Pemuka Agama saling berdoa untuk kebaikan bersama dalam gelaran Pemberkahan Akhir Tahun 2025 Tzu Chi Bandung.
Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Perwakilan Bandung kembali menggelar Pemberkahan Akhir Tahun (PAT) 2025 sebagai wujud rasa syukur dan refleksi atas berbagai misi kemanusiaan yang telah dilakukan sepanjang 2025. Acara yang menjadi tradisi tahunan ini menjadi momen penting bagi seluruh relawan, donatur, penerima manfaat, dan masyarakat umum untuk bersama-sama menutup dan menyambut tahun yang baru dengan semangat kebajikan dan pengabdian.
Acara dimulai dengan dentungan genderang Himne Ajaran Jing Si yang dibawakan oleh para relawan dan relawan muda mudi Tzu Chi, dengan irama yang tegas menyita perhatian 819 tamu yang hadir mulai dari relawan, staf badan misi, donatur, penerima manfaat hingga masyarakat umum.
Mengusung tema “Jangan Lupakan Tekad Awal Masa Celengan Bambu”, Pemberkahan Akhir Tahun kali ini mengajak seluruh peserta menengok kembali awal mula berdirinya Tzu Chi enam puluh tahun lalu. Semangat Tzu Chi yang berawal dari menyisikan uang belanja 50 sen setiap hari yang memberikan dampak luar biasa hingga sekarang.
Berbagai rangkaian acara diisi dengan penampilan Shou Yu (isyarat tangan) dari relawan komite dengan diiringi lagu Mo Wang, lalu dilanjut dengan penampilan paduan suara lagu Rang Ai Chuan Chu Qu, dan penmpilan Shou Yu dengan lagu Fa Hao Yuan Shuo Hao Hua oleh murid kelas budi pekerti.
Dentuman gendering Himne Ajaran Jing Si yang dibawakan oleh para relawan dan muda mudi Tzu Chi membuka gelaran acara PAT.
Relawan Komite Tzu Chi membawakan penampilan Isyarat Tangan lagu Mo Wang yang bermakna “Jangan lupakan masa itu, Jangan lupakan orang itu, Jangan lupakan niat itu”.
Sekian sesi ada kisah haru para penerima manfaat dari program Bebenah Kampung Renovasi 5.000 Rumah Tidak Layak Huni yang sedang dijalankan oleh Tzu Chi Indonesia dan Kementerian PKP RI. Para penerima manfaat yaitu Ikin, Ajat, Nur Faridah, dan Agus mereka hadir di PAT untuk bercerita betapa bahagianya mendapatkan bantuan dari program ini.
Sesi Sharing ini di pandu oleh relawan misi Pendidikan Tzu Chi Bandung, Laura Indrayani yang juga ikut terjun dalam program renovasi rumah tidak layak huni. “Melalui program bedah rumah, Tzu Chi hadir bukan hanya membangun Aladin (Atap, Lantai, dan Dinding), tetapi membangun kembali rasa aman dan harapan baru bagi mereka” ujar Laura dalam sesi Sharing.
Salah satu penerima mamfaat renovasi rumah, Ikin, menuturkan rasa bahagianya yang luar biasa. Rumah yang ditempatinya bersama saudaranya Ajat, dalam kondisi rapuh dan sewaktu-waktu bisa roboh kini berubah menajdi hunia yang aman.
“Dulu Bocor dan rapuh bisa roboh atap udah semua pada bolong ya rusak parah aja, sekarang udah di perbaikin enak gk ada bocor gak takut robih gak rusak lagi gitu kaya dulu enak bisa tidur aman juga makasih banyak Tzu Chi,” lirih Ikin.
Ikin dan Ajat yang berporfesi sebagai buruh harian lepas, mereka tak mampu memperbaiki rumahnya. Hal yang sama juga dirasakan oleh Nur Faridah dan Agus, penerima manfaat renovasi rumah lainnya yang juga begitu merasakan manfaat program ini.
“Dulu rumah kondisinya lembab, tidur juga ya enggak enak, dinding rembes jadi basah terus karena yak karena udah rusak. Sekarang bahagia banget bisa bagus rumah, dan anak-anak juga enggak malu lagi sama temen-temennya karena rumahnya udah bagus” ujar Nur Faridah.

Relawan Tzu Chi, Yanny, mensosialisasikan tentang Tzu Chi kepada tamu yang hadir sebelum acara dimulai.
Pada kesempatan ini juga ada sesi sharing dari penerima manfaat program Bebenah Ka,pung Renovsi 5.000 Rumah tidak Layak Huni dengan dimoderatori oleh relawan Tzu Chi, Laura Indrayani (tengah).
Pada kesempatan ini Tzu Chi Indonesia terus berupaya untuk menebar kebajikan mulai dari hal sederhana. Semangat celengan bambu pada acara pemberkahan kali ini mengingatkan kita untuk berbuat baik dari hal kecil yang berdampak besar.
“Bertemakan semangat celengan bambu mengingtakan kita akan sejarah awal mula Tzu Chi dari hal yang kecil yang bisa menolong sesama artinya menolong itu tidak susah dari hal yang kecil tapi bisa mempunyai dampak yang luar bisa seperti celengan bambu ini” tutur salah satu relawan Tzu Chi Bandung, Henny Rustandi.
Salah satu peserta yang hadir di PAT, Retno, begitu terpukai meskipun baru pertama kali mengikuti acara Tzu Chi Indonesia. Ia juga merasa tersentuh dengan kegiatan sosial yang telah dijalankan Tzu Chi Indonesia.
Acara yang dimulai sejak siang hingga sore hari ini disambut baik oleh tamu yang hadir. Tidak hanya acara inti, tetapi tamu yang hadir bisa melihat galeri jejak rekam perjalanan Tzu Chi di Bandung. Salah satu tamu yang hadir, Retno, merasa begitu terpukau dan tersentuh meskipun baru pertama kali mengikuti acara Tzu Chi.
“Kegiatannya sangat bagus, saya baru pertama kali ikut tapi acara ini bagus sekali, Tzu Chi bisa menolong siapapun tanpa perbedaan. Ternyata menolong dari hal kecil itu sangat bisa dari celengan bambu,” ucap Retno.
Diharapkan dari setiap langkah, niat baik, dan ketulusan hati yang ditanam acara ini dapat terus mengalir dan menginspirasi banyak orang. Diharapkan juga semangat ini bisa terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari, menebar cinta kasih, dan menjaga tekad awal Tzu Chi untuk selalu hadir bagi sesama.
Editor: Fikhri Fathoni