Peduli Korban Kebakaran Kemayoran, Tzu Chi Bagikan 375 Paket Bantuan

Jurnalis : Nur Al Fajar Rumsari, Fotografer : Fikhri Fathoni, Nur Al Fajar Rumsari

Relawan Tzu Chi membagikan 375 paket bantuan kebakaran kepada warga korban kebakaran di Kampung Pasar Haji Ung, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kebakaran yang terjadi di Kampung Pasar Haji Ung, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin malam, 1 Juni 2026, membuat ratusan rumah warga hangus dalam hitungan menit. Musibah kebakaran yang diduga terjadi akibat arus pendek listrik ini juga membuat beberapa warga terluka serta mengharuskan 1.800 warga mengungsi karena rumah-rumah mereka dilalap si Jago Merah.

Peduli dengan musibah kebakaran ini, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Pusat berkumpul untuk membagikan paket bantuan di posko pengungsian yang berlokasi di Jl. Kemayoran Gempol, No.47, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin, 8 Juni 2026.

Sebelum pembagian paket, koordinator kegiatan Yopie Budianto (tengah) para relawan Tzu Chi lainnya berkumpul untuk mendiskusikan alur pembagian kupon paket bantuan kepada korban kebakaran.

Yopie Budianto, selaku PIC kegiatan ini bersama dengan para relawan Tzu Chi lainnya mengawali pembagian paket bantuan ini dengan mendata Kartu Keluarga korban kebakaran yang sebelumnya telah disurvei dan membagikan kupon sesuai data. Ia juga menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan kebakaran ketiga kalinya yang terjadi di Kelurahan Kebon Kosong.

“Kami berharap semoga kedepannya tidak ada lagi kebakaran ini. Dan tentunya warga bisa menjaga masing-masing rumahnya termasuk sambungan listrik yang berpotensi terjadi korsleting (hubungan arus pendek listrik),” ucap Yopie.

Relawan Tzu Chi, Lani Mulianah mengunjungi lokasi kebakaran dan rumah-rumah warga yang terdampak bencana kebakaran di Kemayoran.

Selain membagikan kupon langsung ke posko tenda pengungsian, beberapa relawan juga  melihat kondisi rumah warga yang terbakar. Para relawan juga mengaku sangat prihatin dan berempati kepada warga yang mengalami musibah kebakaran ini. “Semoga ada pihak-pihak dapat menolong dan mengurangi penderitaan mereka,” ucap Lani Mulianah, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Pusat. “Mereka yang saat ini berada di tenda pengungsian pasti kepanasan dan kalau hujan ya kedinginan,” tambahnya.

Bergerak Untuk Bagikan Semangat
Sebanyak 375 paket bantuan kebakaran yang dikemas dalam boks kontainer disiapkan oleh relawan. Selanjutnya, warga yang telah mendapatkan kupon berbaris rapih untuk mengambil paket yang berisi selimut, baju, sandal, handuk, ember, gayung, air mineral, pakaian layak pakai, dan kebutuhan dasar lainnya untuk di pengungsian.

Para korban kebakaran yang menerima paket bantuan dari Tzu Chi merasa bahagia dan terbantu, seperti yang dirasakan Rasmini (45), warga RT 16/04 yang rumahnya hangus terbakar. Pada saat kejadian, ia sangat shock (terkejut) karena melihat rumah yang selama ini ia tempati bersama keluarga perlahan-lahan hangus dilalap api. Bahkan harta benda dan barang berharga miliknya juga tidak bisa diselamatkan. “Saya lebih milih melindungi nyawa saya, untungnya pada saat itu keadaan rumah sedang kosong,” tuturnya.

Dengan rasa penasaran, Rasmi membuka paket bantuan dari Tzu Chi yang diterimanya di dalam tenda pengungsian.

Sudah tujuh hari Rasmini berada di tenda pengungsian. Ia pun tak menampik bantuan yang ia terima dari Tzu Chi dapat mendukung kesehariannya selama berada di pengungsian. “Alhamdulillah, rejeki dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Saya sangat berterima kasih atas bantuannya, ini sangat membantu. Semoga Tzu Chi kedepannya bisa lebih baik dan banyak rezekinya dalam membantu yang membutuhkan,” tutur Rasmi.

Warga lainnya yang menerima bantuan dari Tzu Chi adalah Rejeh (55). Pada saat kejadian kebakaran, ia sedang berjalan pulang setelah menutup warung dagangannya. Rejeh pun panik saat melihat orang-orang berhamburan dan sudah banyak kepulan asap. Setibanya di dekat tempat tinggalnya, dari kejauhan rumahnya pun sudah dilalap api. Ia pun pasrah karena sudah tidak bisa menyelamatkan barang berharga miliknya. “Udah habis, ludes, di lahap si Jago Merah,” ucap Rejeh. “Dari kemarin, kalo di inget kembali pada saat kejadian, rasanya sangat sedih banget karena melihat rumah saya sudah rata dengan tanah,” turturnya sambil menahan tangis.

Lewat paket bantuan yang diterimanya dari Tzu Chi, ia pun berucap syukur. “Alhamdulillah, sudah dibantu sama Yayasan Buddha Tzu Chi. Terima kasih paket bantuan yang diberikan, ini sangat membantu,” ucap Rejeh.

Rejeh tampak bahagia melihat isi paket bantuan dari Tzu Chi Indonesia yang akan ia gunakan sehari-hari di pengungsian.

Yulianto selaku Ketua RW 05, Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat, juga turut berempati melihat kondisi warganya yang terdampak musibah kebakaran. “Sangat prihatin, karena mereka harus memikirkan bagaimana kedepannya pasca pengungsian ini, untuk tinggal dimana, ingin membangun uangnya darimana,” ucapnya.

Ia juga menceritakan kondisi warganyaa saat ini sudah sangat terbantu, kebutuhan sembako, bahan-bahan logistik, dan bahan kebutuhan dasar lainnya sudah tepenuhi. Dengan adanya bantuan paket kebakaran, Yulianto juga sangat mengapresiasi perhatian yang diberikan Tzu Chi kepada warganya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi, yang sudah mau peduli korban kebakaran di Kelurahan Kebon Kosong ini. Kami sangat senang, bantuan ini pastinya mengurangi beban hidup mereka, terima kasih,” ucap Yulianto.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Bantuan dan Santunan untuk Korban Kebakaran di Medan

Bantuan dan Santunan untuk Korban Kebakaran di Medan

20 Desember 2022

Tzu Chi Medan Mandala memberikan bantuan dan santunan kepada warga korban kebakaran di Jl. Pukat I Gg. Buntu, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung. 

Membuka Harapan Baru

Membuka Harapan Baru

11 Desember 2014 Salah satu relawan Tzu Chi yang turut membagikan bantuan menuturkan bahwa dirinya bersyukur pemberian paket bantuan  kebakaran ini dapat berjalan lancar.
Indahnya Kasih di Dunia

Indahnya Kasih di Dunia

21 Juli 2020

Setelah mengetahui barang bantuan yang dibutuhkan pasca kebakaran di Panti Asuhan Pondok Taruna, Senin 20 Juli 2020, pukul 15.00 WIB, Edi Sheen, relawan Tzu Chi segera membawa barang bantuan menuju panti asuhan dan diserahkan ke pengurus panti.

Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -