Pada Sabtu, 26 September 2026, Tzu Chi Batam menerima kunjungan relawan Tzu Chi Singapura. Dalam kesempatan tersebut, relawan Tzu Chi Batam memperkenalkan rencana pembangunan Tzu Chi School Batam di Kawasan Terpadu Tanjung Uma, Kavling K-34-C, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.
Sabtu, 26 September 2026, rasa sukacita terlihat dari wajah para relawan Tzu Chi Singapura ketika menginjakkan kaki di lahan yang direncanakan menjadi Tzu Chi School Batam yang berada di Kawasan Terpadu Tanjung Uma, Kavling K-34-C, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.
Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk melihat secara langsung lokasi yang kelak diharapkan menjadi tempat bertumbuhnya generasi muda dalam lingkungan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai budi pekerti.
Para relawan Tzu Chi Singapura mengunjungi lahan yang direncanakan menjadi lokasi Gedung Tzu Chi School Batam di Kawasan Terpadu Tanjung Uma, Kavling K-34-C, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Sabtu, 26 September 2026. Mereka bersukacita melihat adanya kesempatan untuk mewujudkan gedung sekolah Tzu Chi di Batam.
Bagi para relawan Tzu Chi Singapura, melihat langsung lahan tersebut menghadirkan perasaan yang istimewa. Mereka mengungkapkan kegembiraan karena di Batam terdapat kesempatan untuk mewujudkan sebuah sekolah Tzu Chi. Menurut mereka, kesempatan untuk membuka dan membangun sekolah tidaklah mudah dilakukan di Singapura, sehingga melihat adanya lahan dan rencana pembangunan Tzu Chi School Batam menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Melihat Harapan Tumbuh di Tanah Tzu Chi School Batam
Salah seorang relawan Tzu Chi Singapura, Huang Quan-Lin 黄泉霖, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut. Ia merasa pendidikan berbasis Agama Buddha di Indonesia memiliki landasan yang cukup mendukung, sementara sistem dan materi yang akan diajarkan juga sejalan dengan landasan pendidikan Tzu Chi. Hal ini membuatnya semakin berharap Tzu Chi School Batam dapat terwujud sebagai tempat yang tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebajikan kepada anak-anak.
Huang Quan-Lin, relawan Tzu Chi Singapura, berharap Tzu Chi School Batam dapat terwujud sebagai tempat yang tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebajikan kepada anak-anak. Harapan tersebut disampaikannya saat mengunjungi lahan Tzu Chi School Batam di Kawasan Terpadu Tanjung Uma, Batam, Sabtu, 26 September 2026.
Di samping itu, bagi Tresya 纪美霞, jalinan jodohnya dengan Tzu Chi juga berawal dari dunia pendidikan. Dua orang keponakannya merupakan murid sekolah Tzu Chi, sehingga ia dapat melihat secara langsung bagaimana anak-anak didampingi dan dibimbing, mulai dari kepedulian terhadap lingkungan melalui daur ulang hingga tata krama dalam kehidupan sehari-hari.
“Kebetulan jodoh saya dengan Tzu Chi juga melalui pendidikan. Dua keponakan saya adalah murid sekolah Tzu Chi. Saya melihat mereka didampingi dengan sangat baik, mulai dari belajar tentang daur ulang sampai tata krama. Saya merasa pendidikan seperti ini sangat bagus dan ajaran yang mereka terima dari sekolah terus teringat oleh saya. Sekitar tiga tahun yang lalu saya bergabung dengan Tzu Chi dan ternyata saya merasa sangat sepaham dengan yayasan ini. Saya merasa ini adalah jalinan jodoh,” ungkap Tresya.
Melihat lahan Tzu Chi School Batam, Treya pun melihat adanya kesempatan untuk memperluas semangat bersumbangsih. Ia berharap semakin banyak pengusaha dari Singapura yang dapat datang dan melihat langsung Misi Pendidikan Tzu Chi yang akan dibangun di Batam, sehingga muncullah inisiatif untuk mengajak 32 pengusaha Singapura mendatangi Tzu Chi Batam.
“Saat melihat Tzu Chi Batam, saya merasa akan sangat bagus jika bisa mengajak para pengusaha Singapura datang dan melihat Misi Pendidikan ini. Dengan begitu, mereka memiliki kesempatan untuk melakukan lebih banyak gotong royong. Bersumbangsih tidak selalu harus di Singapura saja. Kita juga bisa menanamkan semangat gotong royong melalui Misi Pendidikan seperti ini dan menurut saya ini sangat luar biasa. Saya berharap dapat membangkitkan jiwa amal mereka untuk menanam kebajikan,” jelas Treya.
Tresya, relawan Tzu Chi Singapura, menyampaikan bahwa semangat bersumbangsih tidak harus dilakukan di Singapura. Ia berharap Misi Pendidikan Tzu Chi School Batam dapat menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat gotong royong. Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi lahan Tzu Chi School Batam di Kawasan Terpadu Tanjung Uma, Batam, Sabtu, 26 September 2026.
Kehadiran para relawan bukan sekadar kunjungan untuk melihat sebuah lokasi pembangunan. Di atas lahan ini, mereka membayangkan sebuah tempat di mana anak-anak nantinya dapat memperoleh pendidikan akademik sekaligus belajar tentang budi pekerti, rasa syukur, menghormati sesama, menjaga lingkungan, dan menumbuhkan cinta kasih.
Harapan tersebut juga menjadi semangat bagi para relawan untuk turut mendukung pembangunan Tzu Chi School Batam. Mereka berharap sekolah ini nantinya tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan yang membantu anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepedulian, mampu memberikan manfaat bagi orang lain, dan membawa nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 32 pengusaha dari Singapura mengunjungi Aula Jing Si Batam dan lahan yang direncanakan menjadi Tzu Chi School Batam di Kawasan Terpadu Tanjung Uma, Kavling K-34-C, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Sabtu, 26 September 2026.
Melihat lahan yang hari ini masih dalam tahap awal, para relawan seakan sedang melihat awal dari perjalanan panjang. Dari sebidang tanah, perlahan akan tumbuh sebuah tempat pendidikan yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi banyak anak dan keluarga serta masyarakat di Batam.
Semangat untuk mewujudkan Gedung Tzu Chi School Batam pun menjadi tanggung jawab bersama. Dengan dukungan dan cinta kasih dari berbagai pihak, termasuk semangat bersumbangsih lintas negara, harapan yang hari ini masih berupa rencana diharapkan dapat berangsur menjadi kenyataan.
Editor: Anand Yahya