Nasi Kotak Cinta Kasih Muda-Mudi Tzu Chi Pekanbaru

Jurnalis : Dea Paramita (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Dea Paramita, Denilson Weesan, Asriani, Yelina, Dennies Andersen (Tzu Chi Pekanbaru)

Tzu Ching Pekanbaru memasak serta membagikan 131 kotak nasi cinta kasih ke beberapa panti asuhan dan warga sekitar Kantor Tzu Chi Pekanbaru.

Pada Minggu, 14 Juni 2026, sebanyak 18 orang Tzu Ching (Muda-Mudi Tzu Chi) Pekanbaru dengan didampingi oleh relawan Tzu Chi Pekanbaru membagikan 131 kotak nasi ke beberapa panti asuhan dan warga sekitar Kantor Tzu Chi Pekanbaru. Dari 131 kotak nasi yang dibagikan, sebanyak 31 kotak nasi dibagikan ke Panti Asuhan Anugrah, 70 kotak nasi ke Panti Asuhan Amuri, dan 30 kotak sisanya dibagikan kepada masyarakat di sekitar Kantor Tzu Chi Pekanbaru.

Dengan tujuan berbagi kasih kepada sesama, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat kerja sama Tzu Ching Pekanbaru. “Kegiatan ini diadakan agar Muda-Mudi Tzu Chi bisa belajar memasak, menyalurkan cinta kasih dan kebahagiaan melalui pembagian nasi, juga mempererat kebersamaan. Selain itu dengan adanya kegiatan ini kami berharap dapat menumbuhkan cinta kasih universal dan peduli terhadap lingkungan dengan mengajak lebih banyak orang untuk belajar bervegetarian,” jelas Yelina, Wakil Ketua Tzu Ching Pekanbaru.

Anggota Tzu Ching Pekanbaru didampingi relawan Komite Tzu Chi Pekanbaru memasak makanan vegetarian untuk nasi kotak cinta kasih.

Sejak Sabtu, 13 Juni 2026, para Tzu Ching Pekanbaru telah mempersiapkan bahan-bahan sebelum dilanjutkan proses memasak pada Minggu, 14 Juni 2026. Dengan teratur, mereka mempersiapkan kotak yang akan diisi, memasak nasi, memotong sayuran, dan memasak bahan-bahan yang ada. Menu nasi padang dengan lima jenis lauk mereka kemas rapi untuk dibagikan.

Sebanyak 31 kotak nasi, dengan disertai roti dan pakaian layak pakai diantarkan oleh Tzu Chi Pekanbaru ke Panti Asuhan Anugrah.  “Kami sangat senang dan bersyukur karena kedatangan kakak-kakak dari Tzu Chi. Semoga Tuhan memberkati,” kata Dumaria dari Panti Asuhan Anugrah. Usai pembagian, anak-anak juga diajak untuk memeragakan isyarat tangan berjudul Satu Keluarga.

Sedangkan 70 kotak nasi lainnya diantarkan ke Panti Asuhan Amuri yang juga disertai roti dan pakaian layak pakai. “Kami sangat berterima kasih dan bersyukur kepada Tzu Chi yang telah datang hari ini. Semoga ke depannya Tzu Chi bisa sering ke sini,” kata Hanta, pengurus Panti Asuhan Amuri.

Selain ke panti asuhan, para warga dan pengguna jalan di sekitaran Kantor Tzu Chi Pekanbaru juga mendapatkan nasi kotak cinta kasih.

Setelah pembagian, masih terdapat 30 kotak nasi yang kemudian dibagikan kepada pengendara ojek daring, tukang parkir, dan warga di sekitar Kantor Tzu Chi Pekanbaru. Sebanyak tiga tim berpencar di sekitar dan membagikan kotak nasi tersebut dengan penuh cinta kasih.

Melalui kegiatan ini, Tzu Ching Pekanbaru berharap dapat mempererat kebersamaan dan kekompakan mereka, sambil berbagi kasih kepada sesama dan menggaungkan ajakan bervegetarian untuk melindungi bumi.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Banjir Jakarta: Nasi Bungkus untuk Warga Rusun Cinta Kasih

Banjir Jakarta: Nasi Bungkus untuk Warga Rusun Cinta Kasih

19 Januari 2013
Di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi ketinggian air sudah mencapai pinggang orang dewasa di dataran terendah dan sebatas paha orang dewasa di dataran tertinggi. Keadaan ini praktis melumpuhkan aktivitas warga rusun.
Perhatian Tulus Dalam Nasi Bungkus

Perhatian Tulus Dalam Nasi Bungkus

10 Maret 2023

Tzu Chi Singkawang menyalurkan bantuan berupa nasi hangat yang diantar langsung ke rumah-rumah warga yang masih tergenang banjir. Kemudian bagi yang berada di posko pengungsian diberikan bantuan paket perlengkapan mandi.

Banjir Jakarta: Welas Asih dalam Nasi Bungkus di Teluk Intan

Banjir Jakarta: Welas Asih dalam Nasi Bungkus di Teluk Intan

21 Januari 2013

Dalam masa tanggap darurat banjir di Jakarta, pembagian makanan hangat bagi korban terus dilakukan oleh para relawan Tzu Chi ke daerah-daerah yang membutuhkan.

Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -