Semai Kepedulian Lingkungan, Hu Ai Angke Hadir di SDN Pejagalan 01

Jurnalis : Yuliana (He Qi Jakarta Barat 4), Fotografer : Yuliana (He Qi Jakarta Barat 4)

Kepala Sekolah SDN Pejagalan 01 Ibu Ike Septya Lestari, M.Pd., menyampaikan sambutan dan apresiasi atas kegiatan Pelestarian Lingkungan yang sejalan dengan program pendidikan karakter di sekolah. Beliau berharap para murid perwakilan setiap kelas dapat menjadi teladan serta menularkan semangat cinta lingkungan kepada teman-teman lainnya.

Pada hari Minggu, 19 April, dengan semangat menjaga bumi dan menanamkan nilai cinta lingkungan sejak dini, Hu Ai Angke membuka titik pilah baru untuk kegiatan Pelestarian Lingkungan di Sekolah Dasar Negeri Pejagalan 01 dengan harapan dapat mengajak para murid serta warga sekitar untuk turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini dihadiri oleh 17 relawan juga pihak sekolah, termasuk Ike Septya Lestari Kepala Sekolah Sekolah Dasar Negeri Pejagalan 01, M.Pd., 5 wali guru, serta 39 murid sekolah.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah. Beliau menyampaikan antusiasmenya terhadap kegiatan Pelestarian Lingkungan karena sejalan dengan program pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan yang tengah diterapkan di sekolah. Beliau juga menjelaskan bahwa murid-murid yang hadir merupakan perwakilan terpilih dari setiap kelas, yang diharapkan dapat menjadi teladan dan menyebarkan semangat cinta lingkungan kepada teman-teman lainnya.

Po Kim San Shixiong dengan penuh kesabaran mendampingi para murid belajar memilah sampah dan memasukkannya ke dalam keranjang sesuai jenisnya, agar sejak dini tertanam kebiasaan menjaga kebersihan serta mencintai lingkungan.

Mewakili Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Rusni selaku Ketua Hu Ai Teluk Gong menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dengan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. “Sampah yang sudah didaur ulang bisa diubah menjadi emas lho karena hasil sampah dari daur ulang ini dapat dijual Kembali dan bisa menolong orang yang membutuhkan,” tambah Rusni Shijie.

Pada sesi praktik, William Shixiong memandu murid-murid cara memilah dan mendaur ulang sampah dengan benar. Ia juga mengajak para murid untuk mengajak orang tua untuk ikut serta mengumpulkan dan memilah barang-barang bekas di rumah. Ia pun menambahkan bahwa hasil penjualan barang daur ulang akan disalurkan kembali untuk membantu masyarakat.

Para relawan yang hadir dengan penuh cinta kasih mendampingi murid-murid selama kegiatan berlangsung. Mereka memberikan arahan mengenai cara memilah sampah sesuai jenisnya ke dalam keranjang yang telah disediakan. Dengan semangat belajar yang tinggi, para murid tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan.

Nelley Shijie juga mensosialisasikan celengan bambu kepada para murid, mengajak mereka menumbuhkan kasih sayang dan semangat berbagi melalui kebiasaan menyisihkan sebagian uang jajan untuk membantu sesama.

Selain edukasi lingkungan, Nelley Shijie selaku pembawa acara, juga mengajak murid-murid menumbuhkan hati welas asih melalui celengan bambu. “Yuk adik-adik semua sisihkan uang jajan tiap hari dengan berdana di celengan bambu, ini dapat membantu orang yang membutuhkan lho,” ajak Nelley. Ia juga menyampaikan bahwa berdana bukanlah tentang banyak atau sedikit, melainkan tentang ketulusan hati untuk membantu sesama. Pada kesempatan ini, sebanyak 37 celengan bambu dibagikan kepada para murid.

Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari wali guru SDN Pejagalan 01 kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia atas pendampingan dan kerja sama yang terjalin. Besar harapan ke depannya kegiatan positif ini dapat terus berlanjut, termasuk pembelajaran pembuatan eco enzyme, sehingga benih-benih cinta lingkungan dapat terus tumbuh dalam diri generasi penerus bangsa.

Ruslaini Shijie menjelaskan manfaat berdana melalui celengan bambu : sedikit demi sedikit menjadi besar dan dapat membantu sesama.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Berbagi Kisah Bahagia di Titik Pemilahan Daur Ulang

Berbagi Kisah Bahagia di Titik Pemilahan Daur Ulang

06 Februari 2019

Pelestarian lingkungan yang dilaksanakan 3 hari menjelang Hari Raya Imlek ternyata tidak mengurangi antusias relawan untuk berpartisipasi. Bahkan total relawan berjumlah lebih dari 40 orang. Jumlah itu yang terbanyak semenjak kegiatan pelestarian lingkungan diadakan untuk pertama kalinya di Pasar Sinpasa pada April 2018.

Pelestarian Lingkungan Adalah Untuk Diri Sendiri

Pelestarian Lingkungan Adalah Untuk Diri Sendiri

13 Juni 2022

Relawan komunitas He Qi Utara 2 mengadakan acara gathering penerima bantuan khusus Tzu Chi (Gan En Hu) beserta pendampingnya. Acara gathering ini mensosialisasikan tentang pelestarian lingkungan dan penuangan celengan bambu.

Pelestarian Lingkungan Bagai Mentari Tak Terbenam

Pelestarian Lingkungan Bagai Mentari Tak Terbenam

08 November 2013 Tujuan Tzu Ching singgah di pulau tersebut untuk melakukan pelestarian lingkungan dengan memungut seluruh sampah yang ada ditepi-tepi pantai. Cuaca cukup bersahabat saat itu.
Berbicaralah secukupnya sesuai dengan apa yang perlu disampaikan. Bila ditambah atau dikurangi, semuanya tidak bermanfaat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -