Siok Leng dan Laily, relawan Tzu Chi Medan, menyerahkan kunci rumah kepada salah satu warga penerima perumahan Tzu Chi Alue Papeun.
Antusiasme dan rasa bahagia terpancar dari wajah warga Aceh Utara. Sejak pagi, mereka telah mendatangi Perumahan Tzu Chi Gampong Alue Papeun, Kec. Tanah Jambo Aye, Kab. Aceh Utara untuk mengikuti rangkaian kegiatan penyerahan 80 kunci rumah dan furnitur dari total 130 unit rumah yang sedang dibangun. Sebelumnya, proses verifikasi lebih awal telah dilakukan pada 28 September 2026.
Sebanyak 33 relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia hadir untuk menyaksikan momen bersejarah bagi warga terdampak bencana banjir di Aceh Utara pada akhir 2025. Mereka terdiri atas 14 relawan Tzu Chi Medan, 14 relawan Tzu Chi Aceh dari Lhokseumawe dan Bireuen, serta lima staf dari Jakarta.
Kali ini, relawan Tzu Chi menyerahkan kunci 80 unit hunian tetap sekaligus furnitur bagi warga terdampak banjir di Alue Papeun, Aceh Utara. Staf Tzu Chi Jakarta, Andre Zulman, Head of External Relations & Social Project Yayasan Tzu Chi, turut menyapa warga yang hadir untuk mengikuti proses verifikasi data dan penyerahan furnitur berupa kasur, meja tamu, meja makan, sofa, bantal, dan selimut sebagai perlengkapan rumah baru mereka.
“Sesuai kesepakatan bersama antara pemerintah dan Yayasan Buddha Tzu Chi, kami meminta komitmen dari Bapak dan Ibu sekalian minimal 10 tahun agar tidak menjual maupun menyewakan rumah hunian baru ini. Rumah tersebut dapat diwariskan kepada anak cucu. Hendaknya selalu menjaga keasrian Huntap ini,” pesan Andre.
Turut hadir dalam kegiatan verifikasi, pengundian, dan penyerahan furnitur tersebut Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Djalil, S.E., M.M.; Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, SDM, dan Hubungan Kerja Sama Dr. Husnan, S.T., M.P.; Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara Dr. Fauzan, S.STP., MPA.; Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara M. Nasir, S.Sos., M.Si.; Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Apriyanto, S.H., M.H.; Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara Hilman Azazi, S.H., M.M., M.H.; serta Kepala Desa Alue Papeun Nasrul.
Relawan Tzu Chi Medan memperagakan bahasa isyarat tangan dengan lagu “Satu Keluarga”. Relawan mengajak para tamu undangan dan warga untuk turut memperagakan bahasa isyarat tangan dengan penuh sukacita.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, dilanjutkan dengan lagu “Mars Aceh” dan doa agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Penampilan isyarat tangan dengan lagu “Satu Keluarga” turut menarik perhatian para tamu dan warga yang hadir.
Relawan Tzu Chi Medan mengajak seluruh peserta untuk ikut memperagakan bahasa isyarat tangan yang sarat dengan pesan cinta kasih universal, persaudaraan tanpa batas, dan kebersamaan di tengah keberagaman.
Ketua Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto, menyampaikan pesan cinta kasih kepada warga Aceh dan para tamu undangan yang hadir.
“Hari ini Yayasan Buddha Tzu Chi menyerahkan 80 unit rumah berikut isinya berupa furnitur (kasur, meja makan, meja tamu, sofa, bantal, dan selimut Tzu Chi).
Terima kasih sebelumnya saya ucapkan kepada relawan Lhokseumawe, Bireun, Medan, maupun Jakarta yang turun ke lokasi untuk membantu. Titipan pesan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada warga penerima Rumah Cinta Kasih untuk menjaga kebersihan dan merawatnya, karena rumah ini merupakan sebuah bentuk kepedulian dari semua orang,” ucap Mujianto.
Ketua Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto, secara simbolis memberikan nasi tumpeng kepada Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Djalil, S.E., M.M. sebagai simbol rasa syukur atas pembangunan perumahan Tzu Chi di Gampong Alue Papeun, Kec. Tanah Jambo Aye.
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Djalil, dalam sambutannya yang mewakili Gubernur Aceh, mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, serta seluruh pihak yang telah bergotong royong mewujudkan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana.
“Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, dan seluruh pihak yang telah bergotong royong mewujudkan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana,” tutur H. Ismail A. Djalil.
H. Ismail A. Djalil mengatakan pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor bukanlah hal yang ringan karena membutuhkan waktu, koordinasi, dan semangat gotong royong dari berbagai pihak.
“Oleh karena itu, acara penyerahan kunci rumah di Perumahan Alue Papeun tidak hanya dimaknai sebagai penyerahan sebuah rumah, tetapi juga sebagai awal dari kehidupan baru untuk masyarakat penerima manfaat,” jelas H. Ismail A. Djalil.
“Kepada seluruh keluarga penerima rumah di Alue Papeun, kami menyampaikan selamat menempati hunian baru ini! Semoga rumah ini menjadi tempat yang aman, nyaman, penuh keberkahan, serta menjadi awal bangkitnya kembali kehidupan keluarga yang nyaman setelah melalui masa-masa sulit akibat bencana,” ucap H. Ismail A. Djalil.
Selain itu, H. Ismail A. Djalil mengajak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara beserta seluruh lembaga dan pihak terkait untuk terus mengawal proses pembangunan perumahan yang masih berjalan agar dapat dilaksanakan sesuai rencana. Pemerintah Aceh akan membangun koordinasi dan memberikan dukungan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
“Kita ingin memastikan bahwa proses pemulihan tidak berhenti pada pembangunan rumah, tetapi juga mencakup pemulihan kehidupan masyarakat secara menyeluruh, termasuk akses terhadap fasilitas dasar, lingkungan yang layak, serta kesempatan untuk kembali produktif. Kami berharap kolaborasi seperti ini tetap kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi kemanusiaan,” tutur H. Ismail A. Djalil dalam sambutannya.

Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Djalil, S.E., M.M., secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada salah satu warga penerima bantuan rumah yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Duka Membawa Harapan Baru bagi Warga
Bagi warga penerima manfaat, hunian baru ini bukan sekadar bangunan tempat tinggal. Setelah melewati masa sulit akibat bencana banjir, rumah tersebut menjadi ruang bagi mereka untuk kembali menata kehidupan bersama keluarga.
Amrizal (40), seorang wiraswasta dan ayah dari empat anak asal Kota Panton Labu, mendapat hunian di unit A12. Ia merasa sangat senang dan terharu menerima rumah baru dari Yayasan Tzu Chi.
“Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang sudah peduli dan membantu kami, korban bencana banjir. Untuk para relawan, semoga diberi kesehatan dan rezeki yang murah,” ungkap Amrizal.
Relawan Tzu Chi menyambut kedatangan para warga calon penerima rumah untuk dilakukan verifikasi data dan pengundian nomor rumah.
Ungkapan syukur juga disampaikan Nurhasanah Ismail melalui sebuah pantun yang ditujukan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi. Ia merasa sangat bersyukur karena telah mendapatkan bantuan hunian tetap.
“Kalau tidak karena bulan, tidaklah bintang meninggi hari.
Kalaulah tidak karena Yayasan Buddha Tzu Chi memberikan rumah kepada kami, tak mungkin kami memiliki rumah seperti ini.”
Nurhasanah mendoakan para relawan Tzu Chi agar diberikan umur panjang dan kemudahan rezeki. Ke depannya, ia juga akan menjadi penggerak komunitas relawan Tzu Chi di Perumahan Tzu Chi Alue Papeun.
Di antara rumah-rumah baru yang kini berdiri, harapan pun perlahan tumbuh. Bagi warga Alue Papeun, kunci yang diterima bukan sekadar tanda dimulainya kehidupan di hunian baru, tetapi juga menjadi pintu untuk menata kembali masa depan setelah melewati masa sulit akibat bencana.
Editor: Anand Yahya