Paket Bantuan untuk 1.300 Warga Rawa Lumpang

Jurnalis : Yuliawati Yohanda (Tzu Chi Tangerang), Fotografer : Binawan T, Yuliawati Y (Tzu Chi Tangerang)

Relawan He Qi Tangerang membagikan 1.300 paket Bantuan Sosial Peduli Covid-19, Minggu, 18 April 2021.

Hari Minggu yang cerah, 18 April 2021, sekitar pukul 07.00 WIB para relawan mulai berdatangan dan mempersiapkan distribusi Bantuan Sosial Peduli Covid-19 di Gedung Serbaguna Desa Salembaran Jati, Kampung Rawa Lumpang, Tangerang, Banten.

Sehari sebelumnya, 55 relawan yang terbagi dalam 25 tim membagikan kupon kepada warga setempat. Baksos yang diadakan pada 18 April 2021 tersebut merupakan rangkaian baksos yang telah diadakan ke-6 kalinya oleh relawan komunitas He Qi Tangerang.

Tunas Baru Bermunculan, Semangat Baru di Jalan Boddhisatwa

Pada baksos kali nampak beberapa muda mudi yang sangat bersemangat dan bersungguh hati mengerahkan tenaga mereka, salah satunya Yadi Hartono (22).

Yadi adalah seorang mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Buddhi Dharma, Karawaci, Tangerang. Ia menuturkan bahwa mumpung masih muda dan kuat, ia ingin ikut berbuat baik dan Tzu Ching merupakan tempat yang cocok baginya. Ketika baksos berlangsung, Yadi bertugas menyambut dan memberi arahan antrean para penerima bantuan, menjaga anak-anak kecil yang diajak orang tuanya untuk menunggu di kursi tunggu sementara ibunya mengambil paket bantuan.

Bantuan tersebut dibagikan di Gedung Serbaguna Desa Salembaran Jati, Kampung Rawa Lumpang, Tangerang, Banten


Yadi tidak bertugas sendiri, dia dibantu Noviyanti (26), relawan kembang yang baru ikut Sosialisasi Relawan Baru pada akhir Maret 2021. Dengan suara lantang dan sangat bersemangat, Novi memberi petunjuk untuk menjaga jarak antrean dan memberi arahan untuk mempersiapkan tangan mereka disemprot handsanitizer oleh Desi Loa yang bergabung bersama dirinya ke Tzu Chi.

Desi Loa lah yang mengajak Noviyanti bergabung ke Tzu Chi pertama kalinya karena dirinya kagum. “Tzu Chi merupakan organisasi yang besar tetapi sangat merasakan semangat kekeluargaan dan budaya humanis yang kental,” kata Desi.

Desi mengetahui Tzu Chi dari mantan Guru SMA-nya, yakni Hendra Attamano yang adalah relawan Tzu Chi. Saat itu Desi menghubungi Hendra untuk meminta tolong tentang pengajuan biaya berobat sang keponakan yang menderita liver dan pneumonia.

“Meskipun terasa lelah karena sejak bergabung dengan Tzu Chi akhir Maret lalu langsung ikut 6 baksos berturut-turut tapi rasa lelahnya tertutupi oleh rasa bahagia yang lebih besar karena telah bersumbangsih,” aku Desi.

Bantuan yang Tepat

Desi Loa menyemprotkan hand sanitizer di tangan para penerima bantuan sebelum memasuki lokasi pembagian paket bantuan.

Bantuan Sosial Peduli Covid-19 yang didistribusikan nyatanya sangat membantu warga. Salah satu warga, Amat (50), buruh garap sawah mengucapkan terima kasih. “Saya senang, bersyukur sekali mendapat paket bantuan ini. Terima kasih,” ungkapnya. Amat memang merasa terbantu karena kini ia tidak lagi bekerja menggarap sawah karena terkendala pandemi, sementara itu ia harus menghidupi keluarga dengan 4 orang anaknya.

Selain Amat, ada pula Iyam (42), seorang ibu rumah tangga yang suaminya adalah seorang penarik odong-odong. Sebelum pandemi, Iyam bercerita penghasilan suaminya bisa mencapai 70 ribu sehari, namun kini semua menjadi tak menentu. “Alhamdulillah karena ada tambahan bantuan beras, semoga pandemi segera berlalu,” harapnya.

Haji Agus Setiawan (44), Kepala Desa Salembaran Jati pun mempunyai harapan yang sama, semoga pandemi segera usai. Ia pun berterima kasih kepada relawan seraya bersyukur.

Apresiasi untuk Relawan

Iyam, seorang ibu rumah tangga yang suaminya adalah seorang penarik odong-odong bersyukur bisa menerima bantuan.

Lancarnya pembagian 1.300 paket Bantuan Sosial Peduli Covid-19 tak lepas dari kerja sama seluruh tim relawan dan aparat setempat. Hok Cun, koordinator kegiatan mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan juga warga. “Walaupun kita tahu beras 10 kg akan habis, tetapi semoga di bulan Ramadan, (bantuan ini) dapat meringankan beban warga. Ini merupakan kepedulian para Pengusaha NKRI dan Tzu Chi terhadap sesama saudara,” tutur Hok Cun.

“Sangat gan en kepada semua relawan yang begitu semangat dalam kegiatan pembagian kupon dan pembagian beras. Tiada rasa capek selama 5 minggu berturut-turut. Tiada kekhawatiran di masa pandemi. Semua bersatu hati, berbagi tugas, dan melakukan dengan sepenuh hati. Semoga rangkaian kegiatan ini membawa semangat cinta kasih dan kebijaksanaan pada diri semua relawan,” imbuh Johnny Chandrina, Ketua He Qi Tangerang Tangerang.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Bagi Beras di Kampung Simpak

Bagi Beras di Kampung Simpak

07 Oktober 2014
Tepatnya Jumat, 3 Oktober 2014, pukul 11.30 WIB, 35 orang relawan Tzu Chi Tangerang tiba di Kampung Simpak untuk melakukan survei dan pembagian kupon beras Cinta Kasih Tzu Chi. Keesokannya, 4 Oktober 2014, pukul 12.00 WIB, di Vihara Dharma Mulia, pembagian beras  dilakukan seusai warga melakukan kebaktian pagi.
Bantuan di Kala Gagal Panen

Bantuan di Kala Gagal Panen

10 Oktober 2014 Tzu Chi Tangerang kini kembali melakukan pembagian beras di wilayah berbeda. Target pembagian beras ini masih ditujukan bagi mereka yang membutuhkan di wilayah yang dilanda kekeringan dan gagal panen. Seperti kesempatan yang lalu, relawan masih menyisir wilayah perbatasan Tangerang dan Bogor.
Butiran Cinta Kasih untuk Warga Cilincing

Butiran Cinta Kasih untuk Warga Cilincing

29 September 2014

Hari Minggu, 21 September 2014, relawan Tzu Chi mulai berdatangan di lapangan RW 07 Asrama Brimob, Cilincing, Jakarta Utara untuk membagikan beras cinta kasih. Mereka mulai menyiapkan berbagai keperluan, seperti pemasangan line Tzu Chi, tenda, sound system, dan konsumsi yang dibutuhkan pada kegiatan ini. 

Sikap mulia yang paling sulit ditemukan pada seseorang adalah kesediaan memikul semua tanggung jawab dengan kekuatan yang ada.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -