Mooncake Festival Tzu Chi Bandung: Merajut Kebersamaan, Menebar Cinta Kasih

Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung) , Fotografer : Muhammad Dayar (Tzu Chi Bandung)

Relawan Tzu Chi, relawan TIMA, serta Tzu Ching Bandung berkumpul dengan penuh kebersamaam untuk merayakan Festival Mooncake di Aula Jing Si Bandung.

Suasana hangat begitu terasa ketika para relawan Tzu Chi di Bandung berkumpul untuk merayakan Festival Mooncake pada Sabtu, 19 September 2026 di Aula  Jing Si Tzu Chi Bandung. Festival ini kerap kali dirayakan setiap tahunnya sebagai ajang untuk mempererat kekeluargaan para relawan. Mengusung tema Mooncake Of Love - Berbagi Rasa, Menebar Kasih menjadi kesempatan untuk mempererat tali kasih, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Bagi insan Tzu Chi, nilai kebersamaan itu kemudian diperluas. Kebahagiaan bukan hanya dinikmati bersama keluarga, tetapi juga dibagikan kepada orang-orang di sekitar. Suasana kebersamaan terasa, saling menyapa, senyum, canda, serta berbagai aktivitas bersama menciptakan suasana hangat yang membuat setiap orang merasa menjadi bagian dari satu keluarga besar.

“Kita mengadakan festival mooncake ini untuk menjalin kekompakan sesama relawan, dimoment ini menjadi ajang untuk saling menyapa satu sama lain biasanya kita ketemu dikegiatan disini kita berkumpul dengan suka cita main game dan ada nyanyi bersama juga,” ucap salah satu relawan Tzu Chi Bandung, Intan Vandhery.

Salah satu relawan Tzu Chi Bandung Intan Vandhery (kiri) yang aktif di bidang pendidikan, memaknai Festival Mooncake tersebut sebagai ajang mempererat kekeluargaan sesama relawan.

Para relawan menyiapkan makanan ringan seperti kacang-kacangan dan juga tentunya kue bulan yang dipotong menjadi beberapa bagian, mengandung filososi kebahagiaan manis bisa dibagikan ke sesama.

Mooncake Festival menjadi salah satu kesempatan bagi relawan untuk berhenti sejenak dari kesibukan dan kembali mengingat makna hubungan antarmanusia. Sejenak untuk berkumpul bersama menjadi hal yang sederhana namun berharga. Menikmati teh dan kue bulan, berbincang, serta mendengarkan cerita satu sama lain menjadi bentuk penghargaan terhadap jalinan kasih yang selama ini telah dibangun.

“Makna acara ini kan kumpul keluarag, ya meski kita berbeda dari latar manapun, dimanapun kita tetap di bawah lagit yang sama, jadi berbagi kebahagiaan bersama semua relawan yang hadir,” tambah Intan Vandhery.

Acara diisi dengan penuh sukacita dari awal hingga akhir, mulai dari permainan untuk mengasah kekompakan hingga menyanyi bersama. Tentunya ditemani kue bulan yang  dipotong dan dibagikan bersama, menghajarkan bahwa kebahagiaan itu bisa dirasakan bersama satu sama lain.

Fatimah (kiri) dan Yohanes Argo (kanan), berbagi pengalamannya sebagai relawan TIMA Bandung yang mendedikasikan diri melalui Misi Kesehatan Tzu Chi.

Pada kesempatan ini juga sekaligus memberikan apresisai kepada relawan medis Tzu Chi Internasional Medical Association (TIMA) Bandung, sebagai ucapan terima kasih atas dedikasinya dalam menjalankan misi kesehata. Beragam pelayanan kesehatan seperti degeneratif, pelayanan gigi, operasi katarak, dan bedah minor untuk msayarakat yang membutuhkan.

Para dokter dan tenaga kesehatan yang tergabung dalam TIMA Indonesia selama ini menjadi bagian penting dalam berbagai kegiatan pelayanan kesehatan. Dengan keahlian yang dimiliki, mereka menghadirkan perhatian dan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami mendapatkan apresisai ya ini bentuk penghargaan untuk kami TIMA, karena TIMA juga bagian dari  Tzu Chi untuk menjalankan misi kesehjatan dan juga beramal. Kami bukan hanya mengobati secara medis kita juga memberikan perhatian kepada mereka yang memang membutuhkan uluran tangan,” kata salah satu relawan TIMA Bandung, Yohanes Argo.

Apresiasi kepada TIMA Indonesia bukan sekadar penghargaan atas sebuah kegiatan, tetapi juga bentuk rasa terima kasih atas ketulusan dalam menjalankan semangat bersumbangsih dengan cinta kasih. Dedikasi para insan TIMA Indonesia menunjukkan bahwa sebuah profesi dapat menjadi jalan untuk berbuat kebajikan.
“Seneng sekali ya diacara mooncake ini biasanya kita kumpul dalam kegiatan baksos tapi kali ini kita bergembira makan kue ada game juga, ya jadi semangat untuk tetap menjadi bagian dari Tzu Chi,” tutur salah satu relawan TIMA Bandung, Fatimah.

Acara ini juga sekaligus memberikan apresiasi kepada relawan TIMA Bandung yang telah mendedikasikan ilmu dan waktunya untuk menebarkan cinta kasih melalui Misi Kesehatan Tzu Chi.

Seperti cahaya bulan purnama yang menerangi malam tanpa membedakan siapa yang berada di bawahnya, cinta kasih pun diharapkan dapat diberikan kepada siapa saja. Mooncake Festival akhirnya menjadi lebih dari sekadar sebuah perayaan. Ia menjadi pengingat untuk bersyukur atas kehidupan, menjaga keharmonisan, menghargai orang-orang yang berjalan bersama, dan terus berbagi dengan sesama.

Karena kebahagiaan yang dibagikan tidak akan berkurang. Sebaliknya, ia akan tumbuh menjadi kehangatan yang menerangi lebih banyak hati. Sepotong kue bulan menyatukan kebersamaan, sebuah apresiasi menguatkan langkah, dan cinta kasih menjadi alasan untuk terus memberikan pelayanan.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Festival Kue Bulan Penuh Sukacita

Festival Kue Bulan Penuh Sukacita

26 September 2018
Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya mengadakan perayaan festival kue bulan dengan mengundang para tamu undangan tim medis, relawan, dan seluruh donatur. Adanya acara festival kue bulan ini diharapkan ikatan jalinan jodoh relawan dengan dokter semakin erat.
Tzu Chi Selatpanjang Meramaikan Festival Kue Bulan

Tzu Chi Selatpanjang Meramaikan Festival Kue Bulan

20 September 2024

Relawan Tzu Chi Selatpanjang turut memeriahkan festival kue bulan dengan menggelar Pekan Amal Kue Bulan Cinta Kasih. Tahun ini, relawan sudah mendapatkan pesanan sebanyak 106 kotak dimana per kotaknya berisi 6 buah kue.

Harmoni Kebajikan dalam Festival Kue Bulan Tzu Chi

Harmoni Kebajikan dalam Festival Kue Bulan Tzu Chi

16 September 2019
Bertepatan dengan festival kue bulan, Tzu Chi Pekanbaru mengadakan kegiatan bertajuk Harmoni Kebajikan dalam Festival Kue Bulan Tzu Chi pada 7 dan 8 September 2019 di Mal Ciputra Seraya, Kota Pekanbaru. Kegiatan ini terdiri dari bazar kue bulan, pameran misi amal dan pelestarian lingkungan, serta donor darah. 
Cara untuk mengarahkan orang lain bukanlah dengan memberi perintah, namun bimbinglah dengan memberi teladan melalui perbuatan nyata.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -