 28 oktober 2018. Sebanyak 43 relawan, 10 apoteker, 4 dokter, dan 2 perawat berpartisipasi dalam kegiatan baksos degeneratif tahap dua ini. Jumlah warga yang datang mengikuti baksos degeneratif sebanyak 88 orang.

Mengambil lokasi yang sama yakni di Sekolah Dasar Negeri Sukasari, Jl Siliwangi No.25 Bogor, pada hari Minggu 28 Oktober 2018 baksos kesehatan degeneratif berlangsung mulai pukul 09.00 -12.00 WIB. Warga yang mulai berdatangan dengan membawa kupon disambut oleh para relawan dan diarahkan ke meja pendaftaran. Alur selanjutnya warga diperiksa tekanan darah dan timbang badan yang kemudian diarahkan relawan menuju ruang tunggu. Sambil menunggu untuk pemeriksaan seorang relawan, Dewi Margareth mengajak warga berinteraksi dengan bernyanyi, warga diajak bersama-sama relawan menyanyikan lagu satu keluarga diiringi isyarat tangan, ternyata acara ini mendapat sambutan baik dari warga yang ikut serta melakukan gerakan.


Kegiatan pembagian kupon baksos kesehatan degeneratif tahap 2 kepada warga di RW 02, 03, dan 04 Kelurahan Sukasari, Bogor, 21 Oktober 2018.


Relawan melayani pendaftaran dan memberikan kartu data pasien kepada warga yang mengikuti baksos.

Tiba waktunya pemeriksaan, satu per satu warga dipanggil ke ruangan untuk melakukan tes darah sesuai dengan kondisi sakit yang dialami dan pemeriksaan oleh tim dokter.  Setelah selesai, relawan mengarahkan dan mengantar warga untuk mengikuti kegiatan sosilisasi. Untuk sosisalisai kali ini warga diajak melihat sebuah video inspiratif dari seorang pasien penderita stroke dan mengikuti beberapa gerakan senam ringan yang dibawakan oleh relawan.

Di tengah pelaksanaan baksos, relawan mengadakan kunjungan ke rumah ibu Anah Rukmini (90), warga RW 04 RtT 03 yang pernah menderita sakit paru-paru. Menurut anaknya sehari-hari Anah hanya diam di kamar meratapi kondisinya. Lie Ay Ling, relawan yang mendampingi dokter dan perawat menceritakan tentang kunjungan tersebut, “Saya mengetahui pasien pada saat pembagian kupon. Sebagai relawan saya merasa ada jalinan jodoh dan rasa empati terhadap pasien. Ketika kami mengunjungi pasien untuk diperiksa dan diobati, raut muka pasien yang semula memelas berubah menjadi bahagia, tertawa dan amat bersyukur dengan kunjungan kami. Saya juga menghibur dan memberi semangat untuk tawakal, sabar, yakin akan sembuh dari sakit yang dideritanya. Di saat kami ingin pamit pulang,pasien berulang kali mengucapkan terima kasih. Saya pribadi merasa bahagia dan senang bisa menjalin jodoh baik dengan pasien.”


Relawan menghibur dan memperkenalkan isyarat tangan lagu Satu Keluarga yang diikuti warga sambil menunggu pemeriksaan.


Suasana kunjungan pasien oleh relawan, dokter, dan perawat yang disambut langsung oleh Ibu Anah Rukmini.

Kegiatan baksos berkelanjutan ini bertujuan memeriksa perkembangan dan kondisi warga setelah mengkonsumsi obat dari dokter. Seperti yang dirasakan oleh Nurdin (57) warga RT 03. “Banyak sekali manfaatnya, bisa berobat, penyakit jadi bisa terkontrol. Ada perubahan seperti kolesterol dan darah tinggi bisa dikontrol,” katanya.

Kebanyakan pasien yang mengikuti baksos menderita penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes. Penyakit semacam ini memerlukan pengobatan jangka panjang, pasien harus rutin minum obat dan melakukan pemeriksaan secara berkala untuk megontrol penyakitnya.

Hal senada juga dituturkan Imelda Grace, seorang dokter yang baru pertama kali bergabung di pelaksanaan baksos degeneratif ini. “Tepat banget, saran saya diadakan secara berkala berkesinambungan, supaya mereka tidak putus sampai di sini saja. Bisa ter-follow up, bisa kontrol beberapa bulan,” ujarnya.

Saat menderita sakit dan merasa tidak berdaya, selain obat sebagai penyembuh raga, perhatian, semangat, dukungan, dan doa dari keluarga dan orang terdekat juga bisa menjadi obat bagi pasien. Namun di samping itu, tetap dibutuhkan tekad dan kesabaran dalam diri pasien untuk bisa melewati berbagai kondisi kesehatannya.

Editor: Metta Wulandari


Artikel Terkait

Peduli Kesehatan di Ladang Berkah Baru

Peduli Kesehatan di Ladang Berkah Baru

18 Oktober 2017
Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Utara 2 mengadakan baksos degeneratif untuk warga Penjagalan. Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Tridharma Budhidaya, Pejagalan ini berhasil memberikan pelayanan bagi 222 warga.
Baksos Degeneratif untuk Warga Teluk Gong

Baksos Degeneratif untuk Warga Teluk Gong

19 Oktober 2018 Relawan Tzu Chi He Qi Utara 2, Hu Ai Angke mengadakan Baksos Degeneratif di SDN Pejagalan 01, Teluk Gong, Jakarta Utara, 14 Oktober 2018. Baksos ini melayani 304 pasien yang datang.
Baksos Degeneratif Tzu Chi, Menjangkau yang Tak Terjangkau

Baksos Degeneratif Tzu Chi, Menjangkau yang Tak Terjangkau

31 Mei 2023

Pulau Jaloh merupakan salah satu pulau terluar Kota Batam. Di pulau yang jaringan telekomunikasinya terbatas ini, baik informasi maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai tidak dapat dirasakan sepenuhnya oleh warga.  

Menyayangi diri sendiri adalah wujud balas budi pada orang tua, bersumbangsih adalah wujud dari rasa syukur.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -