Relawan berkunjung ke Kantor Bupati Aceh Tamiang. Pertemuan ini bertujuan untuk mendalami perkembangan proyek serta memastikan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung.
Luka akibat banjir besar yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera Utara pada November 2025 perlahan mulai pulih. Di balik sisa-sisa material yang hanyut dan rumah-rumah yang rusak berat, kini mulai berdiri tegak ratusan fondasi baru yang membawa harapan bagi warga.
Yayasan Buddha Tzu Chi, melalui koordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, tengah memacu pembangunan 500 unit Hunian Tetap (Huntap) di Desa Tanjung Seumantoh.
Pada tanggal 9 Maret 2026, rombongan relawan Tzu Chi Medan, tim proyek, dan sekretariat eksternal Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Aceh Tamiang. Pertemuan ini bertujuan untuk mendalami perkembangan proyek serta memastikan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung.
Didampingi Sekda Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, relawan bersama-sama meninjau lokasi pembangunan 500 unit rumah hunian tetap di Tanjung Seumantoh, Aceh Tamiang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, menyambut hangat kehadiran tim. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Tzu Chi yang telah hadir sejak masa darurat, mulai dari penyaluran sembako, logistik, pengobatan, pembersihan sekolah, hingga pengerahan alat berat serta bantuan bagi rumah warga yang terdampak banjir.
"Bantuan ini luar biasa. Sebanyak 500 unit rumah ini sangat berarti bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggalnya. Saya sendiri merasa bangga menjadi bagian dari relawan Tzu Chi," ungkap Sekda Syuibun Anwar.
Mujianto, Ketua Tzu Chi Sumatera Utara mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, bupati, kepala desa, dan semua pihak yang telah mendukung, serta menyampaikan kepuasan atas mutu pembangunan, kecepatan pekerjaan, dan fasilitas yang didukung oleh pemerintah daerah.
Dalam diskusi tersebut, Andre, Kepala Departemen sekretariat eksternal Tzu Chi menekankan bahwa kecepatan pembangunan fisik rumah harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dasar. Tanpa adanya jalan lingkungan, jaringan listrik (PLN), sarana air bersih (PDAM), dan sistem drainase yang baik, rumah tersebut belum bisa disebut layak huni.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE, menginstruksikan dinas terkait untuk segera berkoordinasi dengan PLN, PDAM, dan Kementerian PUPR (BPPW) guna mengintegrasikan sarana air bersih, listrik, dan jalan. Ia juga menyetujui usulan sistem pengundian nomor rumah bagi warga agar berlangsung adil.
"Bantuan Tzu Chi sangat menyentuh hati masyarakat. Kami akan berkoordinasi mengenai infrastruktur juga mengupayakan agar pembangunan infrastruktur berjalan paralel dengan pembangunan rumah. Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah membantu pembangunan rumah hunian tetap bagi masyarakat kita di Aceh Tamiang," tegas Wakil Bupati Ismail, SE.
Sekda Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, menyampaikan bahwa bantuan pembangunan 500 unit rumah tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal total. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Tzu Chi serta merasa bangga dapat menjadi bagian dari relawan Tzu Chi.
Membangun Komunitas
Ketua Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto, membawa visi yang lebih luas untuk proyek ini. Beliau menegaskan bahwa lokasi ini tidak hanya akan menjadi sekumpulan bangunan, melainkan sebuah “Perumahan Cinta Kasih” yang diharapkan dapat menumbuhkan kehidupan komunitas yang harmonis.
Untuk mewujudkan hal tersebut, akan dilakukan berbagai upaya pembinaan bagi para penghuni. Program pendampingan warga akan dijalankan untuk mempererat rasa persaudaraan antarwarga. Selain itu, juga direncanakan pemberdayaan ekonomi melalui pembentukan koperasi guna membantu kemandirian finansial para penghuninya.
Dalam proses penempatan rumah, transparansi juga menjadi perhatian penting. Pengundian unit rumah direncanakan berlangsung pada April 2026 agar warga mendapatkan kepastian posisi rumah secara adil dan transparan.
Relawan merasakan sukacita atas pembangunan Perumahan Cinta Kasih di Desa Tanjung Seumantoh.
Progres Pembangunan
Setelah rapat koordinasi, rombongan langsung meninjau lokasi pembangunan 500 unit rumah di Tanjung Seumantoh, Aceh Tamiang. Saat ini, progres pembangunan fisik telah mencapai 35%. Kontraktor menargetkan bahwa pada bulan Mei 2026, sebanyak 100 unit pertama sudah selesai secara fisik.
Melihat langsung deretan rumah yang mulai berdiri, Sekda Syuibun Anwar kembali mengungkapkan rasa harunya. Ia membayangkan sekitar 1.500 jiwa (estimasi dari 500 KK) yang akan segera memiliki atap yang aman untuk berlindung. Ia pun berharap, semangat Tzu Chi dapat menginspirasi lebih banyak warga setempat.
Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang adalah bukti nyata bahwa ketika kemanusiaan bertemu dengan komitmen pemerintah, mukjizat pemulihan dapat terjadi. Harapan besar tersemat agar pada Mei 2026 nanti, warga yang kini masih mengungsi dapat melangkah masuk ke rumah baru mereka dengan rasa sukacita, nyaman, dan penuh martabat. Sebuah awal baru yang dibangun di atas fondasi cinta kasih.
Editor: Metta Wulandari