Sani Husiana mengajak dua orang anak asuh untuk menceritakan pengalaman yang dapat menginspirasi orang lain dalam menempuh pendidikan yang baik. Kegiatan ini dihadiri sekitar 34 relawan dan 113 Gan En Hu (penerima bantuan khusus).
Tidak ada investasi yang lebih nyata, lebih abadi, dan lebih bermakna daripada ilmu pengetahuan. Banyak generasi muda memiliki mimpi besar untuk masa depan, namun belum semuanya memahami cara mempersiapkannya.
Mengingat pentingnya pendidikan, relawan komunitas Hu Ai Perintis Medan mengadakan kegiatan bertema pendidikan bertajuk “Pendidikan Jalan Menuju Masa Depan” dalam kegiatan kepulangan anak asuh dan Gan En Hu di Gedung Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kompleks Grand Jati Junction, Medan. Kegiatan ini dihadiri sekitar 34 relawan dan 113 Gan En Hu (penerima bantuan khusus) pada Minggu, 3 Mei 2026.
Acara dibuka oleh MC Marintan, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video ceramah Master Cheng Yen berjudul “Semangkok Nasi”. Dari tayangan video tersebut, peserta diminta menceritakan kesan batin yang dirasakan. Salah satu anak asuh Tzu Chi, Matthew, menyampaikan bahwa kita harus selalu mengingat budi baik orang lain.
“Dalam cerita tersebut dijelaskan bahwa roda kehidupan akan selalu berputar. Ada saatnya kita berada di atas dan sebisa mungkin harus berusaha membalas budi baik orang lain yang sudah membantu kita,” ungkap Matthew.
Sani Husiana menyampaikan bahwa akses pendidikan semakin terbuka luas dan banyak program beasiswa dan kesempatan kerja yang dapat dimanfaatkan, baik dari pemerintah maupun swasta.
Juliyanti Marpaung, salah satu penerima bantuan khusus Tzu Chi, kini sudah menjadi relawan kembang pada kegiatan bagi beras di Bandar Setia. Julianti menerima bantuan khusus Tzu Chi untuk pengobatan terapi cucunya yang berkebutuhan khusus.
Masih dalam sesi berbagi, beberapa peserta juga diminta menceritakan awal mula berjodoh dengan Yayasan Buddha Tzu Chi. Salah satu peserta, Juliyanti Marpaung, menceritakan bahwa awal jalinan jodohnya dengan Tzu Chi bermula saat ia membawa cucunya yang berkebutuhan khusus untuk menjalani terapi wicara di rumah sakit. Karena terkendala biaya, terapi cucunya tidak selalu dapat dilakukan secara rutin.
Melihat usaha dan kesungguhan hati Juliyanti untuk mendukung kesembuhan cucunya, salah seorang pasien menyarankan dirinya untuk memohon bantuan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi. Dari situlah Juliyanti mulai mengenal Tzu Chi.
Relawan Tzu Chi juga turut mendampingi pengobatan cucu Juliyanti hingga akhirnya ia tergerak untuk ikut bersumbangsih. Kini Juliyanti aktif bergabung dalam barisan relawan komunitas Hu Ai Perintis.
“Saya sangat berterima kasih kepada relawan yang sudah bersungguh-sungguh membantu dan mendampingi kami hingga membuat pintu hati saya terbuka untuk ikut bersumbangsih di barisan relawan Tzu Chi,” ungkap Juliyanti.
Relawan melakukan pendataan nama-nama peserta penerima bantuan khusus Tzu Chi dalam kegiatan kepulangan anak asuh dan Gan En Hu di Gedung Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kompleks Grand Jati Junction, Medan.
Setelah sesi berbagi, acara dilanjutkan dengan materi utama yang dibawakan oleh Sani Husiana berjudul “Pendidikan Jalan Menuju Masa Depan”. Dalam pemaparannya, Sani menjelaskan bahwa banyak tokoh sukses Indonesia yang berhasil karena pendidikan, salah satunya almarhum B.J. Habibie.
“Almarhum B.J. Habibie bisa sukses menjadi ilmuwan pesawat terbang yang dikenal dunia dan menjadi Presiden ke-3 Republik Indonesia. Semua itu berawal dari semangat untuk terus belajar dan memperdalam ilmu pengetahuan,” ungkap Sani.
Sani Husiana juga menjelaskan bahwa saat ini akses pendidikan semakin terbuka luas. Banyak program beasiswa dan kesempatan kerja yang dapat dimanfaatkan, baik dari pemerintah maupun swasta, seperti Program Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beasiswa Garuda, hingga pelatihan magang hospitality. Selain itu, bagi yang berminat di bidang kesehatan juga dapat mendaftar di STIKES Andalusia yang bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi, yang membuka kesempatan bekerja sebagai tenaga kesehatan di Tzu Chi Hospital Jakarta.
Relawan dan peserta sama-sama memperagakan isyarat tangan dengan judul lagu “Satu Keluarga” dalam acara gathering anak asuh Tzu Chi dan penerima beasiswa Pendidikan Tzu Chi.
Melalui pendidikan, seseorang mampu berpikir lebih kritis dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan. Pendidikan juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup, membuka peluang pekerjaan yang lebih baik, serta membantu menciptakan masyarakat yang maju dan sejahtera. Oleh karena itu, setiap orang perlu menyadari bahwa pendidikan bukan hanya kewajiban, tetapi juga investasi penting untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
Dalam salah satu kata perenungannya, Master Cheng Yen menekankan bahwa “mendidik anak bukan hanya mengajarkan mereka menjadi pintar, tetapi juga mengajarkan mereka menjadi manusia yang baik.” Oleh karena itu, pendidikan memiliki peran penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moral dan nilai kemanusiaan yang tinggi. Anak-anak perlu dididik agar memiliki kebijaksanaan, mampu membedakan benar dan salah, serta memiliki hati yang penuh cinta kasih.
Editor: Anand Yahya