Menjaga Kesehatan, Menumbuhkan Semangat Anak Asuh Tzu Chi Medan

Jurnalis : Marintan (Tzu Chi Medan), Fotografer : Gunawan, Wennie Tjan (Tzu Chi Medan)

Pada kegiatan ini, drg. Mellisa Sim, tim medis TIMA, melakukan screening gigi terhadap anak asuh dan Gan En Hu untuk memastikan kesehatan gigi mereka.

Pada Minggu, 5 Juli 2026, relawan Tzu Chi komunitas Hu Ai Perintis di Medan menggelar kegiatan kepulangan anak asuh Tzu Chi dan Gan En Hu (penerima bantuan rutin) di Gedung Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kompleks Grand Jati Junction, Medan. Kegiatan ini diikuti sekitar 42 relawan serta 109 Gan En Hu dan anak asuh. Selain menjadi wadah silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, pemberian apresiasi kepada anak asuh berprestasi, serta sosialisasi kegiatan Teratai Cup Tzu Chi Medan.

Kegiatan ini diisi dengan skrining gigi oleh drg. Mellisa Sim, M.Kes., M.Biomed., bagi anak asuh dan Gan En Hu yang belum mengikuti pemeriksaan sebelumnya. Skrining gigi dilakukan untuk mengetahui kondisi rongga mulut, termasuk kesehatan gigi dan gusi, kemungkinan gigi berlubang serta penyakit gusi. Pemeriksaan ini diharapkan dapat meningkatkan mereka terhadap pentingnya menjaga kesehatan mulut.

“Diharapkan dengan progam yang berkelanjutan ini, anak asuh dan Gan En Hu dapat memiliki kondisi kesehatan gigi dan mulut yang lebih baik,” ungkap drg. Mellisa Sim.

Kegiatan ini juga diisi materi owlh dr. Willey Eliot, tim medis TIMA, memberikan sosialisai pentingnya menjaga kesehatan sedini mungkin.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan tentang rencana bakti sosial kesehatan yang dibawakan oleh dr. Willey Eliot, M.Kes., IBCLC. Dalam penyuluhan tersebut, dr. Willey Eliot menjelaskan empat penyakit degeneratif yang sering dijumpai, yakni hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, dan hiperurisemia atau asam urat. Ia menyampaikan bahwa fokus utama penyuluhan adalah mengenali penyakit sejak dini, memahami risiko, mencegah komplikasi, serta menerapkan pola hidup sehat. Keempat penyakit tersebut sangat dipengaruhi oleh gaya hidup.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, menghindari rokok dan alkohol, menjaga berat badan ideal, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta mematuhi pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

“Semoga bapak-bapak, ibu-ibu, adik-adik semua semakin mengerti pentingnya menjaga kesehatan sedini mungkin, lebih baik mencegah penyakit daripada mengobati, karena penyakit degeneratif sekarang ini bukan hanya di derita oleh orang tua saja, tapi bisa juga diderita oleh anak muda,” ungkap dr. Willey Eliot.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap anak asuh yang berprestasi, relawan Tzu Chi memberikan hadiah untuk mereka. Para anak asuh tampak bahagia mendapatkan hadiah tersebut.

Usai penyuluhan, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada anak asuh berprestasi serta pembagian seragam baru bagi anak asuh yang naik jenjang sekolah. Para anak asuh tampak antusias saat menerima hadiah dan seragam baru tersebut. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk dukungan atas kerja keras anak-anak dalam menempuh pendidikan. Bantuan yang diberikan tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan dan motivasi agar mereka terus bersemangat dalam belajar.

Dalam kesempatan yang sama, Jenni menyampaikan informasi tentang Teratai Cup Tzu Chi Medan. Kegiatan ini merupakan ajang perlombaan bagi anak asuh Tzu Chi Medan yang akan dilaksanakan pada 19 Desember 2026 mendatang. Teratai Cup bertujuan mengembangkan kreativitas, pemahaman nilai-nilai Tzu Chi, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan. Terdapat empat kategori lomba dalam kegiatan ini.

Kategori yang akan diperlombakan yang pertama adalah Zhen Shan Mei (ZSM) dengan tema “Kegiatan Tzu Chi”. Peserta dapat memilih salah satu dari tiga jenis karya, yaitu video berdurasi lima menit dengan 1–3 peserta per Hu Ai, karya foto sebanyak 6–10 foto dengan 1–3 peserta per Hu Ai, atau artikel dengan 1–3 peserta per Hu Ai.

Untuk menumbuhkan semangat para anak asuh, relawan Tzu Chi, Jenni menyampaikan informasi mengenai Teratai Cup Tzu Chi Medan yang akan dilaksanakan Desember mendatang.

Kategori kedua adalah Kata Perenungan Master Cheng Yen. Peserta akan memperoleh buku kecil Kata Perenungan Master Cheng Yen sebagai materi lomba. Cabang lomba dalam kategori ini meliputi cerdas cermat sambung kata dengan satu tim berisi tiga peserta per Hu Ai, serta menulis indah Kata Perenungan Master dengan 1–5 peserta per Hu Ai.

Kategori ketiga adalah lomba menggambar dengan tema “Pelestarian Lingkungan”. Jumlah peserta dalam kategori ini sebanyak 1–5 orang untuk setiap Hu Ai. Kategori keempat adalah isyarat tangan dengan tema “Lagu Tzu Chi dalam Bahasa Indonesia”. Terdapat dua penampilan kelompok, yaitu lagu wajib “Satu Keluarga” dan lagu pilihan bebas berbahasa Indonesia.

Melalui Teratai Cup, anak asuh diharapkan dapat menggali potensi, bakat, dan minat mereka dalam berbagai bidang di luar pelajaran sekolah. “Semoga membangkitkan rasa percaya diri tiap anak untuk berani mencoba dan menunjukkan bakat dan kemampuan mereka.” ungkap Jenni, relawan Tzu Chi.

Relawan Tzu Chi juga memberikan seragam baru untuk para anak asuh yang naik jenjang pendidikan pada tahun ajaran baru.

Kegiatan kepulangan anak asuh dan Gan En Hu ini menjadi wujud perhatian berkelanjutan relawan Tzu Chi Medan dalam mendampingi penerima bantuan, tidak hanya melalui dukungan materi, tetapi juga melalui edukasi kesehatan, motivasi pendidikan, serta ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi diri dengan penuh percaya diri.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Bersyukur dan Bersemangat, Perjalanan Hidup Ferry Didampingi Tzu Chi Bandung

Bersyukur dan Bersemangat, Perjalanan Hidup Ferry Didampingi Tzu Chi Bandung

13 Maret 2025

Sebanyak 51 Gan En Hu berkumpul di Aula Jing Si Bandung. Salah satunya Ferry yang menderita TB Tulang Belakang dan telah dibantu oleh Tzu Chi Bandung selama tiga tahun.

Keharuan dan Ungkapan Cinta di Hari Ibu

Keharuan dan Ungkapan Cinta di Hari Ibu

05 Desember 2024

Gathering Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi) kali ini mengajak anak-anak mengungkapkan rasa terima kasih kepada ibu dan pentingnya berbakti kepada orang tua. Ini menjadi simbol cinta kasih yang mendalam.

Menebarkan Cinta Kasih Lewat Bakti Sosial Kesehatan

Menebarkan Cinta Kasih Lewat Bakti Sosial Kesehatan

09 Januari 2026

Relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Mandala menggelar baksos kesehatan bagi 30 penerima bantuan Tzu Chi (Gan En Hu) dan 50 anak asuh Hu Ai Mandala di Depo Pelestarian Lingkungan Mandala pada 4 Januari 2026.

Jika menjalani kehidupan dengan penuh welas asih, maka hasil pelatihan diri akan segera berbuah dengan sendirinya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -