Menumbuhkan Kebaikan dan Menghadirkan Kehangatan Bagi Sesama

Jurnalis : Ardi Wijaya (Tzu Chi Medan), Fotografer : Tjendra Dermawan, Siswanto Tam, Dolivien (Tzu Chi Medan)

Relawan Tzu Chi Mendampingi Helper Silitonga Berkonsultasi Dengan dr. Otman SP.OT (K) di Rumah Sakit Setia Budi Medan karena kondisi kakinya membengkak beberapa hari setelah kecelakaan.

Helper Silitonga (68), salah satu Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi) tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Di bulan Agustus 2026 ini, Kaki prostetik yang dinantikannya akhirnya selasai dan relawan kembali mendampingi Helper Silitonga untuk mengambil kaki prostetiknya di Panti Rehabilitasi Disabilitas Fisik Harapan Jaya di Siantar.

Kisah Helper Silitonga ini dimulai saat ia mengalami kecelakaan pada Juni 2024. Kecelakaan tersebut menyebabkan kaki kanannya mengalami patah tulang dan terluka. Selama menjalani pengobatan, keluarga terus berupaya mendampingi dan mencari jalan terbaik bagi kesembuhan Helper. Namun, setelah lebih dari dua bulan menjalani pengobatan, kondisi kaki belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Selama itu pula, kaki kanannya semakin membengkak, menghitam dan mengeluarkan bau tidak sedap. Pihak keluarga pun kemudian mengajukan bantuan ke Tzu Chi.

Setelah berkas diterima, relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Petisah kemudian melakukan survei sekaligus kunjungan kasih ke rumah Helper Silitonga pada Minggu, 8 September 2024 di Perumahan Citra Kampung Lalang. Setibanya disana, relawan mendapati Helper Silitonga sedang terbaring lemah di tempat tidur, kaki kanannya tampak mengalami pembengkakan, pemandangan tersebut menyentuh hati para relawan.

Setelah mendapatkan data dan melihat kondisi langsung Helper Silitonga, relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Petisah segera mengadakan rapat bersama pengurus Misi Amal Relawan Tzu Chi Medan komunitas He Qi Cemara. Setelah berdiskusi dan mempertimbangkan kondisi yang ada, diputuskan untuk memberikan bantuan konsultasi dengan dr. Otman Siregar, Sp.OT (K) , dokter spesialis ortopedi  di Rumah Sakit Setia Budi Medan.

Setelah Helper Silitonga menjalani operasi amputasi di Rumah Sakit Adam Malik Medan, relawan menjenguk dan memberikan semangat untuk bangkit lagi.

Lalu pada Rabu, 11 September 2024 beberapa relawan mendampingi Helper Silitonga berkonsultasi dengan dr. Otman Siregar Sp.OT (K). Dari hasil pemeriksaan dokter menyampaikan bahwa infeksi pada kaki kanan Helper Silitonga telah mencapai tulang dan menyebabkan fungsi saraf pada kakinya tidak lagi bekerja dengan baik. Saat dilakukan pemeriksaan dengan memberikan tekanan pada bagian kaki kanannya, Helper Silitonga tidak merasakan apapun. Melihat kondisi yang dialami, dokter menyarankan agar segera dilakukan tindakan medis berupa operasi amputasi pada kaki kanan, dari bagian bawah lutut. Keputusan tersebut menjadi langkah medis yang perlu ditempuh untuk membantu menangani kondisi yang dialami Helper Silitonga.

Mendengar hal tersebut, Helper Silitonga merasa sedih dan menangis ketika mengetahui bahwa kakinya harus menjalani tindakan amputasi. Dokter kemudian memberikan penguatan agar ia tidak larut dalam kesedihan. Menurut dokter, mempertahankan kondisi kaki yang terus mengalami sakit dan infeksi justru dapat membahayakan nyawanya. “Kalau diamputasi, luka bekas operasi bisa mengering, bapak dapat menggunakan kaki prostetik dan kembali berjalan,” ujar dr. Otman Siregar.

Relawan yang mendampingi saat itu turut memberikan semangat kepada Helper Silitonga agar tetap tegar. Mereka menceritakan bahwa beberapa penerima bantuan Tzu Chi yang sebelumnya menjalani amputasi kini dapat kembali bekerja dan beraktivitas dengan menggunakan kaki prostetik. “Kami relawan akan mendampingi bapak, mulai dari proses operasi amputasi hingga bapak mendapatkan kaki prostetik,” ujar Ardi Wijaya, relawan yang menjadi pendamping Helper Silitonga.

Setelah Helper Silitonga menyatakan kesediaannya untuk menjalani operasi amputasi, relawan kembali menemui dr. Otman Siregar, Sp.OT (K). Dengan penuh harapan, relawan memohon kesediaan dokter untuk membantu menangani kondisi Helper Silitonga menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Dokter pun menyambut permohonan tersebut dan kemudian menetapkan jadwal operasi pada Senin, 23 September 2024 di Rumah Sakit Adam Malik Medan.

Beberapa waktu setelah operasi amputasi, kondisi jahitan dan luka operasi terlihat sangat baik saat diperiksa oleh dr. Otman Siregar SP.OT (K) di Rumah Sakit Setia Budi Medan.

Hari yang dinantikan akhirnya tiba. Pada Senin, 23 September 2024, Helper Silitonga memasuki ruang operasi pada pukul 14.00 WIB. Setelah menjalani proses operasi selama kurang lebih lima jam, operasi yang dilakukan oleh dr. Otman Siregar Sp.OT (K), akhirnya selesai pada pukul 19.00 WIB dan berjalan dengan lancar. Mendengar kabar baik tersebut, para relawan turut merasakan kebahagiaan.

Dua hari pascaoperasi, tepatnya pada Rabu, 25 September 2024, dengan penuh kasih dan kepedulian para relawan melakukan kunjungan kasih untuk melihat kondisi Helper Silitonga pascaoperasi amputasi. Kondisi kini tampak lebih segar dan bersemangat. Rasa Sakit yang selama lebih dari dua bulan dirasakan perlahan telah berkurang setelah menjalani operasi.  

Relawan Tzu Chi juga terus mendamping Helper Silitonga saat menjalani kontrol, perawatan luka bekas operasi, dan pergantian perban di Rumah Sakit Setia Budi Medan. Setelah beberapa minggu menjalani perawatan, pada Kamis, 10 Oktober 2024 relawan kembali mendampingi Helper Silitonga untuk membuka jahitan. Dokter mengatakan kondisi bekas luka operasi tampak sangat baik dan rapi. Tidak terlihat adanya luka dan tanda-tanda bernanah. Melihat proses pemulihan yang berjalan baik relawan turut merasa lega dan bersyuhkur.

Relawan Tzu Chi sedang mengamati pengukuran kaki prostetik yang dilakukan oleh dua suster Katolik di Panti Rehabilitasi Disabilitas Fisik Harapan Jaya Siantar.

Bantuan untuk Helper Silitonga tidak berhenti sampai disana.  Pada Sabtu, 12 April 2025, relawan Kembali mendampingi Helper Silitonga ke Pusat Rehabilitasi Disabilitas Fisik Harapan Jaya di Siantar untuk melakukan pengukuran kaki prostetik. Setibanya di sana, pengukuran belum dapat dilakukan karena Helper Silitonga masih perlu menjalani fisioterapi pada kaki kirinya agar kekuatan otot tetap terjaga. Sementara itu pada kaki kanan yang telah diamputasi masih dalam proses pemulihan. Pengukuran kaki prostetik akan dilakukan setelah kondisinya cukup stabil dan bagian yang diamputasi mengalami penyusutan dengan baik.

Setelah empat bulan menjalani fisioterapi, relawan kembali mendampingi Helper Silitonga ke Pusat Rehabilitasi Disabilitas Fisik Harapan Jaya pada Sabtu, 9 Agustus 2025, pada pertemuan kedua ini, hasil yang diharapkan masih belum terlihat. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Helper Silitonga untuk terus menjalani fisioterapi pada kaki kirinya, sementara kaki kanannya yang telah diamputasi mendapat perhatian dan perawatan yang sesuai. Dengan keteguhan hati, ia terus menjalani fisioterapi untuk melatih kaki kirinya. Selain mengikuti terapi di rumah sakit, ia juga tekun melakukan latihan dirumah.

Pada Jumat, 5 Juni 2026 relawan kembali mendampingi Helper Silitong ke Pusat Rehabilitasi Disabilitas Fisik Harapan Jaya. Kehadiran relawan disambut hangat oleh dua suster Katolik Harapan Jaya yang saat itu bertugas melakukan pemeriksaan dan pengukuran kaki. Dengan penuh perhatian dan kesabaran, mereka memeriksaan serta mengukuran kaki prostetik bagi Helper Silitonga. Pengukuran kaki kanan yang sebelumnya belum dapat dilakukan akhirnya berhasil dilaksanakan. Kabar baik ini disambut dengan rasa syuhkur dan sukacita oleh Helper Silitonga dan relawan yang mendampingi.

Kebahagiaan Helper Silitonga berkeliling menggunakan kaki prostetik barunya bersama para relawan Tzu Chi. Kini harapan untuk dapat berjalan dan beraktivitas bukan hanya mimpi bagi Helper.

Setelah menunggu, akhirnya kabar bahagia datang dari Panti Rehabilitasi Disabilitas Fisik Harapan Jaya. Hari itu, Sabtu, 8 Agustus 2026 kaki prostetik yang dinantikan Helper Silitonga akhirnya selasai. Relawan kembali mendampingi Helper Silitonga untuk mengambil kaki prostetiknya. Sesampainya di Panti Rehabilitasi Disabilitas Fisik Harapan Jaya, senyum bahagia terpancar dari wajah Helper. Ia lalu mencoba kaki prostetik dan merasa nyaman dengan kaki barunya.

“Puji syukur, saya merasa sangat senang dan bersyukur atas bantuan kaki prostetik yang diberikan Yayasan Buddha Tzu Chi. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tzu Chi dan para relawan yang telah hadir memberikan bantuan dengan penuh ketulusan. Semogah Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati setiap langkah para relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan,” ungkap Helper Silitonga.

Ardi Wijaya, relawan yang menjadi pendamping juga turut bersukacita. Setelah penantian dan perjuangan yang panjang, akhirnya Helper bisa memiliki kaki prostetik. “Apa pun kondisi dan tantangan yang dihadapi, pendampingan harus tetap dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan penuh ketulusan. Hal ini sejalan dengan semangat Tzu Chi, yaitu membantu mereka yang membuntuhkan dengan berlandaskan cinta kasih dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Ardi Wijaya.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Menumbuhkan Kebaikan dan Menghadirkan Kehangatan Bagi Sesama

Menumbuhkan Kebaikan dan Menghadirkan Kehangatan Bagi Sesama

10 Agustus 2026

Berkat bantuan Tzu Chi dan pendampingan relawan Tzu Chi Medan, Helper Silitonga kini bisa memiliki kaki prostetik untuk kembali berkativitas sehari-hari.

"Melangkah dalam Harapan Baru"

26 Agustus 2020

Bersama Yayasan Peduli Tuna Daksa Sadhu Vaswani Center dan Bank Sinarmas, relawan memberikan bantuan kaki palsu bagi yang membutuhkan. Pada hari Jumat 14 Agustus 2020, relawan berkumpul dan memberikan bantuan bagi empat anak penyandang disabilitas (tuna daksa).

Semangat Menggapai Mimpi dengan Bantuan Kaki Palsu

Semangat Menggapai Mimpi dengan Bantuan Kaki Palsu

24 Februari 2023

Tzu Chi Bandung memberikan bantuan pembuatan kaki palsu untuk Egi Permana, pemuda berusia 16 tahun yang kehilangan kaki kirinya karena kecelakaan. Tidak hanya itu, Tzu Chi Bandung juga merenovasi rumah keluarganya.

Orang yang berjiwa besar akan merasakan luasnya dunia dan ia dapat diterima oleh siapa saja!
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -