Like Hermansyah, ketua He Xin 2 Jakarta, dalam pendalaman Misi Kesehatan menggarisbawahi pentingnya pelaksanaan bakti sosial kesehatan yang tepat sasaran dan berbasis kebutuhan setempat.
Seiring berkembangnya barisan relawan Tzu Chi dan semakin luasnya pelayanan kemanusiaan di Sumatera Utara, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia terus memperkuat fondasi organisasi agar setiap langkah pelayanan berjalan selaras dengan Visi dan Misi Yayasan Tzu Chi yang sama. Tahun 2026 menjadi tonggak penting ketika Medan resmi bertransformasi menjadi struktur He Xin Provinsi, sebuah perubahan yang memperkuat koordinasi sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai bagian dari proses tersebut, Tim He Xin 2 Jakarta melakukan kunjungan kerja sekaligus pembekalan intensif bagi para fungsionaris Tzu Chi Medan dan sekitarnya pada 17–20 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman, memperkuat struktur organisasi, serta meneguhkan semangat melayani dengan berlandaskan cinta kasih universal.
Menyamakan Visi, Menguatkan Langkah Pelayanan
Rombongan yang terdiri atas Like Hermansyah, Livia Tjin, Wylen Djap, dan Johnny Chandrina hadir untuk memberikan pendalaman mengenai struktur organisasi, penyelarasan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga penguatan filosofi 4 in 1. Pembekalan diikuti oleh jajaran pengurus mulai dari tingkat Kantor Cabang, He Xin, He Qi, Hu Ai, Xie Li, hingga para pembina dari luar kota.
Mengawali rangkaian pembekalan, Like Hermansyah menjelaskan bahwa perubahan struktur dari He Xin Pusat menjadi He Xin Wilayah atau Provinsi bertujuan memperkuat koordinasi dan menyatukan arah pelayanan di setiap daerah.
"Tahun ini ada pengembangan komunitas dari He Xin Pusat menjadi He Xin Wilayah/Provinsi. Salah satu tugas utama kami turun langsung adalah menyamakan pandangan dan membagikan semangat. Jika pandangan tidak diselaraskan, penyampaian kepada relawan di lapangan bisa berbeda-beda," jelas Like.
Menurutnya, tugas utama He Xin Provinsi bukan sekadar mengelola organisasi, tetapi juga memahami secara mendalam filosofi, Visi, dan Misi Tzu Chi agar dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing komunitas.
Dalam sesi mengenai Misi Kesehatan, Like menegaskan bahwa bakti sosial kesehatan bukan hanya bertujuan memberikan pelayanan medis kepada masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan sarana pelatihan diri bagi relawan, membangun jalinan kasih dengan masyarakat, sekaligus mempererat keharmonisan lingkungan.
Pendalaman Misi: Melayani Sekaligus Membina Diri
Pembekalan kemudian dilanjutkan oleh Johnny Chandrina, Wakil He Xin 2 Jakarta, yang mengulas secara komprehensif mengenai Misi Amal, Misi Tanggap Darurat, dan Misi Pelestarian Lingkungan.
Johnny Chandrina mengharapkan nilai-nilai kemanusiaan Tzu Chi dapat dilaksanakan dengan baik dan bijaksana.
Dalam pemaparannya, Jhonny menegaskan bahwa Misi Amal merupakan akar dari seluruh perjalanan Tzu Chi. Karena itu, setiap relawan perlu memahami SOP sebagai pedoman bersama agar pelayanan berjalan selaras. Namun demikian, SOP tetap harus diterapkan dengan kebijaksanaan sesuai kondisi di lapangan.
Ia mengingatkan bahwa tujuan utama Misi Amal bukan hanya membantu penerima bantuan keluar dari penderitaan, tetapi juga mendampingi mereka hingga mampu kembali hidup mandiri. Dalam setiap proses survei maupun pendampingan kasus, relawan juga diajak untuk senantiasa menjaga hati, baik hati penerima bantuan, sesama relawan, maupun hati diri sendiri.
Pada sesi Misi Tanggap Darurat, Johnny menjelaskan pentingnya respons yang cepat, tepat, dan humanis ketika bencana terjadi. Melalui koordinasi tim advance yang melakukan survei kerusakan dan pemetaan kebutuhan korban, bantuan dapat disalurkan secara efektif sesuai kondisi di lapangan.
Sementara itu, pada Misi Pelestarian Lingkungan, ia memperkenalkan lima arah utama pelestarian lingkungan, yaitu Peremajaan Pelestarian Lingkungan, Pola Hidup Ramah Lingkungan, Pengetahuan Pelestarian Lingkungan, Keluarga Ramah Lingkungan, serta Pelestarian Batin. Menurutnya, pelestarian lingkungan bukan hanya menjaga Bumi, tetapi juga menjadi sarana untuk menggalang lebih banyak Bodhisattva dunia.
Membangun Keharmonisan Melalui Struktur 4 in 1
Pendalaman materi berikutnya disampaikan oleh Livia Tjin yang membahas tata kerja organisasi, kebaktian, serta penguatan struktur 4 in 1.
Livia menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas antara He Xin dan He Qi agar roda organisasi berjalan harmonis.
Livia Tjin, memberikan materi tentang tata kerja organisasi, kebaktian, serta penguatan struktur 4 in 1. Pentingnya pembagian tugas yang jelas antara He Xin dan He Qi agar roda organisasi berjalan harmonis.
Wylen Djap Tim dari He Xin 2 Jakarta memberikan pendalaman tentang pentingnya kurikulum pelatihan Abu Putih (AP 1–4) sebagai bagian dari proses kaderisasi relawan. Wylen memberi kesempatan kepada jajaran pengurus untuk bertanya tentang kendala-kendala yang terjadi di komunitas.
"Prinsip utamanya adalah sepaham, sepakat, dan sejalan. Untuk mencapainya, kita harus melepaskan ego dan status. Bersumbangsih tanpa pamrih, tanpa mencari nama ataupun jasa," tegas Livia.
Livia juga mengingatkan pentingnya memberi perhatian (guan huai) dari relawan senior kepada relawan yang lebih baru. Saat ini, pembatasan maksimal dua proyek bagi setiap relawan diterapkan agar lebih banyak relawan memperoleh kesempatan belajar, sekaligus tetap mendapatkan pendampingan dari mentor yang berpengalaman.
Selaras dengan hal tersebut, Wylen Djap menjelaskan pentingnya kurikulum pelatihan Abu Putih (AP 1–4) sebagai bagian dari proses kaderisasi relawan.
"Sebagus apa pun sebuah kegiatan, apabila relawannya tidak harmonis, kegiatan tersebut belum maksimal. Indikator keberhasilan pelatihan bukan hanya jumlah peserta, tetapi hadirnya empat jenjang relawan Komite, APL, Abu Putih, dan Kembang yang saling mendampingi (pei pan)," tutur Wylen.
Menguatkan Semangat Relawan Hingga ke Daerah
Pada 20 Juli 2026, Tim He Xin 2 Jakarta bersama Lukman, Wakil Ketua Yayasan KC Medan, serta pengurus He Qi Tebing Tinggi melanjutkan kunjungan memberi perhatian (guan huai) ke Tanjung Balai, Pematang Siantar, dan Tebing Tinggi.
Rombongan tim He Xin 2 Jakarta dan wakil ketua Tzu Chi Medan berkunjung ke Tanjung Balai, Pematang Siantar ,dan Tebing Tinggi untuk memotivasi semangat relawan di luar kota.
Kunjungan ini bertujuan mempererat komunikasi sekaligus membuka ruang diskusi bersama para fungsionaris 4 in 1 di daerah.
Meskipun memiliki usia kepengurusan yang berbeda. Pematang Siantar telah berdiri selama 22 tahun, Tebing Tinggi selama 17 tahun, dan Tanjung Balai selama 4 tahun. Semangat para relawan di ketiga daerah tersebut tetap terlihat kuat dalam mengembangkan Misi Cinta Kasih Tzu Chi.
Ketua He Qi Tebing Tinggi, Wardi, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan Tim He Xin 2 Jakarta.
"Semoga pembekalan dari Tim He Xin 2 dapat terus memotivasi semangat relawan di daerah untuk memperpanjang barisan Bodhisattva dunia," ujarnya.
Menjadi Tonggak Penguatan Organisasi
Ketua Pelaksana Tzu Chi Medan, Steel Edwin, turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim He Xin 2 Jakarta. Menurutnya, pembekalan ini menjadi bekal penting agar seluruh fungsionaris di Sumatera Utara mampu berjalan dalam satu arah, saling menghormati, dan menjaga keharmonisan organisasi.
Hal serupa dirasakan oleh Juniaty, Wakil He Qi Deli.
"Pembekalan dua hari ini sangat padat dan membuka wawasan kami mengenai tugas serta tanggung jawab sebagai fungsionaris. Kami diingatkan bahwa keharmonisan organisasi tercipta dari sikap sepaham, sepakat, dan sejalan," ungkap Juniaty.
Rombongan Tim He Xin 2 Jakarta yang terdiri dari Like Hermansyah, Livia Tjin, Wylen Djap, dan Johnny Chandrina hadir untuk memberikan pendalaman struktur, penyelarasan sop, hingga penguatan filosofi 4 in 1. memberi kesempatan kepada jajaran pengurus untuk bertanya untuk hal hal yang terjadi dikomunitas.
Sementara itu, Aini Lidjaja dari He Qi Jati Medan mengaku memperoleh banyak pemahaman baru melalui pembekalan tersebut.
"Kami diajak untuk terlebih dahulu menyucikan hati sendiri sebelum mengajak orang lain. Pembekalan ini membuat kami semakin bersemangat menyebarkan ajaran Master Cheng Yen dan nilai-nilai Jing Si secara berkelanjutan," ucap Aini.
Selama empat hari, pembekalan ini tidak hanya memperkuat pemahaman mengenai struktur organisasi dan SOP, tetapi juga meneguhkan kembali semangat setiap relawan untuk terus melayani dengan hati yang tulus. Dengan landasan cinta kasih, kebijaksanaan, serta keharmonisan dalam struktur 4 in 1, relawan Tzu Chi Sumatera Utara diharapkan semakin siap memperpanjang barisan Bodhisattva dunia dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Editor: Anand Yahya