Ramah Tamah Imlek: Berkah di Ladang Pelatihan Diri
Jurnalis : Yuliati, Metta Wulandari, Fotografer : Anand Yahya, Rudy D (He Qi Barat), Stephen Ang (He Qi Utara).
|
| ||
Pelantikan Komite Kehormatan
Keterangan :
Dirinya sendiri telah merasakan perubahan setelah 5 tahun berada di jalan Tzu Chi, dia menjadi lebih sabar, lebih fokus melihat situasi dan kondisi serta lebih peka terhadap dunia luar. Melihat sosok Master Cheng Yen, ia tidak banyak berkata-kata dan hanya mengungkapkan begitu bijaksananya beliau yang dapat mengerti apa yang dibutuhkan oleh dunia ini, “Memang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, Master Cheng Yen merupakan seorang yang sangat bijaksana, Master bisa melihat apa yang dibutuhkan di dunia ini. Master merupakan sosok yang sangat-sangat patut untuk dicontoh.” Pertama Kali Datang
Keterangan :
Susanty mengaku merasa tersentuh dengan acara yang disuguhkan Tzu Chi. “Saya merasa tenang setelah masuk aula ini. Denger lagu-lagunya, kata-kata Master Cheng Yen, acara-acaranya benar-benar manusiawi tidak memandang suku, agama, ras, dan apapun. Apalagi yang mengenai banjir ini, benar-benar menyentuh. Rasa kemanusiaannya benar-benar ada,”ucapnya. Lebih kurang dua jam, Susanty belajar lebih mengenal Tzu Chi. “Kalau ada jodoh, mudah-mudahan bisa bergabung menjadi relawan”, harap Susanty. Jodoh baik telah terjalin. Semoga kebersamaan dalam ramah tamah kali ini dapat menghasilkan benih-benih cinta kasih baru pada setiap insan yang hadir dan turut merapatkan barisan menyalurkan kebajikan melalui Tzu Chi. |
| ||
Artikel Terkait
Empati Berlabuh di Hati, Kebajikan Menyertai
01 April 2015 Tangis oma Wiwik meledak keras ketika Ridwan, salah seorang relawan Tzu Chi mencium tangan oma Tanti yang duduk di depan oma Wiwik. Tangis itu adalah tangis nelangsa karena oma Wiwik teringat pada keluarga yang hampir tidak pernah mengunjunginya di Panti Jompo tempat dia dirawat. Air mata Oma Wiwik pelahan surut, ketika sentuhan lembut merangkul pundaknya, menghibur dan membisikkan kata penuh kasih.
Suara Kasih: Semua Makhluk Hendaknya Hidup Saling Berdampingan
13 Juni 2013 Kita juga melihat kemarin, di Taipei, hujan petir yang disertai hujan es dan angin ribut menumbangkan beberapa pohon dalam waktu sekejap. Kondisi iklim menjadi ekstrem akibat pikiran manusia yang tidak harmonis.










Sitemap