Pemberkahan Akhir Tahun 2025: Berdoa dan Bersumbangsih di Tanjung Pinang

Jurnalis : Agus (Tzu Chi Batam), Fotografer : Hoslan, Rudi (Tzu Chi Batam)

Pada 8 Februari 2026, relawan Tzu Chi Batam dan Tanjung Pinang mengadakan Pemberkahan Akhir Tahun 2025 di Restoran Kelong Shangrila, Tanjung Pinang yang ini diikuti 147 tamu dan 44 relawan.

Pada 8 Februari 2026, relawan Tzu Chi Batam dan Tanjung Pinang kembali mengadakan Pemberkahan Akhir Tahun 2025 di Restoran Kelong Shangrila, Tanjung Pinang. Kegiatan yang dilaksanakan kurang dari dua minggu menjelang Tahun Baru Imlek ini sempat menimbulkan kekhawatiran bagi koordinator acara, Ridwan.

Menurutnya, biasanya ketika tanggal dan waktu acara telah ditetapkan, kegiatan akan berjalan sesuai rencana. Namun, tahun ini berbeda. Acara yang sebelumnya telah dijadwalkan terpaksa diundur karena ada beberapa kendala yang tidak bisa diprediksi. “Tantangannya karena kita meminjam tempat acara ini. Awalnya kita sudah janji tanggal 25 Januari, tetapi ada kendala kemudian berubah ke tanggal 8 Februari. Takutnya tempat sudah dipakai, tetapi untungnya belum ada yang menggunakan, sehingga kita tetap bisa pakai,” ujar Ridwan dengan penuh syukur.

“Yang kedua, kita mengundur waktunya terlalu dekat dengan Imlek. Kalau biasanya paling lambat tiga minggu sebelum Imlek orang masih sempat datang. Kalau sekarang takutnya orang-orang sudah sibuk mengurus rumah,” tambahnya.

Ridwan, relawan yang menjadi koordinator utama acara Pemberkahan Akhir Tahun 2025 di Tanjung Pinang sedang berdiskusi dengan salah satu relawan kembang.

Namun, seluruh kekhawatiran tersebut perlahan sirna ketika acara dimulai pada pukul 12.30 WIB. Tamu undangan mulai berdatangan dan mengisi kursi yang telah disediakan hingga penuh. “Untungnya masih banyak yang mencintai Tzu Chi, sehingga masih meluangkan waktu untuk menghadiri perayaan tahun ini,” ujar Ridwan dengan gembira.

Tidak Melupakan Tekad Awal Masa Celengan Bambu
Dekorasi celengan bambu menghiasi lantai 1 Restoran Kelong Shangrila. Terlihat banyak tamu undangan menuangkan koin-koin dari celengan bambu ke dalam wadah besar yang telah disediakan. Setiap koin yang disumbangkan merupakan wujud cinta kasih yang ingin disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

“Kalau ada koin, saya tabung terus. Dapat koin itu saya tidak belanja, langsung ditabung saja ke celengan,” ujar Liao Mei Fen, salah satu donatur.

Kilas Balik Tzu Chi 2025 yang ditayangkan selama acara turut membangkitkan empati Mei Fen terhadap berbagai bencana yang menimpa para korban. “Melihat video bencana-bencana itu saya sangat sedih, sedih sekali. Saya tidak bisa membantu apa-apa, saya hanya bisa berdoa. Berdoa supaya bumi kita selamat,” tambahnya.

Para Bodhisatwa penyelam sutra mempraktikkan gerakan dan lagu tentang Asteroid Tzu Chi yang mencerminkan cinta kasih universal Tzu Chi tanpa batas negara.

Satu koin, satu doa, satu niat baik. Doa agar dunia menjadi lebih aman dan lebih baik juga turut disematkan Lie Khok Lie setiap kali menuangkan koin ke dalam celengan bambu. Pria berusia 64 tahun ini telah menyalurkan cinta kasih melalui celengan bambu sejak sebelum masa pandemi Covid-19.

Semangat bersumbangsih tidak hanya ia tanamkan pada dirinya sendiri, tetapi juga kepada orang-orang di sekitarnya. Khok Lie mengaku telah mengajak hampir sepuluh anggota keluarganya untuk ikut menuangkan koin ke dalam celengan bambu. “Saya ajak saudara hampir 10 orang. Jadi kalau dapat koin langsung banyak, ajak mereka untuk sedikit beramal,” ujarnya.

Dana yang terkumpul dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh relawan Tzu Chi di Tanjung Pinang untuk membantu warga yang membutuhkan. Devita Helni, salah satu penerima bantuan, mengaku sangat terbantu oleh Tzu Chi. Anaknya mengalami kejang demam saat berusia delapan bulan. Selama 38 tahun, anaknya tidak dapat beraktivitas seperti orang pada umumnya. “Disuapi, semua dilayani. Mau buang air pun dibantu, pokoknya semua,” tutur Devita.

“Sungguh bagus, baik sekali. Saya sangat terbantu, terutama untuk kebutuhan pampers. Pampers itu kalau beli satu yang kecil saja sudah lebih dari 50 ribu rupiah. Ini ibu-ibu dari Tzu Chi memberi setiap bulan enam bungkus yang besar-besar,” lanjutnya.

Penerima bantuan Tzu Chi, Devita Helni mengisi daftar hadir dalam kegiatan Pemberkahan Akhir Tahun 2025 di Tanjung Pinang.

Di penghujung acara, sebanyak 147 tamu hadirin dan 44 relawan Tzu Chi di Tanjung Pinang menerima Angpau Berkah dan Kebijaksanaan dari Master Cheng Yen. Liao Mei Fan tampak tersenyum gembira saat menerima Angpau. “Angpau bagi saya itu buat saya happy,” ujarnya sambil menunjukkan koleksi angpau yang selalu dibawa ke mana pun di dalam dompetnya.

Angpau yang berisi koin bertuliskan angka 60 melambangkan bahwa Tzu Chi telah berdiri selama 60 tahun, dimulai dari masa celengan bambu. Melalui angpau tersebut, Master Cheng Yen mengingatkan agar kita tidak melupakan tahun itu, orang itu, dan tekad pada masa itu.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Bersyukur untuk Tahun 2024 yang Penuh Berkah di Serambi Mekkah

Bersyukur untuk Tahun 2024 yang Penuh Berkah di Serambi Mekkah

24 Januari 2025

Tzu Chi Aceh melaksanakan pemberkahan akhir tahun yang merupakan ungkapan terima kasih kepada relawan dan donatur yang telah bersumbangsih tanpa pamrih pada Minggu, 19 Januari 2025.

Cinta untuk Mama, Persembahan Drama Dari Murid-murid Kelas Budi Pekerti

Cinta untuk Mama, Persembahan Drama Dari Murid-murid Kelas Budi Pekerti

19 Februari 2025

Murid-murid Kelas Budi Pekerti PIK mempersembahkan sebuah drama tentang berbakti kepada orang tua pada Pemberkahan Awal Tahun He Qi PIK dan He Qi Muara Karang.

Pemberkahan Akhir Tahun 2024 : Giat, Sadar, Tekun dan Semangat Mempraktikkan Jalan Bodhisatwa

Pemberkahan Akhir Tahun 2024 : Giat, Sadar, Tekun dan Semangat Mempraktikkan Jalan Bodhisatwa

17 Januari 2025

Dihadiri 914 peserta, pemberkahan akhir tahun di Aula Jing Si Batam berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini juga dihadiri relawan Tzu Chi Singapura.

Bekerja untuk hidup sangatlah menderita; hidup untuk bekerja amatlah menyenangkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -