Menumbuhkan Kreativitas dan Cinta Kasih melalui Lomba Budaya Humanis

Jurnalis : Nurita Susanti (Tzu Chi Cabang Sinar Mas), Fotografer : 3in1 Xie Li Kalimantan Timur 1

Muhamad Harun, Ketua Xie Li Kalimantan Timur 1 sekaligus menjabat sebagai Regional Controller (RC) Kalimantan Timur 1 memberikan sambutan sekaligus memotivasi selurugh peserta lomba.

Kita yang menanam berkah, kita juga yang menuainya. Oleh karena itu, kita harus menyadari dan menghargai berkah yang dimiliki, serta terus menanamnya kembali."
(Kata Perenungan Master Cheng Yen)

Suasana Rumah Pintar Kebun Unit Muara Wahau Estate (MWHE), Kalimantan Timur, pada Sabtu, 29 Agustus 2026, dipenuhi semangat dan keceriaan. Anak-anak dengan penuh antusias mengikuti berbagai perlombaan dalam Lomba Budaya Humanis Tingkat Xie Li Kalimantan Timur 1.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya relawan Xie Li Kalimantan Timur 1 untuk memperkuat penerapan budaya humanis sekaligus menumbuhkan nilai cinta kasih, kreativitas, dan kebersamaan. Tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk berani tampil, mengembangkan potensi, serta memahami nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai perlombaan digelar untuk mengasah kemampuan peserta dengan cara yang menyenangkan. Dalam lomba bercerita, anak-anak belajar membangun keberanian dan kemampuan berbicara sekaligus menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada orang lain.

Sementara itu, Lomba Cepat Tepat Kata Perenungan mengajak peserta untuk menguji pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap kata-kata perenungan yang sarat dengan nilai kebijaksanaan, cinta kasih, dan kepedulian. Melalui lomba ini, anak-anak tidak hanya ditantang untuk menjawab dengan cepat, tetapi juga diajak memahami makna dari setiap pesan kebaikan yang dipelajari.

Hani Juwita memberikan arahan kepada peserta lomba menggambar.

Kreativitas peserta juga terlihat melalui Lomba Menggambar. Dengan goresan warna dan imajinasi, anak-anak menuangkan pemahaman mereka tentang nilai-nilai budaya humanis ke dalam karya seni. Melalui berbagai kegiatan tersebut, anak-anak belajar bahwa keberanian, kreativitas, kepedulian, dan cinta kasih dapat tumbuh melalui proses belajar yang menyenangkan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Xie Li Kalimantan Timur 1, pimpinan unit, PIC Lomba Budaya Humanis, relawan pembimbing peserta, serta orang tua peserta. Kehadiran para pendamping dan orang tua menjadi dukungan tersendiri bagi anak-anak untuk tampil dengan percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik mereka.

Muhamad Harun, Ketua Xie Li Kalimantan Timur 1 yang juga menjabat sebagai Regional Controller (RC) Kalimantan Timur 1, berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perkembangan anak-anak. “Melalui Lomba Budaya Humanis ini anak-anak diharapkan tidak hanya memiliki keberanian dan kreativitas, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai kebajikan, rasa syukur, kepedulian, dan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga berharap para orang tua dan relawan terus memberikan dukungan agar anak-anak selalu berani tampil dan berkreativitas,” ujarnya.

Bagi anak-anak, kemenangan memang menjadi sesuatu yang membanggakan. Namun, proses belajar untuk berani mencoba, percaya pada kemampuan diri, serta menghargai teman dan sesama menjadi pengalaman yang tidak kalah berharga.

Guru Turut Mewariskan Nilai Humanis
Semangat membangun budaya humanis dalam kegiatan ini tidak hanya ditujukan kepada anak-anak. Para guru pun turut mengambil bagian melalui Lomba Guru Inspiratif dengan tema “Mewariskan Nilai Budaya Humanis”. Dalam perlombaan ini, para guru ditantang untuk menunjukkan bagaimana proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai Grateful, Respect, dan Love kepada peserta didik.

Jennifer, salah satu peserta lomba bercerita dari unit Muara Wahau Estate memberikan penampilan yang penuh percaya diri saat membawakan ceritanya.

Penilaian dalam Lomba Guru Inspiratif meliputi kemampuan mencerminkan nilai budaya humanis, kreativitas dan inovasi, kesesuaian penyampaian materi dengan RPP, serta metode penyampaian pembelajaran. Melalui kegiatan ini, guru diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik, bukan hanya dalam hal akademik, tetapi juga dalam membangun karakter yang penuh rasa syukur, saling menghormati, peduli, dan mengasihi sesama.

Mohammad Arfan, relawan dari Gunung Kongbeng Swadaya yang juga menjabat sebagai Estate Manager Gunung Kongbeng Swadaya, turut memberikan masukan kepada para guru yang mengikuti Lomba Guru Inspiratif. Menurutnya, peran guru sangat penting dalam membangun masa depan anak-anak. “Guru bukan hanya berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai kebajikan. Guru juga perlu menghidupkan suasana di dalam kelas agar anak-anak tidak merasa bosan selama proses belajar mengajar,” ujarnya.

Lomba Guru Inspiratif pun menjadi bentuk apresiasi bagi para pendidik yang terus berupaya menyalakan semangat belajar sekaligus mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi penerus.

Lomba Budaya Humanis Tingkat Xie Li Kalimantan Timur 1 menjadi sebuah perjalanan belajar bersama. Anak-anak belajar untuk berani dan kreatif, sementara para guru terus mengembangkan cara untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan penuh makna.

Muhamad Harun memberikan bingkisan yang merupakan apresiasi kepada para peserta lomba.

Selain perlombaan kegiatan ini menjadi pengingat bahwa budaya humanis tidak hanya untuk dipahami atau diperlombakan, tetapi perlu dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pikiran yang baik, ucapan yang baik, dan tindakan yang penuh kasih, setiap orang dapat menjadi bagian dalam menebarkan kebaikan.

Dengan semangat Grateful, Respect, and Love, anak-anak, guru, relawan, dan orang tua bersama-sama belajar untuk mewariskan nilai-nilai kebajikan kepada generasi penerus. Karena menang memang menjadi sebuah kebanggaan, tetapi mampu menanamkan kebaikan di dalam hati dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari adalah kemenangan yang sesungguhnya.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Menumbuhkan Kreativitas dan Cinta Kasih melalui Lomba Budaya Humanis

Menumbuhkan Kreativitas dan Cinta Kasih melalui Lomba Budaya Humanis

18 September 2026
Xie Li Kalimantan Timur 1 menggelar Lomba Budaya Humanis di Rumah Pintar Muara Wahau Estate sebagai upaya menumbuhkan kreativitas, kebersamaan, juga cinta kasih.
 Benih-benih Cinta Kasih di Lomba Budaya Humanis

Benih-benih Cinta Kasih di Lomba Budaya Humanis

09 Mei 2019

Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Ketapang 1 dan 2 mengadakan Lomba Budaya Humanis pada Sabtu, 4 Mei 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 4 sekolah sekitar wilayah Perkebunan Sinar Mas wilayah Ketapang: Sekolah Eka Tjipta Kayung, Sekolah Eka Tjipta Yaharu, Sekolah Eka Tjipta Kenanga, dan Sekolah Eka Tjipta Kencana.

Belajar Memahami Kehidupan Lewat Karya dan Kata Perenungan Master Chen Yen

Belajar Memahami Kehidupan Lewat Karya dan Kata Perenungan Master Chen Yen

16 Desember 2025

Riuh tawa dan kreativitas mewarnai Aula Bunut, PT Indah Kiat Pulp and Paper Perawang, saat ratusan siswa YPPI Perawang dari tingkat TK hingga SMK mengikuti Lomba Budaya Humanis.

Orang yang selalu bersumbangsih akan senantiasa diliputi sukacita. Orang yang selalu bersyukur akan senantiasa dilimpahi berkah.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -