Aini Lidjaya (seragam biru putih), membacakan berita acara penyerahan bantuan dana pemerhati (uang tunai) kepada warga terdampak bencana angin puting beliung.
Bencana angin puting beliung yang disertai hujan deras melanda Kota Medan pada Selasa malam, 18 Agustus 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum yang tersebar di beberapa kecamatan, seperti Medan Johor dan Medan Baru. Wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di Kecamatan Medan Johor, khususnya Kelurahan Titi Kuning dan Suka Maju.
Mendapatkan informasi mengenai bencana tersebut, pada 20 Agustus 2026, Ketua He Qi Tim Tanggap Darurat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Medan, Eddy Halim, bersama beberapa relawan langsung turun ke lapangan untuk melakukan survei terhadap warga yang terdampak.
Eddy menjelaskan bahwa survei tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan yang dialami warga akibat bencana angin puting beliung, sehingga bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran. “Survei kami lakukan untuk melihat kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana angin puting beliung, sehingga dapat mengambil tindakan guna meringankan beban korban yang terdampak bencana. Harapannya, mereka dapat segera memperoleh kondisi yang lebih baik dan kembali menjalankan aktivitas secara normal,” ujar Eddy.
Ketua He Qi Tim Tanggap Darurat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Medan, Eddy Halim, bersama beberapa relawan melakukan survei ke rumah warga yang terdampak bencana angin puting beliung.
Berdasarkan hasil survei, terdapat 22 kepala keluarga (KK) yang mengalami kerusakan rumah, baik kategori ringan maupun berat akibat bencana tersebut. Oleh karena itu, pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sebanyak 9 relawan Tzu Chi mengadakan kegiatan penyerahan bantuan uang tunai (dana pemerhati) kepada warga terdampak. Bantuan diberikan sebesar Rp 1.000.000 (Satu Juta Rupiah) untuk rumah dengan kategori rusak berat dan Rp 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah) untuk rumah dengan kategori rusak ringan.
Sebagai koordinator kegiatan, Aini Lidjaya mengungkapkan keprihatinannya saat melihat langsung kondisi rumah warga yang terdampak bencana angin puting beliung. “Setelah kami melakukan survei langsung ke lapangan, ditemukan 23 KK yang mengalami kerusakan. Hari ini bantuan diberikan kepada 22 KK karena 1 KK sudah pindah tempat tinggal. Dari jumlah tersebut, terdapat 2 KK mengalami kerusakan ringan dan 20 KK mengalami kerusakan berat,” jelas Aini.
Ia menuturkan, sebagian besar rumah yang mengalami kerusakan berat kehilangan bagian atap akibat terjangan angin yang sangat kuat. “Ketika kami masuk ke dalam rumah mereka, kondisinya seperti berada di ruangan terbuka karena atap rumah sudah tidak ada. Bahkan ada satu rumah di mana spring bed sampai terangkat akibat kencangnya angin. Ada juga rumah milik Bapak Anto, yang saat kejadian masih berada bersama istri dan anak kecilnya. Mereka terpaksa bersembunyi di dalam lemari karena khawatir terbawa angin puting beliung,” ungkapnya.

Ekspresi haru dan bahagia salah satu warga penerima bantuan atas perhatian dan kepedulian Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Ada 22 keluarga yang mendapatkan bantuan dana pemerhati dari relawan Tzu Chi Medan.
Sementara itu, untuk kategori kerusakan ringan, sebagian besar hanya mengalami kerusakan pada bagian atap rumah yang terkelupas. “Saya merasa prihatin melihat kondisi warga. Saat kejadian, angin bertiup sangat kencang disertai hujan deras sehingga situasinya sangat menakutkan. Rumah warga yang terdampak berada di sekitar bantaran sungai, yaitu di Kelurahan Titi Kuning dan Suka Maju,” tambah Aini.
“Bencana tidak pernah diketahui kapan akan datang menghampiri kita akibat ketidakseimbangan unsur alam. Oleh karena itu, kita semua diharapkan dapat lebih menghargai sumber daya bumi dan menjaga kelestarian planet ini. Setelah menerima bantuan, meskipun jumlahnya tidak besar, para warga merasa terharu karena kehadiran Tzu Chi telah membantu meringankan penderitaan mereka,” ujar Aini.
Turut hadir dalam kegiatan serah terima bantuan, Kepala Lingkungan X Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Teguh Syahputra. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia atas kepedulian yang diberikan kepada warga terdampak.
“Di posko pengungsian sudah tidak ada lagi warga karena mereka telah kembali ke rumah masing-masing. Sebagai Kepala Lingkungan X, saya berterima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah memberikan bantuan. Kesedihan warga sedikit terobati karena dengan bantuan ini mereka dapat mulai memperbaiki kembali rumah mereka. Tzu Chi telah memilih (melakukan survei langsung-red) warga dengan kondisi kerusakan yang paling parah dan membutuhkan bantuan,” ujar Teguh.
Relawan Tzu Chi menyerahkan bantuan Nurlatifah dengan didampingi Kepala Lingkungan X Kelurahan Titi Kuning, Teguh Syahputra.
Dampak kerusakan akibat angin puting beliung pada 18 Agustus 2026 lalu. Musibah ini menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum yang tersebar di beberapa kecamatan, seperti Medan Johor dan Medan Baru.
Usai penyerahan bantuan, relawan Tzu Chi mengunjungi salah satu warga penerima bantuan yang tidak dapat hadir dalam acara tersebut, yaitu Nurlatifah. Kondisi rumahnya terlihat sangat memprihatinkan karena bagian atap rumah telah hilang akibat terjangan angin puting beliung.
Saat kejadian berlangsung, listrik padam, angin bertiup sangat kencang, dan hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Karena kondisi yang tidak memungkinkan, Nurlatifah bersama keluarga terpaksa mengungsi sementara ke posko. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah memberikan bantuan uang tunai. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan dapat turut meringankan beban untuk membangun kembali rumah kami,” ungkap Nurlatifah.
Editor: Hadi Pranoto