Relawan Tzu Chi melakukan verifikasi data warga calon penerima rumah di Aek Parombunan, Kota Sibolga.
Senyum haru dan rasa syukur menyelimuti Kantor Dinas Kesehatan Kota Sibolga, pada Selasa, 7 Juli 2026. Di kantor tersebut, hari itu Tzu Chi Indonesia bersama Pemkot Sibolga melakukan verifikasi dan pengundian 86 unit rumah tahap ke-3 bagi warga korban banjir Sumatera. Kegiatan ini menjadi rangkaian titik balik bagi warga terdampak bencana alam yang selama ini berjuang menata kembali hidup mereka.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran petinggi Kota Sibolga diantaranya Sekda Kota Sibolga, Polri, Dandim, Danrem, Kajari, Danlamal, TNI AU, serta 18 relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Medan dan 5 relawan Tzu Chi dari Jakarta. Mewakili Walikota Sibolga, Sekda Kota Sibolga Drs. Herman Suwito, M.M. memberikan pesan cinta kasih kepada warga yang berada di ruangan yang mengikuti undian untuk mendapatkan nomor rumah.
“Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang tanpa memandang perbedaan suku maupun agama telah membantu warga yang terdampak bencana banjir di Kota Sibolga untuk memiliki hunian baru lagi. Untuk saat ini, Pemkot Sibolga berusaha mempercepat pembangunan dan pengurusan sertifikat rumah. Selain rumah dan barang-barang yang diberikan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, juga akan diberikan beberapa fasilitas lain yang menjadi hak dari bapak-bapak dan ibu-ibu, diantaranya tempat bermain anak, mushola dan lapangan hijau,” ujar Drs. Herman Suwito, M.M.
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto, ikut melakukan pengundian rumah bersama warga.
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto, dalam kesempatan ini juga menyapa warga calon penerima batuan rumah. Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah membantu pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak banjir. Mujianto juga menambahkan bahwa Tzu Chi juga berkomitmen memastikan warga tidak hanya memiliki rumah, tetapi juga kenyamanan di dalamnya.
“Kami memberikan bantuan tambahan berupa perabot seperti sofa, meja makan, kasur, kursi dan meja tamu. Kami berharap proses ini cepat tuntas agar warga bisa segera menempati rumah baru mereka,” jelas Mujianto.
Harapan Baru di Rumah Baru
Di antara puluhan warga yang melakukan verifikasi dan pengundian nomor rumah, terselip kisah pilu dari Muna Handayani Sibagariang, seorang Yakult Lady yang kehilangan rumahnya akibat hantaman longsor pada November 2025 lalu.
Dengan berlinang air mata ia menceritakan kisahnya saat rumah yang mereka huni diterjang longsor. “Merinding mengingatnya. Lumpur bercampur air yang tingginya sekitar sepaha menutupi seluruh rumah. Yang bisa kami diselamatkan hanyalah beberapa berkas surat, harta benda yang lainnya ikut hanyut. Hanya ada sepotong pakaian yang melekat di badan, yang kulakukan hanya bisa menangis sambil berpelukan dengan saudara,” kenang Muna Handayani Sibagariang.
Muna Handayani Sibagariang dengan mata berkaca-kaca menceritakan musibah yang dialaminya sambil berterima kasih kepada Tzu Chi yang telah memberikan harapan baru bagi keluarganya.
Cukup lama Muna Handayani Sibagariang berada di pengungsian karena tak mau ikut relokasi. Namun menimbang rumah yang sudah rusak itu berada di zona merah ditambah lagi ada proyek pelebaran sungai, akhirnya ia pun bersedia pindah. “Berat sekali rasanya meninggalkan rumah lama karena ada banyak kenangan di dalamnya, selain itu rumah itu dibangun di atas tanah warisan bapak dan jerih payah keringat kami suami istri, walau bentuknya kecil tapi serasa sebagai tempat teraman di dunia,” ungkapnya.
Selain menyisakan duka, musibah yang menimpa Muna Handayani Sibagariang dan keluarga juga memiliki hikmah. Saat berada d pengungsian, suaminya mendapat panggila kerja. Mereka akhirnya juga mendapat bantuan rumah dari Yayasan Buddha Tzu Chi. “Alhamdulilah! Saya dapat no undian rumah di blok E no. 4. Nantinya saya berjualan, karena sejak direlokasi tidak bekerja. Terima kasih saya ucapkan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi dan pemerintah yang telah membantu mendapatkan rumah di Aek Parombunan. Semoga rumah yang baru dibangun ini kokoh serta jangan ada bencana alam lagi ke depannya,” ucap Muna Handayani Sibagariang.
Setelah mendapatkan undian nomor rumah, para warga penerima manfaat berfoto dengan kertas undian yang bertuliskan nomor dan blok lokasi rumah.
Djohar Djaja, relawan yang menjadi koordinator kegiatan berharap warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor dapat memulai kehidupannya lagi setelah menerima rumah. “Setelah mendapat bantuan rumah dari Yayasan Buddha Tzu Chi semoga bisa bermanfaat untuk kelangsungan hidup mereka dan bisa beraktivitas kembali secara normal,” jelasnya.
Editor: Arimami Suryo A.