Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bekasi: Tzu Chi Wujudkan Rumah Nyaman untuk Masih

Jurnalis : Fikhri Fathoni, Fotografer : Fikhri Fathoni

Kiri: Tampilan rumah Masih yang telah selesai direnovasi. Renovasi terdiri dari pemasangan keramik pada teras, plafon, rangka baja ringan, pengecatan dinding, kusen pintu dan jendela.  Kanan: Kondisi rumah Masih sebelum direnovasi.

Di sebuah rumah sederhana di Kampung Rawa Bugel, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Masih (66) kini dapat menikmati hari-harinya dengan lebih nyaman bersama keluarga tercinta. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung bagi dirinya, anak, menantu, dan tiga cucunya, perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang lebih layak setelah mendapatkan bantuan renovasi rumah dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama Summarecon.

Pada Rabu, 16 September relawan Tzu Chi komunitas Hu Ai Bekasi beserta Summarecon Peduli didampingi oleh pegawai Kelurahan Harapan Mulya, mengunjungi rumah Masih. Dalam kunjungan ini juga, relawan memastikan para penerima bantuan telah menempati rumah dengan nyaman dan tanpa kendala.

Sebelumnya, rumah tersebut menyimpan banyak cerita tentang keterbatasan. Bagian-bagian rumah yang mulai rusak membuat keluarga Masih harus bertahan dengan kondisi yang kurang nyaman. Atap rumah yang terbuka tanpa plafon membuat berbagai masalah muncul, salah satunya tikus yang dapat merusak barang serta membawa penyakit.

“Ini yang direnovasi plafon dari depan terus ke belakang, sama cat, itu sama itu depan (teras) dirapihin pakai keramik. Ini kan tadinya enggak ada atapnya, ngablak (terbuka) aja gitu jadinya tikus-tikus pada masuk dan juga berantakan,” ungkap Masih.

Tidak hanya bagian atap, berbagai bagian rumah lainnya juga mengalami kerusakan akibat usia dan kondisi bangunan yang tidak lagi layak. “Dulu ya berantakan, pada rusak dimakanin rayap, pada ancur, pintu juga ancur, kusen-kusennya ancur,” tambahnya.

Relawan Tzu Chi dan Summarecon Peduli didampingi oleh pegawai Kelurahan Harapan Mulya, mengunjungi rumah Masih yang telah selesai direnovasi dan ditempati dengan nyaman.

Anna membantu anaknya mengerjakan tugas dari sekolah. Dengan renovasi pemasangan keramik pada teras rumah, keluarga Masih memiliki banyak pilihan tempat yang nyaman untuk beraktivitas.

Bagi Masih, memperbaiki rumah secara mandiri bukanlah hal yang mudah. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, kebutuhan sehari-hari dan pendidikan cucu menjadi prioritas utama. Keinginan untuk memiliki rumah yang lebih nyaman harus tertunda selama bertahun-tahun. Namun, harapan itu perlahan terwujud ketika pengajuan renovasi rumah yang dilakukan keluarga Masih mendapatkan bantuan melalui Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni dari Tzu Chi Indonesia. Rumah yang sebelumnya penuh keterbatasan kini berubah menjadi tempat tinggal yang lebih bersih, rapi, dan nyaman.

“Enak, lebih nyaman, bersih. Mau dandanin sendiri kan enggak bisa karena kerjaan anak uangnya pas-pasan untuk cucu sekolah,” tambahnya.

Perubahan rumah tersebut tidak hanya memberikan perbaikan secara fisik, tetapi juga menghadirkan rasa lega bagi Masih. Kekhawatiran terhadap kondisi rumah yang sebelumnya selalu menghantui kini mulai menghilang.

Alhamdulillah, saya banyak-banyak terima kasih untuk Yayasan Buddha Tzu Chi sama Summarecon karena rumah saya udah dibedah, udah bagus, saya udah enggak pusing lagi tidur sama tinggal,” ucap syukur Masih.

Harapan yang Tertunda Selama Tiga Tahun
Bagi Anna (38), anak bungsu Masih, renovasi rumah ini merupakan impian yang telah lama dinantikan keluarga mereka. Ia mengungkapkan bahwa keluarga sebenarnya sudah memiliki rencana untuk memperbaiki rumah sejak beberapa tahun sebelumnya, tetapi kondisi ekonomi membuat rencana tersebut belum dapat terlaksana.

Suami Anna yang bekerja sebagai pegawai di salah satu percetakan harus membagi penghasilan untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga biaya pendidikan anak.

“Recana renovasi udah lama sih, udah hampir tiga tahun, cuma emang dananya belum ada gitu. Jadi Alhamdulillah ada renovasi bedah rumah bisa ngajuin dan diterima,” ungkap Anna.

Kini, rumah Masih telah nyaman ditempati dengan pintu dan kusen baru, cat dinding baru, serta plafon rumah yang melindungi mereka.

Kini, setelah rumah direnovasi, keluarga Masih dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan suasana yang berbeda. Rumah yang sebelumnya memiliki banyak keterbatasan berubah menjadi tempat yang lebih nyaman bagi seluruh anggota keluarga.

“Hasilnya Alhamdulillah lebih baik, kita juga yang nempatinnya lebih nyaman enggak takut ada tikus,” tambahnya.

Pada Januari 2026, Masih bersama anak dan cucunya mulai menempati rumah hasil renovasi tersebut. Kebahagiaan semakin terasa ketika keluarga ini dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri 2026 di rumah yang telah diperbaiki. Kehadiran sanak saudara yang berkunjung pun membawa cerita baru, ketika mereka turut memberikan apresiasi terhadap perubahan rumah Masih.

Bagi relawan Tzu Chi komunitas Hu Ai Bekasi, Endang Siwi, perubahan rumah Masih menjadi gambaran nyata bagaimana sebuah bantuan dapat memberikan dampak bagi kehidupan keluarga penerima manfaat.

Menurutnya, rumah yang sebelumnya membutuhkan perbaikan kini terlihat lebih tertata dan nyaman untuk dihuni. “Keadaanya lebih baik, lebih bagus, lebih rapi dan lebih bersih,” tutur Endang Siwi.

Setelah proses renovasi selesai, perubahan kondisi rumah dapat terlihat baik dari bagian dalam maupun luar. “Ibu Masih-nya sendiri bilang mengajukan untuk direnovasi rumahnya. Alhamdulillah keliatan ya di dalam dan di luar sini sudah rapi semua dan juga indah,” katanya.

Dengan rasa syukur, Masih merawat dan menjaga rumah hasil renovasi dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Rumah bukan hanya sekadar bangunan, tetapi tempat keluarga menciptakan rasa aman dan nyaman. Melalui renovasi ini, keluarga Masih mendapatkan kesempatan untuk menjalani kehidupan dengan kondisi yang lebih baik.

“Untuk kedepannya semoga hidupnya lebih nyaman. Semoga dirawat rumahnya, agar kenyamanan dan kesehatan penghuni rumahnya terjaga,” tuturnya.

Renovasi rumah Masih menjadi bukti bahwa kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata mampu menghadirkan perubahan yang bermakna. Melalui semangat gotong royong dan cinta kasih para relawan, sebuah rumah kembali menjadi tempat yang memberikan rasa aman, nyaman, dan harapan baru bagi keluarga yang menempatinya.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bekasi: Tzu Chi Wujudkan Rumah Nyaman untuk Masih

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bekasi: Tzu Chi Wujudkan Rumah Nyaman untuk Masih

17 September 2026

Tiga tahun menanti renovasi rumah akibat terhalang biaya, Tzu Chi dan Summarecon Peduli wujudkan rumah yang layak dan nyaman untuk Masih beserta keluarga di Bekasi.

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bekasi: Tzu Chi dan Summarecon Lanjutkan Survei 34 Rumah

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bekasi: Tzu Chi dan Summarecon Lanjutkan Survei 34 Rumah

19 Februari 2026

Sebanyak 34 rumah warga calon penerima bantuan renovasi rumah di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, berhasil di survei oleh relawan Tzu Chi bersama Summarecon Peduli.

Menjemput Harapan Sumina, dari Rumah yang Rapuh Menjadi Hunian Penuh Harapan

Menjemput Harapan Sumina, dari Rumah yang Rapuh Menjadi Hunian Penuh Harapan

27 Agustus 2026

Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah yang rapuh, Sumina Liong dan putrinya, Michelle, kini memiliki rumah yang lebih layak berkat bantuan Tzu Chi dan Agung Sedayu Group.

Genggamlah kesempatan untuk berbuat kebajikan. Jangan menunggu sehingga terlambat untuk melakukannya!
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -