Sampah Menjadi Karya Penuh Manfaat
Jurnalis : Dwi Wahyuni (Tzu Chi Cabang Sinar Mas), Fotografer : Dok. Tzu Chi Cabang Sinar Mas
Siswa SMP Eka Tjitpa Foundation (ETF) 02 tampak bersemangat berkreasi menggunakan bahan daur ulang.
"Menyayangi dan merawat benda di sekitar kita, berarti menghargai berkah dan mengenal rasa puas,"
_Kata Perenungan Master Cheng Yen_
Pagi itu, Sabtu (18/7/2026), suasana SMP Eka Tjitpa Foundation (ETF) 02 Kongbeng dipenuhi keceriaan para siswa. Sejak pukul 07.00 WITA, mereka telah berkumpul untuk mengikuti lomba bertema Sampah Menjadi Karya, Karya Menjadi Manfaat yang digelar relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas komunitas Xie Li Kalimantan Timur 1. Sebanyak delapan kelompok yang terdiri atas siswa kelas VIII dan IX tampak antusias mengikuti kegiatan ini dengan didampingi 14 relawan Tzu Chi yang hadir untuk berbagi semangat pelestarian lingkungan sekaligus mendampingi para siswa selama proses berkarya.
Bagi sebagian orang, kardus bekas, kaleng, stik es krim, dan potongan kain flanel hanyalah barang yang tak lagi bernilai. Namun, di tangan para siswa SMP ETF 02 Kongbeng yang kreatif, benda-benda sederhana tersebut dapat diubah menjadi karya yang indah dan bermanfaat.
Dengan penuh kreativitas, setiap kelompok menuangkan ide terbaiknya melalui karya yang beragam. Kelompok pertama membuat tempat pensil, diikuti kelompok kedua dengan kotak tisu dan kelompok ketiga dengan tempat penyimpanan serbaguna. Kelompok keempat menghadirkan tempat untuk mengecas telepon genggam, sedangkan kelompok kelima dan ketujuh membuat tempat pensil dengan desain yang berbeda. Sementara itu, kelompok keenam membuat celengan dan kelompok kedelapan menghasilkan tempat serbaguna.

Salah satu kelompok peserta menampilkan hasil kreativitasnya yang dibuat dengan material daur ulang.
Selama kegiatan berlangsung, para relawan mendampingi setiap kelompok dengan penuh kesabaran, mereka tidak hanya membantu memberikan arahan teknis, tetapi juga mengajak para siswa memahami bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, salah satunya dengan memanfaatkan kembali barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai.
Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan kreativitas. Lebih dari itu, para siswa belajar tentang pentingnya bekerja sama, saling menghargai pendapat, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Setiap karya yang dihasilkan dari kegiatan ini menjadi bukti bahwa sesuatu yang dianggap tidak berguna masih dapat memiliki manfaat apabila diolah dengan kreativitas dan hati yang tulus.
Hani Juwita Sari, salah seorang relawan Tzu Chi, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. “Kami berharap anak-anak dapat melihat bahwa barang bekas masih memiliki nilai dan manfaat. Dengan kreativitas, mereka tidak hanya belajar mengolahnya menjadi karya yang berguna, tetapi juga menumbuhkan kepedulian untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.

Guru dan relawan Tzu Chi mengabadikan momen kebersamaan bersama para pemenang lomba bertema Sampah Menjadi Karya, Karya Menjadi Manfaat.
Melalui kegiatan ini, sekolah bersama relawan Tzu Chi mengajak para siswa untuk memahami bahwa perubahan besar selalu diawali dari tindakan kecil. Ketika setiap orang bersedia memilah sampah, mengurangi limbah, dan memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan, maka mereka telah ikut berkontribusi menjaga kelestarian bumi.
Salah satu peserta, Ardian, ia mengaku senang bisa membuat kreasi dari bahan daur ulang serta berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara rutin. Hal itu, sejalan dengan salah satu misi Tzu Chi, yaitu pelestarian lingkungan, kegiatan ini menjadi sarana pendidikan karakter yang mengajarkan bahwa kepedulian terhadap bumi adalah wujud nyata cinta kasih kepada semua makhluk.
Seperti pesan Master Cheng Yen, "Mengubah sampah menjadi emas, mengubah emas menjadi cinta kasih." Makna dari perenungan tersebut mengingatkan bahwa setiap barang yang dimanfaatkan kembali bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi sesama dan bumi yang kita tinggali. Semoga benih-benih kepedulian yang ditanam melalui kegiatan ini terus tumbuh dalam hati para siswa, sehingga mereka menjadi generasi yang kreatif, peduli, dan mencintai lingkungan.
Editor : Nur Al Fajar Rumsari
Artikel Terkait
Lomba Masak Vegetarian, Inovasi Kuliner Nusantara dan Gaya Hidup Sehat
27 Agustus 2025Para relawan Tzu Chi di Xie Li Kalimantan Timur 1 merayakan Vegetarian Day dengan Carnaval Vegetarian, lomba masak dan bazar olahan nabati sambil menyemarakkan HUT ke-80 RI.
Gelombang “WAVES†Tzu Ching
15 Juni 2012 Di Sabtu pagi hari yang cerah pada pukul 09.00 tampak sekelompok insan Tzu Ching berkumpul di pelataran plaza Kampus Syahdan BINUS University, tampak juga relawan muda yang memakai rompi Tzu Chi.Semangat Cinta Kasih di Lomba Budaya Humanis
12 April 2019Kali pertama Lomba Budaya Humanis yang bertajuk Festival Budi Pekerti dilaksanakan oleh relawan dari Xie Li Kalimantan Timur 1 dan Xie Li Kalimantan Timur 2. Kegiatan ini diikuti oleh SMP Eka Tjipta Jak Luay, juga diikuti pula SMP Eka Tjipta Kong Beng serta SD Eka Tjipta Rantau Panjang.







Sitemap