Menyambut Natal Dengan Rasa Syukur

Jurnalis : Calvin (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun), Fotografer : Calvin (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)


Paket Natal berisi makanan dan minuman ringan dibagikan kepada para penerima bantuan yang akan merayakan natal.

Menjelang Perayaan Natal 2020 yang tinggal menghitung hari, Relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun pada Jumat, 18 Desember 2020, memberikan 14 paket Natal untuk penerima bantuan yang akan merayakan Natal. Setiap tahunnya, pemberian paket Natal rutin dilakukan relawan Tanjung Balai Karimun dengan mengundang para penerima bantuan untuk bersama-sama merayakan Natal di kantor Tzu Chi Tj. Balai Karimun layaknya merayakan Natal bersama keluarga sendiri.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2020 ini dalam situasi kondisi pandemi Covid 19 yang kian menyebar di Indonesia, relawan Tzu Chi memutuskan untuk memberikan paket Natal dilakukan dalam empat sesi yang berbeda untuk menghindari kerumunan penerima bantuan. Setiap sesinya, para penerima bantuan dibatasi maksimal 4 sampai 3 orang untuk mengambil paket Natal secara bergiliran sesuai jadwal yang ditentukan oleh relawan.


Abdul Rahim (paling kanan) relawan Tzu Chi Tj. Balai Karimun didampingi Sukma relawan Komite Tzu Chi berfoto Bersama dengan salah satu penerima bantuan Tzu Chi.

Abdul Rahim (27) koordinator pemberian paket Natal ini mewajibkan para relawan dan penerima bantuan untuk memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak fisik saat kegiatan pemberian paket Natal berlangsung.

"Pembagian tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, relawan Tzu Chi mengadakan kegiatan atau acara di kantor Tzu Chi Karimun. Semua penerima bantuan yang merayakan Natal akan datang ke kantor. Tetapi tahun ini pembagiannya berbeda, mereka telah dijadwalkan tanggal dan harinya oleh relawan untuk mengambil paket di kantor Yayasan Tzu Chi, maksimal 3 sampai 4 orang secara bergiliran agar tidak terjadi kerumunan. Kita juga mewajibkan para relawan dan penerima bantuan untuk memakai masker saat kegiatan sedang berlansung," ungkapnya.


Esther Sinthayuniarti salah satu penerima bantuan Tzu Chi sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Tj. Balai Karimun yang mendampingi dan memberi semangat untuk kesembuhan dirinya. Harapan natal tahun ini ia ingin mendekatkan diri ke tuhan dan rajin beribadah.

Ada Sembilan orang relawan yang mendampingi penerima bantuan yang merayakan Natal. Pukul 09.00 WIB, para relawan bersiap-siap menyambut kedatangan para penerima bantuan. Para relawan secara bergiliran memberikan paket Natal sesuai relawan pendampingnya masing-masing.

Salah satunya Esther Sinthayuniarti (39) ia penerima bantuan tahun 2020 ini. Tahun lalu ia mengalami penyakit tumor pada ovarium rahimnya. Penyakit ini memaksa Esther untuk berhenti bekerja sebagai asisten rumah tangga karena kondisi kesehatan Esther yang kian memburuk. "Tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena tahun lalu saya mengalami sakit, dan tahun lalu saya juga belum tahu saya sakit apa, cuma saya merasa perut semakin membesar.


Ada 9 orang relawan Tzu Chi Tj. Balai Karimun yang menangani penerima bantuan khusus yang merayakan Natal di Tj. Balai Karimun.

“Berkat dukungan dan semangat dari relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun yang membantu mendampingi pengobatan saya dengan baik, mereka memberi dukungan kepada saya sehingga perjalanan pengobatan saya mulai dari RSUD hingga ke Otorita Batam berjalan lancar hingga pasca operasi” ungkap Esther.

“Bagi kami (keluarga Esther) yang tidak mampu merayakan Natal sangatlah berkesan. Karena saya sudah menjalani operasi, saya dan keluarga masih bisa berkumpul karena Tuhan memberi berkat melalui Yayasan Buddha Tzu Chi,” Ujar Esther dengan suara tersedu.


Relawan Tzu Chi memberikan bantuan paket Natal dengan penuh rasa hormat kepada para penerima bantuan.

Esther bertekad, di Hari Natal tahun ini ia ingin lebih dekat dengan Tuhan dan rajin beribadah. Ia sadar kuasa Tuhan lah yang memberikannya kesembuhan dan semangat dalam menghadapi cobaan hidup. "Semoga Natal tahun ini saya bisa terus selalu dekat dengan Tuhan. Saya mengakui di tahun-tahun sebelumnya, saya tidak terlalu dekat sama Tuhan. Hanya di waktu susah saja saya dekat sama Tuhan, di waktu senang saya mengabaikan Tuhan.

Di tahun ini Esther bertekad akan menjalani kehidupan yang bermanfaat bagi orang lain. Seperti salah satu kata perenungan Master Cheng Yen "Kehidupan ini penuh dengan penderitaan dan kesedihan, namun juga penuh dengan harapan dan cinta kasih."

Editor: Anand Yahya


Artikel Terkait

Menyambut Natal Dengan Rasa Syukur

Menyambut Natal Dengan Rasa Syukur

21 Desember 2020

Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun memberikan 14 paket Natal untuk penerima bantuan Tzu Chi yang akan merayakan Natal.

Berbagi Sukacita Menyambut Natal

Berbagi Sukacita Menyambut Natal

23 Desember 2020

Menyambut Natal yang sebentar lagi tiba, Tzu Chi Makassar berbagi kasih dengan membagikan bingkisan kepada Gereja Alfa Omega dan Panti Asuhan Titipan Kasih. Untuk adik-adik di panti, bingkisan yang diberikan sebanyak 70 paket, dan untuk gereja ada 100 paket.

Berbagi Kasih Sambut Natal dan Tahun Baru

Berbagi Kasih Sambut Natal dan Tahun Baru

22 Desember 2020

Oma dan Opa yang tinggal di Panti Werdha Kasih Ayah Bunda pagi itu, Senin 21 Desember 2020, tengah bersantai. Ada yang sedang menonton televisi, membaca koran, ada juga yang saling berbincang. Tak lama, beberapa relawan Tzu Chi dari He Qi Tangerang pun tiba dengan membawa bingkisan sembako.

Bekerja untuk hidup sangatlah menderita; hidup untuk bekerja amatlah menyenangkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -