Pembangunan Huntap di Tapsel: Warga Siap Berlebaran di Rumah Baru
Jurnalis : Liani (Tzu Chi Medan), Fotografer : Liani, Amir Tan (Tzu Chi Medan)
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto, bersama Andre dan para relawan melakukan seremoni penyerahan rumah baru kepada Kamin di kawasan Hunian Tetap Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Bagi Kamin, warga Dusun Sukamaju, rumah baru yang ia lihat di depan matanya hari itu terasa seperti jawaban atas doa-doa panjang yang ia panjatkan sejak bencana banjir bandang melanda akhir November 2025 lalu. Ia masih mengingat bagaimana banjir setinggi dua meter menimbun rumahnya dengan pasir hingga setinggi pinggang. Sejak saat itu, ia bersama keluarganya harus tinggal di tempat pengungsian, menunggu kepastian akan masa depan mereka.
Kini, harapan itu perlahan menjadi nyata. “Ini kado menjelang Idulfitri. Kami bisa lebaran di tempat yang jauh lebih layak dibanding pengungsian. Alhamdulillah akhirnya kami bisa menempati rumah yang layak kembali. Terima kasih, hanya Tuhan yang bisa membalas semuanya,” ucapnya penuh syukur.

Kamin, salah satu warga penerima hunian tetap, tampak penuh sukacita saat pertama kali memasuki rumah barunya. Ia menyebut rumah tersebut sebagai kado menjelang Hari Raya Idulfitri bagi keluarganya.
Kisah serupa juga dirasakan Suci Alfia Insani (19). Dalam bencana tersebut, ia kehilangan kedua orang tua dan adiknya. Meski duka masih membekas, Suci berusaha tegar saat menata perabotan di rumah barunya. Bagi Suci, rumah ini menjadi titik awal untuk menata kembali kehidupan bersama adik yang tersisa.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Bapak dan ibu sudah memberi bantuan kepada kami. Kami sangat bahagia karena bantuan ini. Tidak bisa dipungkiri, kami benar-benar bahagia mendapatkan rumah baru,” ungkap Suci.
Kisah-kisah haru itu mewarnai suasana di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, saat sebanyak 71 unit Hunian Tetap (Huntap) resmi diserahkan kepada warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan pada Minggu, 15 Maret 2026.

Camat Batang Toru, Mara Tinggi Siregar, S.TP., M.M., yang hadir mendampingi Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang diberikan. Ia menyebut bantuan hunian tetap ini sebagai “kado terindah” bagi warga yang terdampak bencana banjir.
Pembangunan ini merupakan langkah nyata percepatan yang dilakukan oleh Tzu Chi untuk memastikan para warga dapat merayakan Hari Raya Idulfitri kediaman yang layak, aman, dan penuh kenyamanan.
Tzu Chi tidak hanya mendirikan bangunan di atas lahan seluas 8 x 12 meter, tetapi juga memastikan isi di dalamnya siap huni. Sebanyak 150 paket perabotan yang terdiri dari kasur, bantal, sofa, meja dapur, hingga rak TV didatangkan langsung dari Medan agar para warga dapat segera menempati rumah baru mereka dengan nyaman.
Andre, Kepala bagian External Relation Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sekaligus relawan Tzu Chi, menekankan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Tzu Chi, juga kado menjelang Idulfitri bagi warga.

Suci Alfia Insani (kanan) tampak bahagia saat menata perabot rumah yang diserahkan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi di hunian barunya. Bantuan tersebut menjadi awal baru setelah rumah lamanya hanyut akibat bencana.
“Hunian yang Tzu Chi berikan bukan hanya rumah, tetapi juga memikirkan bagaimana rumah ini benar-benar layak ditinggali. Ada furnitur untuk berinteraksi dengan keluarga. Kami berharap ini memberikan kenyamanan dan menambah kebahagiaan mereka,” ujarnya.
Apresiasi Pemerintah Setempat
Camat Batang Toru, Mara Tinggi Siregar, S.TP., MM., yang hadir mendampingi Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara Mujianto, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang diberikan kepada warga terdampak bencana.
Ia menyebut bantuan tersebut sebagai “kado terindah” bagi masyarakat yang selama beberapa bulan terakhir harus hidup dalam keterbatasan setelah kehilangan tempat tinggal akibat banjir.
“Puji syukur dan terima kasih sedalam-dalamnya. Bantuan ini menjadi kado terindah bagi warga kami yang terdampak banjir. Impian agar warga bisa masuk rumah baru sebelum Lebaran, alhamdulillah tercapai. Kami akan berkoordinasi dengan vendor agar instalasi listrik dan air segera tuntas, sehingga warga semakin nyaman,” jelas Mara Tinggi.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto, mengungkapkan rasa syukur dan sukacita karena dapat membantu warga yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana.
Penyerahan kunci di Desa Hapesong Baru ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah reruntuhan bencana, solidaritas kemanusiaan mampu membangun kembali sendi-sendi kehidupan. Sebanyak 71 unit dari total rencana 227 hunian kini telah berdiri kokoh.
Menjelang gema takbir Idulfitri, para warga yang sebelumnya hidup dalam kecemasan kini dapat menatap masa depan dengan lebih tenang. Di rumah baru mereka, harapan pun perlahan tumbuh kembali.
Editor: Metta Wulandari
Artikel Terkait
Pembangunan Huntap di Tapsel: Warga Siap Berlebaran di Rumah Baru
18 Maret 2026Kamin dan Suci Alfia akhirnya dapat menempati rumah yang layak setelah banjir merusak tempat tinggalnya. Ini menjadi momentum dan harapan baru untuk menata kembali kehidupan mereka.
Pembangunan Huntap di Tapsel: Jelang Idulfitri, 71 Keluarga di Tapanuli Selatan Terima Hunian Tetap
18 Maret 2026Tzu Chi menyerahkan 71 unit hunian tetap tahap pertama yang telah rampung kepada warga terdampak bencana di Tapanuli Selatan. Sisa pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap.







Sitemap