Ramah Tamah Imlek: Berkah di Ladang Pelatihan Diri
Jurnalis : Yuliati, Metta Wulandari, Fotografer : Anand Yahya, Rudy D (He Qi Barat), Stephen Ang (He Qi Utara).
|
| ||
Pelantikan Komite Kehormatan
Keterangan :
Dirinya sendiri telah merasakan perubahan setelah 5 tahun berada di jalan Tzu Chi, dia menjadi lebih sabar, lebih fokus melihat situasi dan kondisi serta lebih peka terhadap dunia luar. Melihat sosok Master Cheng Yen, ia tidak banyak berkata-kata dan hanya mengungkapkan begitu bijaksananya beliau yang dapat mengerti apa yang dibutuhkan oleh dunia ini, “Memang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, Master Cheng Yen merupakan seorang yang sangat bijaksana, Master bisa melihat apa yang dibutuhkan di dunia ini. Master merupakan sosok yang sangat-sangat patut untuk dicontoh.” Pertama Kali Datang
Keterangan :
Susanty mengaku merasa tersentuh dengan acara yang disuguhkan Tzu Chi. “Saya merasa tenang setelah masuk aula ini. Denger lagu-lagunya, kata-kata Master Cheng Yen, acara-acaranya benar-benar manusiawi tidak memandang suku, agama, ras, dan apapun. Apalagi yang mengenai banjir ini, benar-benar menyentuh. Rasa kemanusiaannya benar-benar ada,”ucapnya. Lebih kurang dua jam, Susanty belajar lebih mengenal Tzu Chi. “Kalau ada jodoh, mudah-mudahan bisa bergabung menjadi relawan”, harap Susanty. Jodoh baik telah terjalin. Semoga kebersamaan dalam ramah tamah kali ini dapat menghasilkan benih-benih cinta kasih baru pada setiap insan yang hadir dan turut merapatkan barisan menyalurkan kebajikan melalui Tzu Chi. |
| ||
Artikel Terkait
Keceriaan di Buddhist Kids Camp-3
25 Juni 2024Jalinan jodoh Tzu Chi Medan dengan Y.M. Bhikkhuni Gu Zhen terus berlanjut. Kali ini relawan Tzu Chi Medan diundang ke Vihara Buddha, Binjai untuk mengisi kegiatan belajar anak-anak peserta Buddhist Kids Camp-3.
Berita Internasional: Makanan Hangat untuk Korban Gempa Sichuan
29 April 2013 Setelah gempa berkekuatan 7.0 SR terjadi di Yaan, Sichuan, lima relawan Tzu Chi memasuki Kabupaten Lu Shan, daerah yang mengalami kerusakan paling parah untuk melakukan survey pemberian bantuan.
Kamp Humanis Karyawan: Aset yang Tak Ternilai
17 Oktober 2016Bekerja bukan hanya sekadar cara untuk bertahan hidup, tetapi hiduplah untuk bekerja, karena dengan begitu kita akan memiliki “kecintaan” dan lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan kita. Lebih bijaksana lagi jika kita bisa meningkatkan “value of life” dalam proses bekerja sehingga kita tidak hanya mendapatkan sesuatu yang bersifat materi, namun juga kebahagiaan dan nilai-nilai penting dalam kehidupan kita.










Sitemap