Menjejak Cinta Kasih, Menyapa Harapan di Tiga Keluarga

Jurnalis : Vincent Horison (Tzu Chi Medan), Fotografer : Justine (Tzu Chi Medan)

Daren dan ibunya dengan penuh ketulusan menyambut kedatangan para relawan Tzu Chi Medan, untuk melihat kondisi keluarganya saat ini.

Minggu pagi, 20 September 2026, sebanyak 13 relawan Tzu Chi Komunitas Hu Ai Petisah berkumpul untuk melakukan kunjungan kasih kepada keluarga penerima bantuan. Para relawan kemudian dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengunjungi tiga keluarga dengan kisah dan perjuangan yang berbeda.

Kunjungan ini bukan sekadar untuk melihat kondisi keluarga, tetapi juga menjadi kesempatan bagi relawan untuk hadir, mendengarkan, dan memahami kehidupan mereka lebih dekat. Di balik keterbatasan yang terlihat, selalu ada perjuangan, kasih sayang, dan harapan yang membuat setiap keluarga terus bertahan.

Semangat Sekolah di Tengah Keterbatasan
Kunjungan pertama membawa relawan Tzu Chi, Parida, Indah Sari, Efina, dan Justine bertemu dengan Darren Alvaro (12) salah satu anak asuh Tzu Chi yang kini duduk di kelas VI (enam) Sekolah Dasar (SD). Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Saat ini, ia bersama ibu dan ketiga saudaranya tinggal bersama kakek dan neneknya. Kedua orang tuanya telah berpisah, sehingga sang ibu berusaha membesarkan keempat anaknya dengan dukungan dari sang kakek.

Saat ini, kakek Darren bekerja sebagai penarik becak untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara ibunya memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan berat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sang ibu berjualan dengan menitipkan kue buatannya kepada penjual di pasar. Penghasilan yang didapatkanya pun terbatas, namun dengan penuh semangat ia terus berusaha memenuhi kebutuhan keempat anaknya untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.

Di tengah kondisi itu, kebutuhan pendidikan menjadi tantangan yang harus mereka hadapi. Keluarga pernah memiliki uang tunggakan sekolah. Namun, pihak sekolah memberi keringanan. Saat dikunjungi relawan, Darren terlihat sehat dan bersemangat untuk melanjutkan sekolah. Hal itu menjadi perhatian tersendiri bagi Parida. “Keadaan keluarganya memang tidak mudah, tetapi semangat Darren untuk sekolah sangat besar. Semoga dengan bantuan ini, ia dapat terus bersekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Ketika Kepedulian Hadir dari Banyak Arah
Selanjutnya, kunjungan kedua membawa relawan Tzu Chi, Siswanto Tam, Mina Tjandra, Lintje, dan Meri melakukan kunjugan kasih ke rumah keluarga M. Jaka Pratama (39). Ia tinggal bersama istri dan tiga orang anak di Tanjung Anom, Deli Serdang. Sejak lahir, ia mengalami Marfan Syndrome. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani pengecekan kesehatan secara rutin. Seiring waktu, kesehatannya semakin membatasi aktivitas hingga membuat Jaka tidak lagi mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kini, istrinya menjadi pencari nafkah utama. Bebekal ilmu yang dimilikinya, ia bekerja sebagai guru di sekolah swasta serta berusaha memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Istrinya seringkali ikut mendampingi suami dan anak-anaknya menjalani pemeriksaan kesehatan. Hal tersebut membuat keluarga Jaka menjadi semakin khawatir, terlebih kondisi yang dialami Jaka juga dialami oleh putra laki-lakinya. Sejak kecil, sang anak telah menjalani beberapa tindakan medis pada matanya dan hingga kini masih membutuhkan pemerikasaan secara berkala.

Dengan penuh kebahagiaan, Jaka dan istrinya menyambut kedatangan relawan Tzu Chi Medan yang dengan penuh welas asih mendengarkan keluhan dan kondisi kesehatan yang dialaminya saat ini.

Melihat kondisi tersebut, Yayasan Buddha Tzu Chi memberikan bantuan biaya hidup untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga Jaka. Namun, pendampingan tidak berhenti setelah bantuan diberikan. Relawan Tzu Chi secara berkala mengunjungi Jaka, mendengarkan kondisi keluarga, serta mengikuti perkembangan kesehatan Jaka dan putranya.

Bagi Jaka dan keluarganya, dukungan tersebut memberikan rasa lega di tengah kebutuhan yang terus berjalan. Bantuan yang diterima turut meringankan sedikit beban yang dirasakan oleh keluarganya, sementara kunjungan para relawan membuatnya merasa diperhatikan dan didampingi.

Selain relawan Tzu Chi, keluarga Jaka juga mendapat perhatian dari lingkungan sekitar. Jamaah masjid turut membantu mendampingi ketika Jaka harus berobat, membantu menjaga anak-anak, hingga memberikan makanan ketika dibutuhkan.

Salah satu relawan Tzu Chi, Siswanto Tam yag turut melakukan kunjungan ke rumah Jaka, tutut mengungkapkan rasa kepeduliaannya, “Kondisi keluarga Pak Jaka, memang penuh tantangan baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Saat ini, kondisinya perlu pemantauan secara berkelanjutan. Di sisi lain, istrinya sebagai pencari nafkah utama sekaligus merawat anak-anaknya. Namun, mereka tidak berjalan sendiri. Selama ini jamaah masjid turut memberikan dukungan dalam keseharian. Kami juga terus melakukan kunjungan, survei ulang, dan pendampingan secara berkala untuk melihat perkembangan serta kebutuhan keluarganya.” Ucapnya.

Senyum yang Perlahan Kembali
Pada kunjungan ketiga membawa para relawan Tzu Chi bertemu dengan Glenn (17), anak asuh Tzu Chi yang telah mendapatkan pendampingan sekitar dua tahun. Glenn merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Ia dikenal sebagai siswa yang cukup berprestasi dan aktif di sekolah.

Keluarga Glenn memiliki kehidupan yang tidak mudah. Sang ayah dahulu pernah bekerja sebagai penarik becak mesin. Namun, nahas becak yang dimiliknya rusak, mereka tidak memiliki biaya untuk memperbaikinya. Kemudian, ayahnya berusaha mendapatkan penghasilan lagi dengan mengumpulkan botol bekas.

Para relawan Tzu Chi melakukan kunjungan kasih ke rumah Glenn, ia merupakan salah satu siswa yang cukup aktif dan berprestasi di sekolahnya.

Di tengah kondisi tersebut, selain berusaha mencari nafkah, ayahnya juga turut merawat adiknya yang membutuhkan pendampingan khusus. Sementara itu, ibu Glenn sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan sebagai bagian dari tim pengemasan. Setelah terjadi pengurangan karyawan, ia tidak lagi bekerja dan kini lebih banyak berada di rumah untuk mengurus keluarga.

Berbagai usaha pekerjaan pun telah dilakukan Ayah Glenn untuk mendapatkan pekerjaan. Dari penjual kopi keliling hingga akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai buruh dalam proyek pembangunan rel kereta api yang lokasinya tidak jauh dari rumah.

Perlahan, kondisi keluarga mulai berubah. Orang tua Glenn kini terlihat lebih mampu menerima keadaan dan mensyukuri apa yang dimiliki. Perubahan juga terlihat pada Glenn. “Sekarang orang tuanya sudah lebih bisa bersyukur dan tidak seperti dulu yang sering mengeluh. Glenn juga sekarang terlihat lebih ceria dibandingkan sebelumnya,” ucap salah satu relawan Tzu Chi, Ronaldo.

Setelah melakukan kunjungan kasih, para relawan Tzu Chi medan berkumpul untuk melakukan sharing mengenai kunjungan kasih kepada Gan En Hu, untuk menggali nilai-nilai kebajikan yang dirasakan dari setiap keluarga.

Setelah selesai melakukan kunjungan, para relawan kembali berkumpul di Kantor Tzu Chi Medan untuk berbagi cerita mengenai keluarga yang telah mereka kunjungi. Dari ketiga kisah tersebut, masing-masing memiliki persoalan yang berbeda. Namun, dari ketiga kisah tersebut, para relawan melihat satu hal yang sama, semangat untuk terus menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Dalam kegiatan ini sharing juga diberikan oleh relawan Tzu Chi, Siswanto Tam, menyampaikan bahwa “pendampingan bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga memahami kondisi keluarga secara utuh, mengikuti perkembangannya, dan tetap hadir ketika mereka menghadapi masa-masa sulit,” ujarnya.

Editor: Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

Berfikir Positif Itu Harus

Berfikir Positif Itu Harus

02 Desember 2024

Kegiatan bernama kunjungan kasih dapat membuka pandangan seseorang dalam menatap kehidupan. Seperti kunjungan kasih yang rutin diikuti para relawan di Komunitas He Qi Pusat diharapkan dapat membuka pandangan 76 relawan dalam menatap kehidupan.

Menjaga Asa Alim untuk Kembali Pulih

Menjaga Asa Alim untuk Kembali Pulih

01 Juli 2026

Di tengah perjuangan melawan TB usus, Alim Nugraha tidak berjalan sendiri. Kasih seorang ibu dan perhatian relawan Tzu Chi menjadi penguat yang menumbuhkan kembali harapan Alim untuk pulih dan beraktivitas kembali.

Kunjungan Relawan Tzu Chi yang Membawa Harapan dan Kebahagiaan

Kunjungan Relawan Tzu Chi yang Membawa Harapan dan Kebahagiaan

02 April 2026

Kunjungan kasih relawan Tzu Chi bukan sekadar berbagi bantuan, tetapi juga menghadirkan harapan dan kehangatan bagi para penerimanya dalam setiap langkah nyata.

Meski sebutir tetesan air nampak tidak berarti, lambat laun akan memenuhi tempat penampungan besar.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -