Satukan Langkah dan Hati, Menjalin Jodoh Baik dalam Semangat Berbagi
Jurnalis : Veronika (Tzu Chi Palembang), Fotografer : Veronika, Marcello, Valen, Arie, Johan, Rizki, Windy (Tzu Chi Palembang)
Teddy Kurniawan dan Suharjo Marzuki, selaku Ketua dan Wakil Ketua Tzu Chi Palembang, memaparkan rangkaian kegiatan kemanusiaan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025 dalam Pemberkahan Akhir Tahun.
Tak terasa, hampir dua dekade Yayasan Buddha Tzu Chi Palembang menjalin jodoh baik di Bumi Sriwijaya. Sejak 2008, jejak langkah para relawan yang ditanamkan dengan ketulusan terus bertumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Palembang.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas dedikasi para relawan yang setia menapaki jalan Bodhisatwa, serta dukungan para donatur dan masyarakat sepanjang 2025, Tzu Chi Palembang kembali menggelar Pemberkahan Akhir Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu, 1 Februari 2026, di Auditorium Lantai 6 Sekolah Kusuma Bangsa.
Mengusung tema “Jangan Lupakan Tekad Awal Masa Celengan Bambu, Selamanya Mengingat Ikrar Agung Silsilah dan Mazhab Tzu Chi”, sebanyak 126 relawan dan 483 tamu undangan hadir memeriahkan acara yang berlangsung selama tiga jam tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemutaran video kilas balik aktivitas Tzu Chi Palembang sepanjang tahun 2025. Selanjutnya, Teddy Kurniawan dan Suharjo Marzuki selaku Ketua dan Wakil Ketua Tzu Chi Palembang menyampaikan laporan pelaksanaan berbagai misi Tzu Chi yang telah dijalankan selama setahun terakhir.
“Semua kegiatan yang telah dilakukan oleh Tzu Chi tidak akan berjalan dengan baik tanpa bantuan dari banyak pihak. Seperti hari ini contohnya. Ini adalah kegiatan Pemberkaha n Akhir Tahun yang paling besar dan megah yang pernah dilaksanakan oleh Tzu Chi Palembang. Terima kasih saya ucapkan kepada para tamu undangan, donatur, dan semua relawan Tzu Chi Palembang yang selalu setia membantu Tzu Chi Palembang hingga saat ini,” tutur Suharjo dengan penuh haru.

Sejalan dengan tema Pemberkahan Akhir Tahun 2025, “Jangan Lupakan Tekad Awal Masa Celengan Bambu,” insan Tzu Chi Palembang mengajak seluruh tamu undangan untuk kembali menumbuhkan semangat berbagi melalui gerakan celengan bambu.
Indra Muliawan, salah satu Komite Senior Tzu Chi Palembang yang turut hadir, mengingatkan pentingnya menjaga semangat bersumbangsih di kalangan relawan.
“Tidak hanya rasa syukur, semangat untuk bersumbangsih para relawan tidak boleh padam. Walaupun saya sudah berumur 87 tahun dan saat ini kondisi berjalan saya juga agak sulit karena pasca sakit, namun saya tetap bersemangat untuk bisa hadir disini. Semangat inilah yang harus terus kita jaga,” ucapnya.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., yang untuk pertama kalinya mengenal Tzu Chi secara langsung, mengaku kagum atas berbagai kegiatan yang telah dilakukan yayasan tersebut.
“Yayasan Buddha Tzu Chi memiliki misi yang sangat luar biasa. Tidak hanya bergerak di bidang kemanusiaan, tetapi juga dalam pembinaan etika, moral, sosial, pendidikan, serta kesehatan melalui kegiatan seperti donor darah yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Kota Palembang. Ke depan, kami akan terus mendukung dan berharap seluruh kegiatan Tzu Chi dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Renovasi Rumah Tak Layak Huni
Salah satu program yang menjadi fokus Tzu Chi Palembang sepanjang 2025 adalah Program Bedah Kampung melalui kegiatan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palembang. Melalui program ini, Tzu Chi Palembang menargetkan renovasi sebanyak 500 unit rumah di wilayah Kota Palembang.
“Awalnya kami hanya menargetkan lebih kurang 100 unit rumah. Namun setelah kami berkoordinasi dengan Bapak Sugianto Kusuma selaku Wakil Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, beliau meminta kami untuk merubah targetnya menjadi 500 unit rumah untuk direnovasi,” ucap Yuliana Suteja.
Yuliana memaparkan, sebelumnya para penerima bantuan Program RTLH ini harus menjalani beberapa tahapan seleksi untuk bisa mendapatkan bantuan. Mulai dari survei kondisi rumah, pemeriksaan kependudukan dengan instansi terkait, verifikasi surat-surat, hingga proses wawancara. “Saat ini sudah ada empat unit rumah yang selesai direnovasi dan resmi diserahkan kepada pemilik rumah pada tanggal 27 Januari 2026 lalu. Namun dari keempat rumah tersebut ada 3 rumah yang akhirnya kami putuskan untuk dibangun ulang karena kondisi rumahnya yang sungguh sudah tidak layak huni.”

M. Husin dan Zainur berkesempatan menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada para donatur Tzu Chi yang telah membantu merenovasi rumah mereka hingga kini layak dan nyaman untuk ditinggali.
Dari tiga penerima bantuan renovasi rumah, M. Husin Buyung (69) dan Zainur (52) berkesempatan membagikan pengalaman mereka dalam Acara Pemberkahan Akhir Tahun. Keduanya mengaku tidak pernah menyangka akan menerima bantuan tersebut.
“Kami tidak menyangka. Mungkin inilah jawaban dari doa-doa kami selama ini,” tutur M. Husin Buyung.
Kondisi rumah yang mereka tempati sebelumnya memang sangat memprihatinkan. Kedua penerima bantuan yang merupakan sepupu itu tinggal bersama dalam satu rumah panggung bertingkat dua. Keluarga Zainur menempati lantai bawah, sementara keluarga M. Husin tinggal di lantai atas. Bangunan tersebut sudah tidak lagi kokoh, kayu-kayu penyangga yang lapuk dimakan usia serta dinding yang berlubang akibat terpaan cuaca membuat rumah itu tampak reyot dan kumuh.
Subianto Goro, salah satu relawan Tzu Chi yang terlibat dalam proses survei rumah tersebut, menuturkan bahwa kondisi bangunan saat itu sangat mengkhawatirkan. Ia bahkan mengaku tidak berani naik ke lantai atas.
“Saya takut kalau naik ke atas, rumah Pah Husin bisa roboh. Karena itu saya hanya melihat kondisi di lantai bawah saja. Itu pun dengan tinggi badan saya sekitar 186 sentimeter, saya harus terus menunduk sepanjang berada di dalam ruangan,” ujarnya sambil tersenyum.
Kini, kekhawatiran M. Husin dan Zainur terhadap kondisi rumah mereka telah sirna. Dengan penuh haru, Zainur menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para relawan dan donatur Tzu Chi yang telah membantu renovasi rumah mereka.
“Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Sekarang rumah kami sudah nyaman untuk ditempati. Tidak bocor lagi, tidak kebanjiran lagi. Kami akan selalu mendoakan agar para relawan dan donatur Tzu Chi diberi kesehatan, panjang umur, serta rezeki yang berlimpah agar dapat terus membantu orang-orang yang membutuhkan,” ungkapnya.
Stand Misi Tzu Chi
Ada pemandangan berbeda dalam acara Pemberkahan Akhir Tahun kali ini. Sebelum memasuki Auditorium Kusuma Bangsa, para tamu undangan diajak mengenal lebih dekat visi dan misi Tzu Chi melalui sejumlah stand yang disediakan di lantai 1.
“Kali ini kami menghadirkan delapan stand sosialisasi misi Tzu Chi. Di setiap stand, tamu dapat memperoleh informasi mengenai berbagai kegiatan Tzu Chi. Bagi yang tertarik bergabung, relawan yang berjaga juga siap memberikan penjelasan,” tutur Septepani selaku Koordinator Pemberkahan Akhir Tahun.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pemberkahan Akhir Tahun 2025 turut dilengkapi dengan kehadiran Stand Misi Tzu Chi yang memperkenalkan berbagai kegiatan dan membuka kesempatan bagi tamu untuk bergabung sebagai relawan.
Dari seluruh stand yang tersedia, Stand Penerimaan Relawan tampak paling ramai. Banyak tamu yang antusias mencari informasi mengenai cara bergabung menjadi relawan Tzu Chi.
“Saya sudah sering mendengar kegiatan Tzu Chi dari teman yang bergabung di TIMA. Awalnya saya ingin bergabung di TIMA karena latar belakang saya sebagai praktisi kesehatan. Namun karena belum memenuhi syarat, saya memutuskan untuk mendaftar sebagai relawan Tzu Chi,” ujar Hermaini, yang ingin mengisi masa pensiunnya dengan kegiatan kebajikan.

Stand Penuangan Celengan menjadi salah satu momen penuh makna.
Sementara itu, Yulinda, salah satu tamu yang juga memutuskan bergabung sebagai relawan, memilih memulai kontribusinya melalui celengan bambu. Ia bahkan telah mengambil beberapa celengan di Stand Misi Amal.
“Saya ingin mengajarkan anak-anak untuk mulai membantu sesama dengan menyisihkan uang jajan mereka ke dalam celengan ini. Namun jika ada waktu luang, saya juga tidak keberatan dihubungi untuk ikut terlibat sebagai relawan,” tuturnya sambil tersenyum.
Bekerja Sepenuh Hati
Di mana ada kemauan, di situ terbuka jalan. Pepatah ini tepat menggambarkan segala persiapan yang dilakukan para relawan Tzu Chi Palembang demi kelancaran Pemberkahan Akhir Tahun. Menurut Septepani, dalam kurun waktu kurang lebih enam minggu, para relawan bahu-membahu dan bersinergi untuk mempersembahkan yang terbaik bagi terselenggaranya acara ini.
“Kami tahu mayoritas relawan adalah pekerja. Meski demikian, mereka tetap berkomitmen hadir dalam rapat, menyiapkan materi acara, hingga berlatih untuk pertunjukan Shou Yu,” jelasnya.

Para relawan Tzu Chi mempersembahkan Shou Yu “Ci Bei De Bu Fa” (Jejak Langkah Welas Asih) yang menggambarkan semangat relawan dalam menapaki jejak Master Cheng Yen, menjalankan misi kemanusiaan, serta menyebarkan cinta kasih universal.
Pada Pemberkahan Akhir Tahun kali ini, dua pertunjukan Shou Yu telah dipersiapkan dengan matang. “Yang pertama adalah Ci Bei De Bu Fa (Jejak Langkah Welas Asih) yang dipersembahkan oleh relawan komunitas, serta Xing Fu De Lian (Wajah yang Bahagia) yang akan ditampilkan oleh para Xiao Pu Sha dari Kelas Budi Pekerti,” tutur Marta, Koordinator Bidang Isyarat Tangan.
Marta menambahkan, latihan rutin telah dimulai sejak awal Januari 2026. “Kami berlatih setiap Senin dan Jumat pukul 19.00 selama satu bulan penuh,” ujarnya.
Tidak hanya tim Shou Yu, persiapan matang juga dilakukan oleh tim logistik dan tim acara. “Kami sudah melakukan survei lokasi sejak jauh hari serta menginventarisasi perlengkapan untuk pembukaan Stand Misi Tzu Chi,” ungkap Petrus Yulianto, PIC Logistik. Ia menjelaskan, mengingat lokasi penempatan stan kali ini cukup luas, tim logistik membutuhkan perencanaan yang lebih detail agar semuanya berjalan lancar.
Berjalan Bersama Berbuat Kebajikan
Tak disangka, acara kali ini berhasil mengetuk banyak hati para tamu undangan. BM Dwihono, suami salah satu relawan Tzu Chi Palembang, awalnya hanya berniat mengantar sang istri sekaligus melihat langsung kegiatan yang dilakukan Tzu Chi Palembang.
“Saya baru pertama kali datang ke acara ini, dan jujur saya sangat tersentuh. Terlebih saat lagu terakhir, Cinta dan Damai, diperdengarkan. Rasanya sampai merinding dan hampir menangis,” ujar Dwihono.
Ia mengaku terharu melihat cara relawan Tzu Chi memperlakukan para penerima bantuan. “Ternyata Tzu Chi benar-benar membantu dengan cara yang luar biasa. Bukan hanya memberi bantuan, tetapi juga memperlakukan penerima bantuan dengan penuh hormat dan kesopanan. Hari ini hati saya tergerak. Saya dan istri berjanji, walaupun mungkin tidak banyak, kami akan mulai berdonasi,” tegasnya.

Dengan penuh haru, BM Dwihono menerima angpao dari Master Cheng Yen. Ia mengaku tersentuh oleh pelayanan relawan Tzu Chi yang sarat cinta kasih dan ketulusan.
Hal senada disampaikan Biksuni Giri Kshanti dari Vihara Dharmakirti. Ia menuturkan bahwa dalam setiap kegiatan Tzu Chi, ajaran cinta kasih dan welas asih dapat dipraktikkan tanpa memandang status sosial, bangsa, agama, maupun warna kulit. “Saya berharap ke depannya para relawan Tzu Chi Palembang dapat terus mengembangkan welas asih dan melayani dengan sepenuh hati,” tuturnya.
Seperti kunang-kunang di tengah hutan, satu cahaya mungkin tak banyak berarti. Namun ketika banyak kunang-kunang bersinar bersama, hutan pun menjadi terang. Demikian pula dengan kebajikan. Jika seluruh insan Tzu Chi menyatukan hati dan langkah untuk berbagi kepada sesama, kekuatan itu akan semakin besar dan mampu menjangkau lebih banyak mereka yang membutuhkan.

Setelah menerima angpao dari Master Cheng Yen, para tamu undangan dan relawan bersama-sama menyalakan pelita, memanjatkan doa agar dunia senantiasa diliputi kedamaian dan dijauhkan dari bencana.
Editor: Khusnul Khotimah
Artikel Terkait
Cinta untuk Mama, Persembahan Drama Dari Murid-murid Kelas Budi Pekerti
19 Februari 2025Murid-murid Kelas Budi Pekerti PIK mempersembahkan sebuah drama tentang berbakti kepada orang tua pada Pemberkahan Awal Tahun He Qi PIK dan He Qi Muara Karang.
PAT 2025: Kisah Himpunan Tetesan Kebajikan
05 Februari 2026Pemberkahan Akhir Tahun 2025 komunitas He Qi Jakarta Utara 4 menjadi momen refleksidan mengingat kembali tekad awal celengan bambu serta kisah nyata welas asih melalui pendampingan dan bantuan bencana.
Pemberkahan Akhir Tahun 2025: Ruang Syukur, Doa, dan Kepedulian
30 Januari 2026Pemberkahan Akhir Tahun 2025 Tzu Chi Tanjung Balai Karimun berlangsung khidmat dan hangat. Dihadiri masyarakat, penerima bantuan, serta dermawan. Acara menjadi ruang syukur, refleksi, dan komitmen cinta kasih kemanusiaan.







Sitemap