Rumah Baru, Hasil Doa dan Penantian Panjang

Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung) , Fotografer : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung)

Keadaan rumah Imas Masitoh sebelum direnovasi dengan kerusakan di berbagai sisi menyebabkan rasa cemas dan tidak tenang.

Rumah bukan hanya sekedar tempat melepas lelah dari rutinitas. Rumah adalah tempat harapan dan impian bertumbuh untuk masa depan. Tapi tidak bagi Imas Masitoh (59), warga kel. Warung Muncang, Kec. Bandung Kulon Kota Bandung yang harus menahan dinginnya malam, bertarung dengan air hujan yang membasahi lantai. Rumah yang dihuni sejak 1975 itu menjadi satu-satunya tempat Imas beserta suaminya dan empat orang anaknya. Setiap malam mereka tidur berdesakan bahkan tidurpun dengan cara duduk.

“Bocor di mana-mana, di tengah rumah juga bocor, di kamar bocor, di dapur juga bocor. Terus apalagi di sini, di luar. Atapnya sudah mau abruk. Yang di sebelah sini, di kamar sini mau abruk juga. Yang di sini mau abruk. Tapi kalau di rumah, yang di tengahnya aja mau abruk,” cerita Imas menunjuk bagian-bagian rumahnya yang sudah rusak parah.

Suami Imas hanya seorang buruh harian dengan penghasilan yang tak menentu. Kondisi tersebut tak mampu untuk memperbaiki rumahnya. Keinginan memiliki hunian yang nyaman hanya tersimpan dalam doa dan penantian yang panjang.

“Bapak kerja itu ngambil daur ulang dari pabrik, kalau dulu ngambil kayu bakar.  Makanya nggak bisa betulin rumah, nggak cukup (uangnya). Cukupnya buat makan Ibu sama si Bapak aja,” lanjut Imas.

Imas Masitoh (kanan) bersama suaminya Rosman (kri) yang ditemani cucunya tengah menikmati suasana pagi di rumah baru, sembari bercengkrama menengang masa lalu kala rumahnya yang belum direnovasi.

Harapan itu datang ketika Imas mendapatkan kabar kalau rumahnya terpilih mendapatkan bantuan program renovasi rumah tak layak huni (Rutilahu) dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonsia yang bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP). Program yang menyasar mereka yang membutuhkan renovasi rumah, program ini bukan hanya sekedar memberikan bantuan fisik perbaikan rumah. Melainkan harapan baru bagi keluarga Imas Masitoh.

Kini Keluaraga Imas bisa beristirahat dengan tenang, tak ada lagi rasa dingin yang menyelimuti. Semuanya itu berubah menjadi kehanyantan kebahagiaan yang sekian lama mereka impikan.

“Ya, alhamdulillah banget itu, ada mau betulin rumah.  Senang banget itu, ingin cepat-cepat gitu. Pingin cepat-cepat dibetulin. Sekarang tidur enak, tenang, hujan nggak kehujanan. Perubahannya, ya tenang gitu tentram gitu. Nggak takut hujan, nggak ada tikus di atap, ya Pak. Di atap rumah nggak ada banyak tikus kan dulu,” kenangnya.

Tidak ada lagi kerisauan bagaimana mereka bisa mendapatkan rumah yang layak, nyaman dan sehat. Salah satu beban yang ditanggung bertahun-tahun seakan sirna dengan program Renovasi Rutilahu Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Sebuah rumah mungkin terlihat sederhana. Namun bagi mereka yang menerimanya, rumah layak huni adalah bentuk nyata kepedulian, rasa aman, dan harapan untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih baik.

Imas Masitoh (tengah) mendapatkan kunjungan dari relawan Tzu Chi untuk melihat keadaannya setelah menerima banuan Program renovasi Rumah Tak Layak Huni.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bandung: Penandatanganan SKB untuk Lanjutkan Komitmen

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bandung: Penandatanganan SKB untuk Lanjutkan Komitmen

16 April 2026

Sebanyak 52 warga di Kelurahan Babakan, Kota Bandung, menandatangani Surat Kesepakatan Bersama (SKB) program renovasi rumah sebagai tanda komitmen Tzu Chi Indonesia.

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bandung: Hidup Lebih Bermartabat

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bandung: Hidup Lebih Bermartabat

05 Desember 2025

Relawan Tzu Chi Bandung menyerahkan 11 rumah hasil renovasi di Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Bandung, Jawa Barat yang membawa harapan baru bagi 11 keluarga yang rumahnya telah direnovasi oleh Tzu Chi. 

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bandung: “Kebahagiaan Dibalik Pintu Baru

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Bandung: “Kebahagiaan Dibalik Pintu Baru"

07 Oktober 2025

Tzu Chi Indonesia bersama Kementerian PKP RI menyerahkan 10 kunci rumah hasil program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kelurahan Babakan Asih, Kota Bandung, Jabar.

Dengan keyakinan yang benar, perjalanan hidup seseorang tidak akan menyimpang.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -