Pembangunan Huntap di Aceh: 96 Keluarga di Aceh Tamiang Terima Rumah Baru

Jurnalis : Julin (Tzu Chi Medan), Fotografer : Julin (Tzu Chi Medan)

Relawan Tzu Chi memverifikasi data warga penerima bantuan hunian tetap di Tanjung Seumantoh, Kabupaten Aceh Taming, Provinsi Aceh.

Antuasisme warga sudah terlihat di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi, Aceh Tamiang, sejak pagi hari warga berkumpul untuk verifikasi dan serah terima kunci rumah pada Minggu, 27 September 2026. Lokasi perumahan tersebut berada di Tanjung Seumantoh, Kabupaten Aceh Taming, Provinsi Aceh. Sebanyak 59 relawan Tzu Chi dari Medan, Aceh Tamiang, dan Jakarta hadir untuk menyaksikan momen bersejarah bagi warga terdampak bencana banjir di Aceh Tamiang. Kali ini, sebanyak 96 unit rumah serta furnitur diserahkan kepada warga yang terdampak banjir.

Salah satu relawan Tzu Chi Medan, Shu Tjeng, menyapa warga yang hadir di lokasi untuk mengikuti proses verifikasi data. Verifikasi ini menjadi salah satu tahapan sebelum warga menerima kunci rumah serta berbagai perlengkapan rumah tangga sebagai penunjang saat berada di hunian baru mereka.

Setiap unit rumah dilengkapi dengan sejumlah furniture dan kebutuhan rumah tangga, antara lain dua unit kasur, satu unit meja tamu, satu unit meja makan, satu unitsofa, dua buah selimut, serta dua buah bantal. Kehadiran perlengkapan tersebut diharapkan dapat membantu para penerima manfaat untuk segera menata kehidupan mereka kembali setelah terdampak bencana banjir pada akhir 2025.

Salah satu relawan Tzu Chi Medan, Elvi, menyerahkan kunci rumah hunian kepada salah satu penerima bantuan. Sebanyak 96 unit rumah diserahkan kepada warga.

Relawan Tzu Chi sekaligus koordinator kegiatan, menyerahkan selimut Tzu Chi kepada salah satu warga penerima bantuan rumah.

Dalam proses verifikasi data, relawan Tzu Chi juga menyampaikan sejumlah pesan kepada setiap penerima bantuan. Warga diimbau untuk menjaga kebersihan dan keasrian rumah serta lingkungan tempat tinggal baru mereka. Para penerima manfaat juga diingatkan bahwa rumah yang telah diberikan tidak diperbolehkan untuk dijual maupun disewakan kepada pihak lain.

“Jaga dan rawatlah rumah baru ini agar tetap kelihatan bersih, asri. Kerukunan antar warga penghuni disini tetap dipelihara, jadi lingkungan tetap aman, nyaman, harmonis. Hunian tetap ini tidak boleh dijual ataupun disewakan sesuai dengan kesepakatan yang ada,” tutur Shu Tjeng.

Duka Membawa Secercah Harapan Baru
Kebahagiaan atas diterimanya hunian baru turut dirasakan oleh Yusraini (50), warga Kampung Paya Awe, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Rumah yang sebelumnya menjadi tempat tinggalnya bersama keluarga hanyut terbawa banjir pada bencana yang terjadi di penghujung 2025.

Dalam kesehariannya, Yusraini berjualan kue berdasarkan pesanan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Setelah kehilangan rumah akibat bencana, ia kini mendapatkan kesempatan untuk memulai kembali kehidupannya di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Aceh Tamiang. Rumah tersebut menjadi harapan baru bagi Yusraini dan keluarganya untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan nyaman.

“Senang sekali, terharu, saya tidak menduga bisa dapat rezeki rumah baru kembali. Saya mendoakan kepada para relawan Yayasan Buddha Tzu Chi agar selalu diberikan kesehatan yang baik, kemudahan rezeki agar seterusnya tetap dapat membantu orang-orang yang berada dalam kesusahan, “ujar Yusraini.

Samsuddin beserta keluarga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi atas bantuan rumah yang diterimanya. 

Selain memberikan rumah untuk warga terdampak banjir, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia juga memberikan furnitur untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Rasa syukur yang sama juga dirasakan Samsuddin, warga Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Ia hadir bersama istrinya yang tengah mengandung serta dua orang anaknya yang masih kecil. Bagi Samsuddin dan keluarganya, keberadaan rumah baru menjadi sangat berarti setelah mereka melewati masa sulit akibat bencana.

Dengan adanya rumah baru tersebut, Samsuddin berharap keluarganya dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Rumah baru itu tidak hanya menjadi tempat berlindung, tetapi juga menjadi awal bagi keluarganya untuk menata kembali kehidupan dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi atas bantuan rumah baru yang telah diberikan kepada keluarga kami, sehingga kami dapat beraktivitas kembali dengan baik. Saya berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar memberikan kemudahan rezeki dan kesehatan yang baik kepada para relawannya, “ kata Samsuddin.

Bagi para penerima manfaat, penyerahan rumah ini bukan sekadar menerima sebuah bangunan baru. Di balik rumah-rumah tersebut tersimpan harapan untuk kembali memiliki kehidupan setelah melewati duka akibat bencana.

Melalui pendampingan para relawan dan semangat kebersamaan antarwarga, lingkungan perumahan ini diharapkan dapat berkembang menjadi tempat tinggal yang harmonis. Dari kehilangan yang pernah dialami, kini perlahan tumbuh harapan baru untuk membangun kembali kehidupan bersama keluarga.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Pembangunan Huntap di Aceh: Dari Huntara ke Huntap, Korban Banjir Aceh Utara Kembali Menata Hidup

Pembangunan Huntap di Aceh: Dari Huntara ke Huntap, Korban Banjir Aceh Utara Kembali Menata Hidup

08 Juni 2026
Tzu Chi bersama Pemkab Aceh Utara membangun rumah bagi korban banjir. Bantuan melalui proses verifikasi, pengundian, hingga penyerahan tahap awal 40 unit beserta perabotannya.
Pembangunan Huntap di Aceh: 96 Keluarga di Aceh Tamiang Terima Rumah Baru

Pembangunan Huntap di Aceh: 96 Keluarga di Aceh Tamiang Terima Rumah Baru

02 Oktober 2026

Sebanyak 96 keluarga terdampak banjir di Aceh Tamiang menerima rumah baru beserta furniture untuk menunjang kehidupan sehari-hari di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi, Aceh Tamiang.

Pembangunan Huntap di Aceh:  120 Keluarga Penyintas Banjir Memulai Kehidupan Baru

Pembangunan Huntap di Aceh: 120 Keluarga Penyintas Banjir Memulai Kehidupan Baru

16 Juli 2026

Melalui kepedulian Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, 120 keluarga penyintas banjir Aceh Tamiang akhirnya memiliki rumah baru dan kesempatan untuk kembali menata kehidupan.

Penyakit dalam diri manusia, 30 persen adalah rasa sakit pada fisiknya, 70 persen lainnya adalah penderitaan batin.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -