Pembangunan Huntap di Sumatera: Percepat Pengerjaan, Tzu Chi dan Kementerian Tinjau Huntap di Tapanuli Utara

Jurnalis : Fikhri Fathoni , Fotografer : Fikhri Fathoni

Relawan Tzu Chi bersama Menteri PKP RI, Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian meninjau lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga penyintas bencana di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara.

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI dan Kementerian Dalam Negeri, meninjau pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Kamis, 26 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dan lembaga kemanusiaan dalam pemulihan pascabencana, serta menunjukkan komitmen untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak.

Peninjauan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri PKP RI, Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Kegiatan ini bertujuan memastikan pembangunan hunian tetap berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Kehadiran kedua menteri sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara kementerian terkait dan lembaga sosial dalam menangani dampak bencana, baik dari sisi pembangunan fisik maupun perlengkapan pendukung bagi warga.

Salah satu relawan Tzu Chi Medan, Timmy Jawira, meninjau bagian interior hunian tetap untuk warga penyintas bencana.

Menteri Maruarar Sirait mengatakan, bahwa proses pembangunan dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan relawan Tzu Chi. Partisipasi masyarakat dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki dan memperkuat keberlanjutan hunian tetap.

"Ada masukan dari unsur masyarakat, juga dari Yayasan Buddha Tzu Chi melalui Pak Mujianto yang sangat berpengalaman, dan semua prosesnya disaksikan. Dengan pengalaman Pak Mendagri, kami bekerja dengan benar sesuai aturan," jelas Maruarar Sirait.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto, mengapresiasi kerja sama lintas sektor dalam pembangunan tersebut. Meski demikian, ia mengakui adanya kendala cuaca yang sempat memperlambat proses pengerjaan. Hujan deras yang terus mengguyur kawasan tersebut menjadi tantangan tersendiri.

"Di sini cukup bagus. Memang pengerjaannya sedikit terlambat karena situasi cuaca, tapi untuk kualitas pembangunan harus diakui baik," ujar Mujianto.

Tampilan hunian tetap yang sudah selesai dikerjakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan pemerintah.

Yayasan Buddha Tzu Chi dan Kementrian PKP RI berkomitmen untuk membangun 103 hunian tetap untuk warga penyintas bencana.

Selain membangun hunian, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia juga menyediakan perlengkapan rumah tangga bagi warga penerima manfaat, seperti kasur, sofa, dan meja makan, guna meningkatkan kenyamanan penghuni. Upaya ini menunjukkan perhatian lembaga kemanusiaan terhadap kesejahteraan warga, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan rumah, tetapi juga lingkungan yang layak huni untuk memulai kembali kehidupan mereka setelah bencana.

"Rata-rata huntap yang dibangun Tzu Chi di Sumatera Utara sudah dilengkapi furniture dan perlengkapan rumah tangga. Ini agar penghuni merasa nyaman dan tidak terbebani lagi," tambah Mujianto.

Relawan Tzu Chi berkomunikasi dengan calon penerima hunian tetap, salah satunya adalah Ratna Pasaribu. Ia mengaku terbantu dengan kehadiran Yayasan Buddha Tzu Chi dan pemerintah.

Sementara itu, warga Desa Dolok Nauli menyampaikan rasa syukur atas pembangunan hunian tetap tersebut. Kehadiran pemerintah dan Tzu Chi dianggap sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Salah satunya Ratna Pasaribu yang mengaku terbantu dengan kehadiran Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan pemerintah.

"Terpujilah Tuhan, saya sangat bahagia dan berterima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi dan pemerintah. Saya kagum dengan kedekatan mereka kepada masyarakat terdampak bencana di Desa Dolok Nauli. Rumah yang sudah jadi kualitasnya juga memuaskan," ungkap Ratna Pasaribu.

Untuk daerah Tapanuli Utara sendiri, Yayasan Buddha Tzu Chi dan Kementrian PKP RI berkomitmen untuk membangun 103 hunian tetap untuk warga. Dengan kolaborasi dari banyak pihak, diharapkan dapat selesai dan hasilnya memuaskan, dan dapat menjadi fondasi bagi pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat, karena rumah yang layak akan memberikan rasa aman, stabilitas emosional, dan kesempatan untuk memulai kembali kegiatan sehari-hari dengan lebih baik.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Pembangunan Huntap di Sumatera: Percepat Pengerjaan, Tzu Chi dan Kementerian Tinjau Huntap di Tapanuli Utara

Pembangunan Huntap di Sumatera: Percepat Pengerjaan, Tzu Chi dan Kementerian Tinjau Huntap di Tapanuli Utara

30 Maret 2026

Untuk mempercepat hunian penyintas bencana, Tzu Chi, Kementerian PKP dan Kementerian Dalam Negeri meninjau lokasi pembangunan.

Pembangunan Hunian Tetap di Sumatera Utara: Percepatan Pembangunan Huntap di Tapteng dan Tapsel

Pembangunan Hunian Tetap di Sumatera Utara: Percepatan Pembangunan Huntap di Tapteng dan Tapsel

09 Januari 2026

Tzu Chi Indonesia melakukan penandatanganan Surat Perintah Kerja (SPK) untuk pembangunan Huntap di Tapteng dan Tapsel.

Pembangunan Hunian Tetap di Sumatera Utara: Bergerak Cepat, Tzu Chi dan Pemerintah Tandatangani SPK

Pembangunan Hunian Tetap di Sumatera Utara: Bergerak Cepat, Tzu Chi dan Pemerintah Tandatangani SPK

09 Januari 2026

Memasuki awal tahun 2026, Tzu Chi mulai mengintensifkan konsolidasi pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak banjir di Sumatera.

Kita harus bisa bersikap rendah hati, namun jangan sampai meremehkan diri sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -