Menjalin Cinta Kasih di Timur Bali

Jurnalis : Khimberly Wen (Tzu Chi Bali), Fotografer : Maggie, Lili Chen (Tzu Chi Bali)
 
 

fotoSalah seorang pasien anak yang sedang menunggu giliran diobati tampak sedang asyik membaca Buletin Tzu Chi.

Kantor penghubung Tzu Chi Bali dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang ke 65 pada hari Minggu tanggal 15 Agustus 2010 telah mengadakan misi kesehatan Bakti Sosial Kesehatan Gratis di bagian timur pulau Bali, Kabupaten Karangasem, Desa Seraya Timur untuk para penduduk di tiga dusun: Tanah barak, Gili Selang, dan Batu kori.

Kegiatan ini berlokasi di SDN 2 Dusun Tanah Barak dengan jumlah peserta sejumlah 496 pasien yang sebagian besar adalah pasien anak-anak. Mereka datang untuk berobat karena kulit mereka bermasalah (gatal-gatal) yang disebabkan karena daerah tempat mereka tinggal sangat kering dan kekurangan air bersih.

Dalam baksos kali ini, kami dibantu oleh 23 orang dokter dari bagian umum, anak dan kulit yang dikoordinatori oleh Dr Nyoman Arie. Sebanyak 118 orang relawan Tzu Chi (60% dari mereka merupakan relawan baru) juga tidak mau kehilangan kesempatan untuk turut bersumbangsih dalam baksos ini. Sambil mendampingi pasien menunggu nomor panggilan, para relawan juga menguntingkan kuku anak-anak dan para orang tua yang panjang dan tidak terawat dengan baik. Dengan sangat senang dan santai, pasien anak-anak ini sambil menunggu giliran diobati diajak bermain dan belajar bahasa isyarat tangan yang berjudul Satu Keluarga oleh Nelly shijie.

foto  foto

Ket : - Sambil menunggu giliran pengobatan, relawan Tzu Chi memeriksa satu demi satu para pasien yang              kuku tangan dan kakinya panjang. Jika ditemukan, mereka pun membantu memotongkan kuku-kuku              yang panjang tersebut. (kiri)
         - Relawan Tzu Chi sedang membantu seorang nenek menimbang berat badannya sebelum diperiksa             oleh dokter. (kanan)

Selama kegiatan berlangsung, kami juga didampingi oleh salah seorang  guru di sekolah tersebut yang juga warga Tanah Barak bernama Bapak Nengah Sarda. Beliau mengucapkan sangat terima kasih kepada Yayasan Tzu Chi karena beliau merasakan baksos kali ini sangat berbeda dengan baksos yang pernah mereka terima sebelumnya (3 tahun yang lalu).

“Tidak seperti biasanya. Baksos yang lain warga kami tidak dibuatkan tenda dan disiapkan tempat duduk apalagi minuman air dan makanan kecil yang dibawakan oleh relawan cilik. Warga kami hanya dapat berlindung di mana tempat yang rindang sambil menunggu pengobatan. Maka dengan ini saya berharap akan ada kelanjutan perhatian dari Yayasan Tzu Chi untuk warga kami,” demikian tutur Bapak Nengah Sarda.

foto  foto

Ket: - Relawan Tzu Chi tampak sedang mempelajari bahasa isyarat tangan yang berjudul Satu Keluarga. (kiri).
      - Bapak Nengah Sarda, salah satu guru di sekolah yang juga merupakan warga setempat sedang            menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yayasan yang telah berkenan mengadakan baksos            kesehatan di desanya. (kanan)

Diakhir kegiatan, sebelum pulang para relawan baru dikumpulkan untuk memberikan kesan-pesan yang mereka rasakan. Seperti Bapak Nova Telambanua yang mengatakan, “benar-benar selama kegiatan berlangsung yang saya lihat adalah para relawan hanya bekerja dengan serius tanpa banyak bicara.”

Lain pula dengan pandangan Bapak Sujatman yang mengatakan dalam kegiatan ini yang saya belajar dari yayasan adalah rasa bersyukur dan terima kasih kepada orang yang telah memberi kesempatan untuk saya untuk berbuat “Kebajikan yang tidak dapat saya belajar dari yayasan atau tempat manapun,” ujarnya.

Akhir kata, kami Tzu Chi Kantor penghubung Bali mengucapkan terima kasih kepada Shuang Ying shijie, Dr Ruth (Ketua TIMA Tzu Chi Indonesia), dan Piyo shixiong serta Aluni shijie, dua relawan Tzu Chi dari Medan yang telah datang dari jauh untuk mendukung serta sangat membantu kegiatan baksos kali ini sehingga dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

  
 
 

Artikel Terkait

Menggalang Donasi dan Menggalang Hati

Menggalang Donasi dan Menggalang Hati

19 November 2018

Kisah-kisah yang tertangkap pada penggalangan dana pembangunan 3.000 rumah di Lombok dan Palu oleh insan Tzu Chi di wilayah Jakarta Barat, Pada 10 dan 11 November 2018 membuktikan betapa banyak insan yang sangat peduli terhadap sesama. Besar, maupun kecil dana yang disumbangsihkan tidaklah menjadi hal yang utama. Tetapi menjadi teladan bagi seluruh masyarakat.

Suara Kasih : Tetap Mawas Diri

Suara Kasih : Tetap Mawas Diri

29 Oktober 2010 Jika iklim bersahabat, kehidupan manusia pun dapat aman dan tenteram. Kondisi iklim yang bersahabat adalah berkah. Kehidupan yang aman dan tenteram adalah kehidupan yang penuh berkah. Karena itu, kita harus memanfaatkan setiap saat untuk menciptakan berkah.
Menggalang Hati di Setiap Waktu

Menggalang Hati di Setiap Waktu

26 Juni 2012
“Harapan kami akhirnya terkabul. Saya dah cari kesana-kemari di Serang untuk cari pengobatan gratis, eh nggak tahunya malah dapatnya di Jakarta,” kata Wawan, kakek dari pasien Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-85 dengan penuh rasa haru.
Menghadapi kata-kata buruk yang ditujukan pada diri kita, juga merupakan pelatihan diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -