Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang dan Barat 1 bersama ASG membongkar rumah tidak layak huni yang nantinya akan direnovasi.
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama Agung Sedayu Group melanjutkan program yang telah dijalankan yaitu Bebenah Kampung Renovasi 5.020 Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Tangerang. Sebelumnya pada September 2025 lalu, Tzu Chi Indonesia dan ASG telah merampungkan renovasi sebanyak 115 rumah warga.
Kali ini pada Selasa, 20 November 2026 relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang dan Barat 1, bersama ASG melakukan pembongkaran rumah warga penerima bantuan renovasi rumah di Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Setelah melakukan pembongkaran, nantinya rumah tersebut akan direnovasi agar lebih aman dan nyaman untuk ditempati.
Dengan semangat gotong royong, relawan Tzu Chi bersama staf ASG membongkar satu-persatu material rumah yang kondisinya sudah tidak layak. Mulai dari atap genteng yang sudah bocor, hingga dinding yang terbuat dari kayu di bongkar relawan dengan penuh semangat.
Edi Sheen, relawan Tzu Chi bersama salah satu staf ASG membongkar tembok rumah warga penerima manfaat program Bebenah Kampung Renovasi 5.020 Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Tangerang.
Salah satu relawan Tzu Chi memindahkan material kayu saat pembongkaran rumah milik Rustandi, salah satu warga penerima manfaat renovasi rumah di Desa Rawa Burung, Kabupaten Tangerang.
Pembongkaran dilakukan dengan penuh kehati-hatian, karena kondisi rumah yang nyaris roboh dan material paku yang banyak menancap pada kayu. Dengan rumah yang kondisinya seperti itu, tak menyurutkan semangat relawan. Tak lupa relawan menggunakan alat keselamatan bekerja seperti helm dan sarung tangan sesuai standar.
Edi Sheen, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang, mengungkapkan bahwa rumah yang dibongkar oleh relawan kondisinya memprihatinkan dan sangat layak untuk dibantu renovasi rumah. “Melihat kondisinya saya prihatin, dilihat dari segi kemanusiaan kondisi rumahnya sangat tidak layak untuk ditempati. Kita sebagai insan Tzu Chi wajib untuk mendukung renovasi ini,” ungkap haru Edi Sheen.
Rumah yang menjadi kebutuhan kehidupan utama harusnya memenuhi kelayakan, di Kabupaten Tangerang sendiri masih banyak rumah-rumah tidak layak huni yang nantinya akan terus direnovasi oleh Tzu Chi, “Tzu Chi bersama pemerintah dan pihak lainnya bekerja sama untuk membuat kehidupan masyarakat lebih nyaman. Untuk Tangerang sendiri kita selalu melakukan survei rumah tidak layak huni supaya cepat dijalankan oleh Tzu Chi. Pastinya masih ada rumah yang akan kita renovasi karena target kita 500 rumah,” tambahnya.
Berkah untuk Keluarga yang Sederhana
Setiap keluarga memimpikan memiliki rumah impian yang nyaman untuk ditempati, khususnya bagi orang tua yang menginginkan rumah yang nyaman untuk membesarkan anak-anaknya. Namun pada kenyataanya tak dapat diwujudkan oleh pasangan Rustandi (38) dan Suci (29), kondisi rumahnya jauh dari kata layak.
“Kondisinya banjir dan bocor, kalau hujan baju sekolah pada abis kerendem. Temboknya juga dari kayu. Sudah puluhan tahun kondisinya begini, dari waktu ibu saya masih ada,” ungkap Suci.
Dengan semangat gotong royong, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang dan Barat 1 membongkar satu-persatu material rumah yang akan direnovasi Tzu Chi Indonesia.
Darwin, relawan Tzu Chi memindahkan bahan material semen yang nantinya akan digunakan untuk merenovasi rumah Rustandi.
Pasangan suami istri ini memang sudah lama ingin merenovasi rumah mereka, namun dengan kondisi ekonomi yang hanya mampu untuk mencukupi biaya kehidupan sehari-hari, impian tersebut tak pernah jadi kenyataan. Mereka hanya bisa pasrah dan menjalani kehidupan sambil berharap keajaiban akan datang untuk keluarganya.
Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, Rustandi mencari nafkah dengan berdagang mainan dan balon. “Sehari-hari saya dagang mainan, kadang dagang balon gas berkeliling pakai sepeda. Ya kalau sekarang enggak ada untuk nabung-nabung buat renovasi, apalagi lagi bulan ini, tabung gas saja sampai kejual,” ucap haru Rustandi dengan mata yang berkaca-kaca.
Dengan kondisi rumah yang sudah tidak layak huni menimbulkan kekhawatiran dalam diri pasangan ini. Apalagi mereka memiliki anak yang masih bayi, ditambah kondisi sekarang yang telah memasuki musim penghujan yang disertai angin kencang. “Anak saya tiga, yang dua sudah sekolah sama satu masih bayi. Kalau ada angin gede ya takut, apalagi sekarang musim hujan, beberapa hari ini kadang tidur kadang enggak. Yang ditakutin banjir, kalau hujan enggak bisa tidur,” tambahnya.
Keluarga Rustandi yang memiliki tiga orang anak hidup sederhana di bawah rumah yang sudah tidak layak huni. Namun sekarang mereka dapat merasa lega karena rumahnya akan segera direnovasi oleh Tzu Chi Indonesia dan ASG.
Berawal dari survei, pembongkaran, proses renovasi, hingga nanti rumahnya dapat ditempati kembali membuat perasaan Rustandi lega. Tak lupa ia mengucapkan rasa terima kasihnya untuk pihak-pihak yang telah membantunya mewujudkan rumah impian yang aman dan nyaman untuk keluarganya. “Untuk Tzu Chi dan ASG semoga ke depannya semakin sukses, semakin jaya. Untuk itu terima kasih untuk semuannya yang bersangkutan, kalau tidak ada beliau-beliau ini saya juga enggak tahu kapan bisa merenovasi rumah,” tutur Rustandi.
Editor: Metta Wulandari