Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Depok: Menghidupkan Kembali Harapan Keluarga Hariyanto

Jurnalis : Nur Al Fajar Rumsari, Fotografer : Nur Al Fajar Rumsari, Dok. Tzu Chi Indonesia

Hariyanto dan Nursanah tampak berbahagia saat dikunjungi relawan Tzu Chi untuk melihat kondisi rumahnya yang telah selesai direnovasi.

Wajah Hariyanto (31) besama sang istri Nursanah (45) Tampak sumringah saat relawan Tzu Chi mengunjungi rumahnya di Kampung Cikumpa RT 003/010, Kel. Sukmajaya, Kec. Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Setelah saling sapa, pasutri ini segera mengajak rombongan relawan untuk masuk ke rumahnya yang baru.

Rumah milik Hariyanto dan Nursanah ini awalnya merupakan rumah warisan peninggalan orang tua Nursanah. Kondisinya pun jauh dari kata layak. Jika hujan, di berbagai sudut rumah mulai menetes air dari atap yang saat itu masih menggunakan asbes. Temboknya pun hanya berupa batako yang sudah disusun menggunakan semen tetapi tidak di plester. beberapa bagian temboknya juga ditutup dengan potongan bambu yang disusun.  Lantainya juga hanya dari peluran semen.

“Sempat ada yang ngomong ya rumah kaya kandang ayam, sedih juga. kalua hujan ya pasti bocor. bener-bener nggak layak huni,” ungkap Nursanah. “Kalau hujan ya gotong-gotong ember, bak buat nandangin air,” tambah Hariyanto.

Penampakan rumah milik Hariyanto dan Nursanah sebelum dan sesudah direnovasi Tzu Chi Indonesia.

Ada harapan dari Nursanah bersama suami untuk memperbaiki rumahnya, tetapi kondisi perekonomian keluarga tidak mendukung. Hariyanto yang sehari-hari bekerja menjadi tenaga keamanan di salah satu perumahan, penghasilannya tidak cukup untuk mewujudkan harapan tersebut.

“Niat ada, hanya kita mentok di ekonomi. Sudah kita kumpulin uang pelan-pelan, tapi kepakai buat yang lain. Makanya alhamdulillah pas dapet kesempatan dari pihak Yayasan Buddha Tzu Chi, terus langsung di proses, berjalan dan sampai seperti ini seneng banget berkahnya luar biasa,” cerita Hariyanto.

Harapan Baru itu Nyata
Program renovasi rumah tidak layak huni yang diinisiasi oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang dilaksanakan di Kota Depok, Jawa Barat sejak September 2025 sudah merampungkan ratusan rumah. Hingga bulan Juni 2026 tercatat sudah 107 rumah yang telah selesai direnovasi di Kota Depok termasuk di Kelurahan Sukmajaya yang berjumlah 13 rumah.

Lurah Sukmajaya, Mulyadi bersama relawan Tzu Chi, Rudi Surjana dan Lilis Koniyati, dan relawan lainnya melihat kondisi tembok rumah setelah direnovasi.  

Menjadi satu dari 13 rumah yang di renovasi di Kelurahan Sukmajaya, Hariyanto merasa bersyukur. Dulu saat sedang bekerja, ia sering merasa khawatir dan tidak tenang, lantaran kondisi rumah beberapa kali kedatangan serangga dan hewan melata yang bisa membahayakan keluarganya. “Waktu itu saya pulang dari tempat kerja karena di telepon istri, ternyata di rumah sudah ada seekor ular, pernah juga kalajengking masuk ke rumah,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, kalau sekarang kerja tenang, nggak kepikiran rumah. Dengan adanya renovasi rumah ini bener-bener bermanfaat banget. Kami berdua sudah merasakannya,” kata Hariyanto bersukacita.

Memiliki rumah baru juga seperti mimpi bagi Nursanah, karena sebelum orang tuanya meninggal dunia pernah berharap bisa memiliki rumah yang layak. “Sebelum emak meninggal dunia itu, beliau pernah memiliki keinginan yang besar dan selalu berdoa agar rumahnya bisa bagus,” ceritanya. Kini, doa emak pun menjadi kenyataan, lewat bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, rumah yang tadinya tidak layak huni menjadi hunian yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditempati.

Asyifah, anak bungsu Hariyanto dan Nursanah sedang belajar di lantai yang sudah di keramik. Ia pun senang rumahnya kini bersih dan rapi.

“Senang sekali, alhamdulillah. Saya bersyukur mendapatkan rezeki yang bisa memperbaiki rumah ini,” ucap Nursanah.

Kondisi rumah yang saat ini sudah sangat layak ditempati juga membuat Asyifah (11), anak bungsu dari Hariyanto dan Nursanah ikut berbahagia. Dulu ia kerap kali malu saat mengajak teman-temannya untuk belajar kelompok di rumahnya. Kini dengan kondisi atap yang baik, tembok bersih, dan lantai yang sudah di keramik, Asyifah lebih sering mengajak temannya untuk mengerjakan tugas sekolah di rumah. “Senang banget, rumahnya sudah bersih,” ungkap Asyifah singkat sambil tersipu malu.

Relawan Tzu Chi yang pada Selasa, 3 Juni 2026 berkunjung serta melihat-lihat kondisi rumah milik Hariyanto dan Nursanah juga ikut merasakan kebahagiaan yang sama. “Sekarang rasanya senang melihat kondisi mereka lebih baik. Harapanya agar keluarga Hariyanto bahagia menempati rumah ya sudah di renovasi serta dapat di rawat dengan baik,” tutur Lilis Koniyati, relawan Tzu Chi komunitas Xie Li Depok.

Kini rumah milik Hariyanto dan Nursanah terbebas dari bocor dan nyaman untuk dihuni bersama keluarga.

Lurah Sukmajaya, Mulyadi yang hari itu ikut mendampingi relawan Tzu Chi juga sangat merasa bersyukur karena Tzu Chi telah membantu warga Depok khususnya di Kelurahan Sukmajaya bisa memiliki rumah yang layak huni. “Girang pisan lah (senang sekali),” ucapnya singkat sambil bercanda.

Tak lupa Mulyadi juga mengucapkan terima kasih serta apresiasi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan berharap ada kerjasama lainnya kedepannya. “Saya berharap estafet kebaikan dan kerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi tidak berhenti disini,” ucap Mulyadi di akhir kunjungan.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Kunjungan Relawan Tzu Chi yang Penuh Harapan dan Kehangatan

Kunjungan Relawan Tzu Chi yang Penuh Harapan dan Kehangatan

13 Maret 2025

Komunitas relawan Tzu Chi di Hu Ai Perintis kembali menggelar Kunjungan Kasih Bersama. Momen kali ini sangat bermakna, dengan pembagian lima grup yang mengunjungi rumah Gan En Hu (GEH).

Kesembuhan Abidzar Menjadi Semangat Ibu dan Ayah

Kesembuhan Abidzar Menjadi Semangat Ibu dan Ayah

15 Agustus 2024

Pendampingan terus dilakukan relawan Tzu Chi Medan untuk keluarga Abidzar, seorang anak penderita kelainan genetik yang menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang dan struktur wajah.

Tak Sekadar Wadah Berbuat Baik, Tapi Juga Wadah Melatih Diri

Tak Sekadar Wadah Berbuat Baik, Tapi Juga Wadah Melatih Diri

11 Desember 2024

Mirayanti tak bisa bayangkan bagaimana jadinya jika hari itu relawan Tzu Chi tak datang ke kos-nya. Pada 3 November 2024, tim relawan menemukannya dalam kondisi kritis dan membawanya ke rumah sakit.

Mendedikasikan jiwa, waktu, tenaga, dan kebijaksanaan semuanya disebut berdana.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -