Relawan Tzu Chi Hadir Menguatkan Warga Terdampak Longsor Cisarua

Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung) , Fotografer : Muhammad Dayar (Tzu Chi Bandung)

Relawan meninjau lokasi titik terjadinya longsor yang terjadi pada sabtu 24 Januari 2026 pada pukul dua dini hari.

Hujan yang turun tanpa henti seolah menjadi saksi bisu duka yang menyelimuti warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Selama beberapa hari terakhir, intensitas hujan yang tinggi membuat tanah di kawasan perbukitan menjadi rapuh. Hingga pada satu malam, suara gemuruh memecah keheningan, menandai runtuhnya tanah yang menyeret lumpur, bebatuan, sekaligus rasa cemas warga.

Bencana tanah longsor tersebut terjadi secara tiba-tiba setelah hujan deras mengguyur wilayah Desa Pasirlangu pada Sabtu, 24 Januari 2026. Peristiwa itu diawali suara gemuruh keras yang terdengar oleh warga, sebelum material tanah dan lumpur meluncur dari Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda.

Dalam kondisi gelap dan hujan deras, warga hanya sempat menyelamatkan diri. Banyak rumah terdampak, akses jalan tertutup material longsor, dan rasa aman yang selama ini dirasakan seolah ikut runtuh bersama tanah yang bergerak.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat per 26 Januari 2026, bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mengakibatkan 17 orang meninggal dunia. Sebanyak 52 rumah mengalami rusak berat, sementara 824 warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Relawan Tzu Chi Memberikan Bantuan kebutuhan harian kepqada warga terdampak bencana longsor di Kec. Cisarua kab. Bandung Barat.

Relawan Tzu Chi memberikan bantuan berupa beras, minyak goreng, mie telur, selimut dan juga peralatan kaskus.

Di tengah suasana duka dan ketidakpastian itu, relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung hadir memberikan perhatian dan bantuan. Para relawan datang tidak hanya membawa bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga membawa kepedulian, empati, dan kasih sayang untuk menguatkan hati warga yang terdampak bencana.

Dengan langkah perlahan menyusuri jalan licin dan jalur yang masih rawan, relawan membagikan bantuan kepada warga di posko pengungsian. Bantuan yang disalurkan meliputi 500 kilogram beras, 20 kilogram mi telur, 120 bungkus roti (@55 gram), 200 selimut, 100 popok anak, 120 botol minyak kayu putih (@30 ml), 120 potong pakaian dalam wanita, 60 liter minyak goreng, serta 20 paket ember tanggap bencana. Paket tersebut berisi selimut, pakaian layak pakai, sarung, dan perlengkapan kebersihan.

Setiap penyerahan bantuan disertai ungkapan keprihatinan dan doa. Bagi Tzu Chi, bantuan yang diberikan bukan sekadar bentuk kepedulian materi, tetapi juga wujud kehadiran untuk saling menguatkan di tengah duka.

Entin Suryati (52), salah satu warga terdampak, masih mengingat jelas malam ketika longsor terjadi. “Waktu itu malam-malam ada suara gemuruh, semua teriak dan langsung lari. Saya sama ibu juga lari, tidak sempat bawa apa-apa. Kejadiannya sekitar jam dua malam. Bantuan dari Yayasan Tzu Chi ini sangat membantu. Terima kasih banyak,” ucap Entin penuh rasa sykur.

Ungkapan serupa disampaikan Neni Hayati (28), warga yang kehilangan anggota keluarganya akibat longsor. Di balik wajah lelah dan mata sembab, terselip rasa syukur atas kepedulian yang ia terima. Kehadiran relawan yang mau mendengarkan dan menyapa dengan empati menjadi penguat di tengah situasi yang penuh kecemasan.

“Saya lagi tidur, tiba-tiba ada suara gemuruh keras sekali, seperti gempa. Saya bangunin suami dan anak-anak. Pas keluar, orang-orang sudah pada lari, saya juga lari sambil bawa anak-anak. Keluarga saya ada 17 orang yang hilang, baru ditemukan empat orang. Terima kasih banyak kepada relawan Tzu Chi atas bantuannya,” tutur Neni dengan suara bergetar.

Lim Tek Soe relawan Tzu Chi relawan Tzu Chi Bandung menyapa Entin Suryati salah satu korban tanah longsor yang berda di pengungsian. Entin sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Yayasan Tzu Chi.

Relawan Tzu Chi Bandung berharap pendampingan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kehadiran Tzu Chi di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan. Lim Tek Soe, relawan Tzu Chi Bandung, menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya atas bencana yang terjadi.

“Kami sangat prihatin mendengar kabar ini. Setelah melakukan survei dan melihat langsung kondisi di lapangan, memang sangat memprihatinkan. Banyak warga kehilangan rumah dan anggota keluarganya belum ditemukan. Bencana ini sangat besar. Semoga bantuan yang diberikan Tzu Chi dapat sedikit meringankan beban warga dan semuanya bisa segera pulih,” ujar Lim Tek Soe ketika membagikan bantuan.

Selain menyalurkan bantuan, para relawan juga melakukan pendataan serta memantau kondisi lingkungan sekitar. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab agar bantuan dapat tepat sasaran dan keselamatan warga tetap menjadi prioritas.

Hingga 26 Januari 2026 berdasarkan data BNPB Jabar sebnayk 824 warga harus mengungsi akibat bencana ini

Kepala Desa Pasirlangu, Nurawaludin Lubis, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. “Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan kepada warga kami. Bantuan ini sangat bermanfaat. Kehadiran relawan Yayasan Buddha Tzu Chi juga memberikan semangat bagi warga yang sedang berduka,” ujarnya.

Bencana longsor di Cisarua menjadi pengingat bahwa alam dapat berubah sewaktu-waktu. Namun di tengah duka, cinta kasih dan kepedulian tetap dapat menjadi penopang. Dalam kebersamaan, luka perlahan terobati. Dalam kepedulian, harapan kembali tumbuh.

Setiap langkah kecil yang dilakukan dengan tulus adalah benih kebajikan. Dari benih itulah diharapkan tumbuh kekuatan, ketenangan, dan semangat baru bagi warga Cisarua untuk perlahan menata kembali kehidupan. Di tengah duka, kasih tetap menyala, menjadi cahaya yang menuntun langkah untuk bangkit bersama.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Perhatian Bagi Korban Longsor di Garut

Perhatian Bagi Korban Longsor di Garut

15 Desember 2020

Pada 12 Desember 2020, Tzu Chi Bandung memberikan bantuan bagi para korban bencana longsor di Kecamatan Talegong dan Kecamatan Cisewu, Kab. Garut, Jawa Barat.

Bantuan untuk Warga Terdampak Tanah Longsor di Bandung

Bantuan untuk Warga Terdampak Tanah Longsor di Bandung

05 April 2024

Relawan Tzu Chi Bandung memberikan bantuan bencana longsor di Kampung Cigintung, Desa Cibenda, Cipongkor Kab. Bandung. Kejadian yang terjadi pada Senin 25 Maret 2024 lalu mengisahkan duka mendalam.

Relawan Tzu Chi Hadir Menguatkan Warga Terdampak Longsor Cisarua

Relawan Tzu Chi Hadir Menguatkan Warga Terdampak Longsor Cisarua

27 Januari 2026

Tanah longsor di Cisarua menyebabkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga. Relawan Tzu Chi menyalurkan bantuan kebutuhan pokok sekaligus memberikan pendampingan moral bagi warga yang kehilangan.

Seulas senyuman mampu menenteramkan hati yang cemas.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -