Pembangunan Huntap di Sibolga: Verifikasi dan Pengundian Huntap Tahap Dua di Aek Parombunan

Jurnalis : Liani (Tzu Chi Medan), Fotografer : Liani (Tzu Chi Medan)

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto memberikan sambutan didampingi perwakilan Walikota Sibolga, TNI, dan jajaran Forkopimda Sibolga dalam kegiatan verifikasi dan pengundian Huntap tahap II di Aek Parumbunan.

Senyum haru dan rasa syukur menyelimuti Aula Nusantara, Kantor Walikota Sibolga, pada Minggu, 26 April 2026. Hari itu, Tzu Chi Indonesia bersama Pemkot Sibolga melakukan verifikasi dan pengundian 26 unit Hunian Tetap (Huntap) tahap ke-2 bagi warga korban banjir Sumatera. Kegiatan ini menjadi rangkaian titik balik bagi warga terdampak bencana alam yang selama ini berjuang menata kembali hidup mereka.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sibolga, perwakilan Walikota, serta 18 relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang datang khusus dari Medan dan Jakarta. Mewakili Dandim 0211/TT, Mayor Syaiful (Pabung/Plh. Kasdim) menekankan pentingnya keterbukaan dalam proses ini.

"Kami berterima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang tak henti membantu warga. Pengundian ini juga akan dilakukan secara terbuka dan transparan tanpa ada istilah 'main belakang', agar semua berjalan aman dan damai," tegas Mayor Syaiful.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto, mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang sudah terlaksana dan akan terus memantau proses pembangunan hingga tuntas. "Kami mengawasi agar hasilnya terbaik untuk warga. Meski cuaca sering hujan dan menjadi tantangan, kami tetap berkomitmen menyelesaikan hunian ini secepat mungkin. Selain rumah, warga yang akan menempati Huntap juga diberikan perabot berupa kasur, meja makan dan kursi, sofa, meja tamu. Semoga semua ini dapat membantu para warga terbantu," ujarnya.

Relawan Tzu Chi Jakarta, Andre yang juga Kepala Sekretariat Eksternal Tzu Chi Indonesia menjelaskan hal-hal yang tidak boleh dilakukan dengan rumah yang diberikan kepada warga.

Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan dan Umum Kota Sibolga, Abel Syaruz yang mewakili Walikota Sibolga menjelaskan bahwa verifikasi ketat dilakukan untuk memastikan keadilan. Beliau meluruskan isu-isu yang sempat simpang siur akibat ketidaksinkronan data lapangan.

"Kehadiran Buddha Tzu Chi adalah cermin semangat gotong royong bangsa kita yang tidak memandang suku dan agama. Kami memastikan bantuan ini tepat sasaran kepada korban yang benar-benar kehilangan tempat tinggal, bukan pemilik rumah sewa yang tinggal di luar kota," jelas Abel Syaruz.

Huntap di Aek Parumbunan, Sibolga ini pun telah dilengkapi fasilitas yang sangat memadai, mulai dari listrik dan air gratis biaya pasang, akses WiFi dari Telkom, hingga lokasi yang strategis yang dekat dengan sarana kesehatan, sekolah, dan sarana olahraga.

Dari Trauma Menuju Cahaya
​Dibalik proses administrasi, tersimpan kisah dari para penerima manfaat. Resmina Simanulang (72), menceritakan detik-detik mencekam saat rumahnya hancur diterjang lumpur dan batu pada siang hari saat terjadinya musibah. "Semua habis, emas dan uang hilang. Saya hanya bisa memeluk cucu dan berdoa. Hari ini, doa itu terjawab melalui rumah ini," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Salah satu calon penerima Huntap, Masjida Tanjung melakukan pengundian unit rumah dengan disaksikan oleh jajaran Forkopimda Sibolga, perwakilan Walikota Sibolga, serta Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara.

​​Kisah lainnya datang dari Masjida Tanjung (73). Akibat bencana ini, ia harus kehilangan enam anggota keluarganya sekaligus akibat tertimbun longsoran dan pohon besar saat Maghrib. Kini, meski masih membawa duka mendalam, hunian baru ini memberinya tempat berteduh yang lebih aman di masa senjanya.

Bagi para relawan, kegiatan ini bukan sekadar tugas, melainkan panggilan jiwa. "Kita harus banyak bersyukur dan lebih sadar lingkungan, terutama soal sampah. Saya ikut verifikasi ini karena ingin merasakan apa yang dirasakan korban dan ingin berbuat kebajikan lebih banyak lagi. Untuk para korban, tetap semangat karena perubahan pasti ada kalau kita berusaha," ungkap Maria Lee, salah satu relawan.

Warga yang telah lolos verifikasi dan pengundian unit rumah difoto dengan nomer rumah sebagi kelengkapan data.

Kegiatan Verifikasi dan Pengundian Huntap Tahap II di Aek Parumbunan ini bukan sekadar pembagian kunci rumah, melainkan simbol pemulihan martabat dan harapan. Dengan fasilitas yang lengkap dan lingkungan yang aman, warga Sibolga yang terdampak bencana kini dapat menatap masa depan dengan lebih tenang, membuktikan bahwa melalui gotong royong, beban seberat apa pun dapat dipikul bersama.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Pembangunan Huntap di Sibolga: Verifikasi dan Pengundian Huntap di Aek Parombunan Sibolga

Pembangunan Huntap di Sibolga: Verifikasi dan Pengundian Huntap di Aek Parombunan Sibolga

26 Maret 2026

Bencana Sibolga November 2025 menyisakan duka, namun kini berganti harapan. Melalui kolaborasi Tzu Chi dan Pemkot Sibolga, 200 unit Hunian Tetap dibangun di Aek Parombunan.

Pembangunan Hunian Tetap di Sibolga: Cerita Mevin Magdalena Bangkit dari Bencana

Pembangunan Hunian Tetap di Sibolga: Cerita Mevin Magdalena Bangkit dari Bencana

23 Desember 2025

Mevin Magdalena penerima hunian tetap Tzu Chi di Sibolga, kembali menata hidup dan menumbuhkan harapan masa depan yang lebih aman, usai rumahnya hancur diterjang bencana.

Tzu Chi Memulai Pembangunan 2.500 Hunian Tetap di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat

Tzu Chi Memulai Pembangunan 2.500 Hunian Tetap di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat

22 Desember 2025

“Ini merupakan tekad kami, agar para warga dapat segera kembali memiliki tempat tinggal dan menata kehidupan mereka,” kata Liu Su Mei, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Berlombalah demi kebaikan di dalam kehidupan, manfaatkanlah setiap detik dengan sebaik-baiknya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -