Relawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh demi Lihat Senyum Altar

Jurnalis : Arya Putra (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Arya Putra (Tzu Chi Pekanbaru)

Relawan Tzu Chi berjalan bersama Wahyuniati dan Altar Hidayah yang digendong menuju rumah mereka di wilayah perkebunan sawit. Setelah menempuh perjalanan panjang hingga ke Taluk Kuantan, relawan akhirnya melihat langsung kondisi Altar.

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155 di Pekanbaru telah membantu banyak pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan. Salah satunya Altar Hidayah, anak berusia 3 tahun yang menjalani operasi bibir sumbing. Bersama kedua orang tuanya, Altar menempuh perjalanan sekitar empat hingga lima jam untuk mendapatkan menjalani operasi pada 8 Agustus 2026 di RS Awal Bros Hang Tuah Pekanbaru.

Usai tindakan medis tersebut pun, relawan Tzu Chi terus memantau kondisi Altar. Seperti pada 29 Agustus 2026, sejumlah relawan bahkan menempuh perjalanan dari Pekanbaru menuju Taluk Kuantan untuk mengunjungi rumah Altar dan melihat langsung perkembangan pemulihannya. Perjalanan tersebut membutuhkan waktu sekitar empat hingga empat setengah jam. Relawan harus melewati jalan yang berliku sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan perkebunan sawit tempat keluarga Altar tinggal. Meski perjalanan cukup melelahkan, kondisi Altar yang semakin membaik membuat para relawan merasa bahagia.

“Penuh perjuangan ya, karena perjalanannya berbelok-belok, berliku-liku. Ada relawan yang merasa pusing, mual, jadi ini suatu tantangan untuk bisa mencapai ke rumah Altar. Begitu sampai di Taluk Kuantan, kita masih harus menempuh jalan masuk ke kebun sawit. Cuacanya juga sangat panas,” cerita Gunarny, relawan Tzu Chi Pekanbaru. “Tapi rasa capek dan lelah itu hilang setelah melihat kondisi Altar. Kami sangat senang dan bahagia karena pemulihannya sangat baik. Altar juga sangat senang bertemu dengan kami,” lanjutnya.

Relawan Tzu Chi membawa hadiah berupa mainan untuk Altar Hidayah sebagai bentuk perhatian dan sukacita setelah ia menjalani operasi bibir sumbing dengan lancar.

Jennie, relawan Tzu Chi Pekanbaru (memegang kotak kue plastik), merasa bahagia melihat kondisi Altar Hidayah yang sehat dan menjalani pemulihan dengan baik setelah operasi bibir sumbing. Senyum Altar yang kembali ceria menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Jennie.

Kedatangan relawan Tzu Chi langsung disambut hangat oleh keluarga Altar. Altar pun menunjukkan senyum manis ketika melihat para relawan datang. Ia tampak bahagia menerima perhatian serta hadiah berupa mobil-mobilan dari relawan sebagai apresiasi setelah menjalani operasi. Ibunya, Wahyuniati, juga merasa senang dengan kunjungan tersebut. Ia berbincang akrab dengan para relawan dan menceritakan kondisi keluarganya.

Keluarga Altar tinggal di kawasan perkebunan sawit. Ayah Altar bekerja sekaligus menjaga kebun tersebut, sedangkan Wahyuniati bekerja di sebuah usaha laundry untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat Wahyuniati kesulitan membawa Altar menjalani operasi bibir sumbing. Saat itu, keluarga juga belum memiliki BPJS. Karena itu, Wahyuniati sudah lama menantikan kesempatan agar putranya bisa menjalani operasi secara gratis.

Kesempatan tersebut akhirnya datang ketika Wahyuniati menerima brosur dari TNI mengenai Baksos Kesehatan Gratis yang Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia selenggarakan. Salah satu layanan yang tersedia dalam kegiatan tersebut adalah operasi bibir sumbing yang sangat Altar butuhkan.

Wahyuniati sempat menghadapi kendala ketika ingin mendaftarkan Altar. Saat itu, ia belum mengurus Kartu Keluarga (KK). Namun, ia tidak ingin melewatkan kesempatan yang sudah lama dinantikannya. Ia pun segera mengurus dokumen tersebut agar Altar bisa mengikuti proses pendaftaran.

Jarak yang jauh menuju RS Awal Bros Hang Tuah juga tidak menyurutkan niat Wahyuniati. Setelah mendapatkan informasi lebih lanjut dari call center Tzu Chi Pekanbaru, ia bersama suami, dan Altar memberanikan diri melakukan perjalanan menggunakan mobil travel.

Altar Hidayah tersenyum ceria setelah menjalani operasi bibir sumbing dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155 di Pekanbaru.

Wahyuniati merasa lega karena Tzu Chi memberikan layanan mulai dari screening hingga operasi tanpa biaya. Ketika pasien membutuhkan rawat inap, Tzu Chi juga menyediakan fasilitas tersebut untuk mendukung proses pemulihan. Setelah Altar menjalani screening dan operasi dengan baik, Wahyuniati melihat perubahan pada wajah putranya. “Waktu pas di rumah sakit, dia nangis aja gitu. Kalau tengok, hati tak tega kita kan. Cuman karena posisi jauh, untuk masa depan dia juga, harus tega gitu,” tutur Wahyuniati.

Ia juga mengaku puas ketika melihat hasil operasi Altar. “Kalau menurut saya mengenai hasil operasinya, sangat bagus. Bisa dilihat kalau orang lain operasi bibir sumbing, bibirnya itu kadang nggak rata. Kalau dia ini rata, terus ini-nya (bibir) halus. Ini masih masa pemulihan jadi belum terlalu nampak, terus bekas operasinya tidak terlihat seperti bekas operasi,” ujarnya senang.

Selain hasil operasi, Wahyuniati juga mengapresiasi perhatian yang relawan dan tim medis berikan kepada keluarganya sejak awal proses. “Saya ingin menyampaikan terima kasih. Pelayanannya bagus, sebelum saya datang sudah ditelepon, ditanya kapan mau datang. Kalau seandainya tidak ada penginapan, kami disediakan penginapan di sini biar tidak capek. Pelayanannya bagus, relawannya bagus, dokternya bagus, semuanya sangat bagus. Saya berterima kasih banyak kepada tim medis dari Yayasan Buddha Tzu Chi dan juga dokternya. Terima kasih banyak,” ungkap Wahyuniati.

Relawan Terus Memantau Kondisi Pasien
Relawan tidak berhenti memberikan perhatian setelah baksos selesai. Mereka terus menghubungi para pasien untuk mengetahui perkembangan kondisi dan proses pemulihan mereka. Salah satu relawan yang rutin menghubungi pasien adalah Jennie. Ia merasa senang setiap kali mendapatkan kabar baik dari para pasien, termasuk ketika melihat perkembangan Altar setelah menjalani operasi.

Kondisi Altar Hidayah sebelum menjalani operasi bibir sumbing dan saat menunggu tindakan operasi dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155 di Pekanbaru.

“Setelah operasi, beberapa kali saya sering kasih WhatsApp. Masih pakai nomor call center, jadi saya menanyakan keadaan mereka bagaimana. Saya juga minta foto mereka. Hati kita juga senang melihat perkembangan mereka. Ada yang bilang hasilnya halus sekali, tidak seperti habis operasi. Mereka senang, saya juga ikut senang, semuanya ikut senang,” kata Jennie.

Jennie juga terus mengingatkan pasien untuk menjaga kondisi tubuh selama masa pemulihan, termasuk memperhatikan makanan dan asupan gizi.

Ketua TIMA Pekanbaru, Flemming Wijaya, juga ikut mengunjungi rumah Altar untuk melihat kondisi terkini. Ia melihat Altar mulai kembali percaya diri setelah menjalani operasi. “Saya rasa memang penuh tantangan ya, karena masih kecil. Merasakan jarum kecil masuk, pasti setiap orang, apalagi anak kecil, merasakan rasa sakit. Ini kesempatan yang sangat bagus. Kita bisa melihat Altar dan hasilnya sangat bagus, luar biasa. Kita juga bisa melihat dia sudah mulai pede,” ungkap Flemming.

Perjalanan panjang yang Altar dan keluarganya tempuh akhirnya membawa mereka pada kesempatan yang selama ini mereka nantikan. Kini, Altar menjalani masa pemulihan dan kembali beraktivitas dengan senyum yang lebih lepas.

Seusai Altar Hidayah menjalani operasi bibir sumbing, kedua orang tuanya turut bersumbangsih melalui celengan bambu sebagai ungkapan syukur dan kepedulian.

Semoga pemulihan Altar terus berjalan dengan baik, begitu pula dengan seluruh pasien Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155. Ada pasien katarak yang kembali dapat melihat orang-orang tercinta, pasien benjolan yang dapat kembali beraktivitas tanpa rasa sakit, serta pasien bibir sumbing yang kini mendapatkan kesempatan untuk tersenyum lebih percaya diri. Bagi Altar dan keluarganya, perjalanan panjang menuju Pekanbaru tidak sekadar membawa mereka ke meja operasi. Perjalanan itu juga membawa harapan baru untuk masa depan Altar.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Baksos Kesehatan Tzu Chi Ke-155: Memberi Harapan dan Kesembuhan Bagi Warga Pelosok Riau

Baksos Kesehatan Tzu Chi Ke-155: Memberi Harapan dan Kesembuhan Bagi Warga Pelosok Riau

18 Agustus 2026

Tzu Chi Indonesia bersama Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia menggelar Bakti Sosial Kesehatan ke-155 di RS Awal Bros Hang Tuah, Pekanbaru, Riau.

Relawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh demi Lihat Senyum Altar

Relawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh demi Lihat Senyum Altar

03 September 2026

Perjalanan Altar Hidayah dan keluarganya dari Taluk Kuantan ke Pekanbaru untuk menjalani operasi bibir sumbing gratis berbuah sukacita. Setelah operasi, relawan Tzu Chi kembali mengunjungi Altar dan melihat senyum cerianya.

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155: Kembali Melihat Terang, Harapan Baru Rahmadan untuk Keluarga

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-155: Kembali Melihat Terang, Harapan Baru Rahmadan untuk Keluarga

11 Agustus 2026

Melalui baksos kesehatan Tzu Chi bersama TIMA Indonesia di Pekanbaru, Rahmadan akhirnya menjalani operasi katarak dan kembali memiliki harapan untuk menatap masa depan lebih terang.

Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap orang memiliki potensi yang tidak terhingga.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -