Perayaan 17 Agustus di Sekolah Tzu Chi
Jurnalis : Juliana Santy, Fotografer : Juliana Santy
|
| ||
| Saat memasuki area lantai satu, terdengar keramaian dari salah satu sudut ruangan. Ternyata murid-murid sedang memulai lomba Ping-pong Relay, mereka berjalan membawa sebuah bola ping pong dengan menggunakan sendok. Seorang relawan memberikan aba-aba: “Yi, Er, San..” anak-anak pun mulai maju berjalan. Mereka berjalan dengan pelan agar bola tersebut tidak terjatuh dan dapat mencapai garis finish. Orangtua yang menyaksikan ikut bergembira menyemangati anak-anaknya dengan teriakan “Jiayou, Jiayou” (semangat). Setelah bermain, anak-anak dibimbing gurunya untuk menuju ke area lomba lainnya, salah satunya Blind-folded krupuk eating competition (lomba makan kerupuk dengan mata tertutup kain). Jika lomba makan kerupuk biasanya digantung dengan tali dan anak yang akan memakannya, tapi berbeda dengan yang satu ini. Permainan ini melibatkan peran anak dan orangtua. Anak-anak akan ditutup matanya menggunakan kain dan mereka akan berjalan dengan mata tertutup ke arah seberang, dimana orangtua mereka duduk dan menyuapkan kerupuk tersebut kepada orangtua mereka. Salah satu orang tua murid, Lea, merasa senang dapat mengikuti aktivitas yang dilakukan anaknya, “Sekolah sebelumnya kan nggak boleh masuk (orangtua-red), sekarang kan orangtuanya dikasih masuk. Ada partisipasi juga, senang sih,” ucapnya.
Keterangan :
Tidak hanya permainan itu saja, masih banyak permainan lainnya yang mereka lakukan, antara lain Limbo, capture the flag relay dan Water Relay. Pada permainan water relay, anak-anak berlomba untuk memindahkan air dari satu wadah yang berisi air ke wadah lainnya yang kosong menggunakan sebuah spons. Mereka saling bergantian dan berlari dengan penuh semangat. Tak tampak rasa lelah tersirat di wajah mereka saat bermain, justru yang terlihat hanyalah keceriaan dan antusiasme yang tinggi saat bermain setiap permainan.
Keterangan :
“Tujuan kegiatan ini sebenarnya kita mau menumbuhkan rasa kebersamaan saat 17 Agustus-an, dan kita open buat orang tua hari ini. Kita mau lihat juga, agar anak-anak bisa bersama keluarga memperingati 17 Agustus di sekolah dan mereka bisa fun,” ucap Iing Felicia Joe, Principal Nursery School (Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak). Permainan yang diadakan pada hari tersebut juga tidak hanya sekadar permainan yang mengembirakan bagi setiap anak, “Selain itu juga ada pelajarannya juga, karena bukan hanya masukin pensil kedalam botol, tapi itu bagian dari pelajaran. Seperti masukin pensil ke botol itu untuk melatih bagaimana dia (anak-red) mengoordinasi pensil untuk masuk ke botol, lalu pada bagian makan kerupuk, kita harapkan adanya interaksi antara orangtua dan anak, sehingga timbul rasa kebersamaan dengan anak,” jelas Iing. Semoga melalui kegiatan ini anak-anak Sekolah Tzu Chi Indonesia dapat belajar menumbuhkan rasa semangat, kebersamaan, kerjasama dan sikap tidak mudah putus asa pada diri mereka. | |||
Artikel Terkait
Mendengarkan dan Memberi Semangat
02 November 2018Banyak kisah mengharukan selama mendampingi keluarga penumpang pesawat Lion Air selama dua hari ini (30 dan 31 Oktober 2018). Para relawan Tzu Chi yang juga sebagian besar para ibu ini juga bisa merasakan duka dan kesedihan yang dirasakan oleh ibu yang cemas dengan kondisi putrinya.
Baksos Degeneratif Tahap Kedua, Kepedulian bagi Warga Teluk Setimbul
28 Oktober 2025Relawan Tzu Chi menggelar Bakti Sosial Degeneratif di Teluk Setimbul, Karimun, untuk pemeriksaan sekaligus memberi edukasi pola hidup agar warga tetap sehat.
Wujud Cinta Kasih Kepada Sesama Lewat Donor Darah
13 Februari 2023Bertempat di Season City, Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Pusat (Xie Li Jembatan Lima) pada Minggu, 05 Februari 2023 kembali mengadakan donor darah untuk menambah stok darah PMI di Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) RSUP Fatmawati.










Sitemap