Sekolah Cinta Kasih Cengkareng Terus Memberikan Dukungan Moral Kepada Murid Fisik Yang Berbeda

Jurnalis : Mika Wulan (DAAI Tv), Fotografer : Wawan Sumarmo (DAAI Tv)

Beberapa anak dilahirkan dengan ketidaksempurnaan. Namun hal tersebut tak menghalangi mereka untuk tetap menempuh pendidikan bersama dengan anak normal lainnya. Demikian juga seperti yang dialami oleh Deny, seorang murid SMP Cinta Kasih Cengkareng yang mempunyai keter-batasan fisik. Dukungan teman serta guru adalah hal membuatnya mempunyai semangat yang tinggi untuk tetap bersekolah.

Deny tidaklah seberuntung adik kembarnya dan teman sebayanya yang lain. Akibat flu tulang yang dideritanya ketika Ia berumur 8 bulan, bentuk tubuhnya tak sempurna lagi. Punggungnya melengkung ke depan, sehingga Ia tampak lebih pendek di umurnya yang ke 15.

Tampilan fisik yang berbeda kadang mengundang olok-olok dari sebagian teman. Tapi dengan tegar Ia berusaha untuk tidak menghiraukannya.

Namun demikian tidak sedikit sahabatnya yang terus memberikan dukungan. Mereka tak menganggap keterbatasan Deny sebagai suatu yang aneh.

Sampai sekarang, Sekolah Cinta Kasih Cengkareng telah menerima 4 orang dengan kondisi fisik yang berbeda. 2 di antaranya adalah siswa dengan kebutuhan khusus, yaitu Sofyan dan Heriansyah, yang mempunyai keterbatasan dengan indera penglihatannya. Di sekolah ini, para guru selalu memberikan dukungan kepada mereka agar tidak berkecil hati

Dukungan moral serta penerimaan atas semua kekurangan yang ada adalah penting bagi mereka. Karena hal ini akan melahirkan rasa percaya diri dan motivasi, yang berguna bagi kemajuan mereka.

Artikel Terkait

Komitmen kepada Kemanusiaan dan Sesama

Komitmen kepada Kemanusiaan dan Sesama

20 Maret 2009 Saat program Bebenah Kampung Tzu Chi diadakan, masyarakat Pademangan Barat sempat bertanya-tanya apakah latar belakang kegiatan ini? Adakah tujuan selain misi sosial semata? Karena itu, Agus mewakili masyarakat menanyakan perihal ini saat relawan Tzu Chi mengadakan sosialisasi celengan bambu di kantor kelurahan Pademangan Barat.
Mendukung Kesembuhan Pak Sukandar

Mendukung Kesembuhan Pak Sukandar

02 Januari 2020
Sukandar Tatang (57), warga Ciomas, Bogor merupakan salah satu penerima bantuan Tzu Chi. Pascaoperasi jantung, relawan Tzu Chi dari komunitas Bogor berkunjung ke rumahnya, memberi perhatian dan semangat kepadanya. Kini Sukandar tengah belajar berjalan di tengah-tengah kondisi pemulihannya. 
Gempa Nepal: Menggunakan Cinta Kasih untuk Mengobati Luka Batin

Gempa Nepal: Menggunakan Cinta Kasih untuk Mengobati Luka Batin

12 Mei 2015 Relawan Tzu Chi Internasional kembali melakukan pembagian bantuan sembako untuk korban gempa di Nepal. Pembagian kedua ini dilakukan pada Senin, 11 Mei 2015, pukul 10.00 di Khwopa Secondary Higher School yang untuk sementara waktu digunakan sebagai tempat pengungsian bagi warga korban gempa.
Memiliki sepasang tangan yang sehat, tetapi tidak mau berusaha, sama saja seperti orang yang tidak memiliki tangan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -