Relawan Tzu Chi Terus Menyalurkan Beras di Masa PPKM Darurat
Jurnalis : Anand Yahya, Fotografer : Anand YahyaRelawan Tzu Chi bersama tiga pilar (TNI, Polri, dan Pemda DKI Jakarta) dan pengurus Rw. 11 Kec. Grogol menyalurkan 100 paket sembako dan masker medis bagi warga Jl. Tomang Banjir Kanal Barat, RW 11, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Grogol, Jakarta Barat pada 21 Juli 2021.

Tjiu Bun Fu, koordinator penyaluran bantuan sembako menyerahkan secara simbolis kepada lima orang warga Jl. Tomang Banjir Kanal Barat, RW 11, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Grogol, Jakarta Barat.

Komandan Koramil 03/GP Kapten Inf Irwan Triyono turut hadir dalam Penyaluran bantuan sembako dan berkesempatan memberikan langsung kepada Khadijah warga Tomang Banjir Kanal Barat.

Tjiu Bun Fu, koordinator penyaluran bantuan sembako memberikan kata sambutan di hadapan tiga pilar dan warga Petamburan. Dalam sambutannya Bun Fuk berharap bantuan ini sedikit meringankan beban di masa PPKM Darurat dan terus mengajak warga untuk menjalankan protocol kesehatan dengan benar.

Komandan Koramil 03/GP Kapten Inf Irwan Triyono dalam sambutannya sebelum menyalurkan bantuan paket sembako mengucapkan banyak terimakasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang selalu menyebarkan cinta kasihnya untuk warga yang terdampak Pandemi Covid 19.
Artikel Terkait
Pembagian Beras di Muara Angke
08 Oktober 2013 Tidak hanya membagikan beras, tetapi relawan juga melakukan sosialisasi semangat celengan bambu kepada para warga Perumahan Cinta Kasih Muara Angke. Dengan harapan para warga juga dapat menyisihkan sedikit dari uang belanja mereka untuk menolong orang lain.
Beras Cinta Kasih dan Celengan Bambu
07 Oktober 2013 Salah satu warga, Saman merasa senang mendapat celengan bambu, karena dengan celengan ini dia akan menyisihkan uangnya secara berkala seribu atau dua ribu rupiah untuk beramal katanya.Kupon Beras Pembawa Kebahagiaan
25 Januari 2017Menyusuri jalanan sempit di Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta, para relawan Tzu Chi membagikan kupon beras kepada warga yang kurang mampu. Tepat di ujung gang RT 10, relawan bertemu seorang nenek, Tukijem (57). Lansia yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci gosok ini menyambut kedatangan relawan dengan penuh sukacita.







Sitemap