Semangat Bersumbangsih Lewat Donor Darah

Jurnalis : Yuliawati Yohanda (Tzu Chi Tangerang), Fotografer : Vivi Angel, Yuliawati Y (Tzu Chi Tangerang)

Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang bekerja sama dengan PMI Tangerang mengadakan kegiatan donor darah yang rutin diadakan 3 bulan sekali di Kantor He Qi Tangerang.

Pada Sabtu pagi, 3 Desember 2022 relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang (Xie Li Cipondoh) sudah berada di Kantor Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang, Ruko Pinangsia, Karawaci Tangerang. Para relawan yang berjumlah 22 orang juga tampak antusias dan bersemangat untuk menjalankan tugas kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan PMI Tangerang pada hari itu.

Dalam kesempatan ini, relawan yang bertugas maupun tidak juga ikut berpartisipasi sebagai peserta donor darah. Hal ini dilakukan karena karena selain mendonorkan darah untuk menolong sesama, juga merupakan indikator bahwa jika berhasil mendonorkan darah maka kondisi tubuh dalam keadaan sehat.

Kegiatan donor darah ini pun berlangsung dengan tertib dan lancar. Dari total 53 peserta yang mendaftar, sebanyak 6 orang tidak dapat mendonorkan darahnya karena tidak lolos screening kesehatan.

Mailie Liana sedang diperiksa petugas dari PMI Tangerang. Dalam kegiatan ini ia berhasil mendonorkan darah sebanyak 350 cc.

Salah satu peserta yang berhasil mendonorkan darahnya dalam kegiatan ini adalah Mailie Liana (55). Sebelumnya dalam beberapa kesempatan kegiatan donor darah, Mailie selalu gagal karena kadar Hemoglobinnya rendah. Ia pun mengetahui ada kegiatan donor darah di He Qi Tangerang melalui salah satu relawan Tzu Chi.

“Sekarang sudah paham kenapa dahulu sering ditolak. Hemoglobin saya rendah karena kualitas tidur yang buruk. Selain itu juga harus banyak makan sayuran hijau dan kacang-kacangan supaya Hemoglobin dalam kadar normal dan bagus kualitasnya. Setelah donor darah, badan juga terasa segar,” ungkap Mailie.


Sebanyak 53 peserta mendaftar untuk kegiatan donor darah ini. Namun beberapa diantaranya harus mengurungkan niatnya karena belum lolos screening kesehatan.

Selain masyarakat umum, relawan pun ikut menyumbangkan darahnya dalam kegiatan ini seperti yang dilakukan relawan abu putih, Indrawati (48). Meskipun sedang vakum berkegiatan Tzu Chi karena kesibukan dan keluarga, ia pun menyempatkan diri mendonorkan darahnya. Bagi Indrawati ini merupakan donor darah yang ke-31 kalinya.

“Jika tidak sempat ke donor darah di He Qi Tangerang, saya mendonorkan darah dimana saja ada kegiatan. Karena sudah rutin, ya sudah lakukan terus. Motivasinya untuk menolong orang lain,” tutur Indrawati.

Suhanda (kiri), koordinator kegiatan donor darah sedang memasang velbed (tempat tidur portable) untuk kegiatan donor darah.

Kegiatan donor darah yang berjalan dengan tertib dan lancar ini memiliki kesan tersendiri bagi Suhanda, koordinator kegiatan yang baru bergabung menjadi relawan Tzu Chi tahun 2021. Awal ditunjuk menjadi koordinator donor darah, Suhanda sempat merasa bingung. Berkat bimbingan relawan, ia pun menjalankannya dengan sepenuh hati.

“Saya mendapat bimbingan dari Aifen shijie dan Lim Eng Nie shijie serta dibantu oleh relawan-relawan lainnya. Jadi tidak ada halangan bagi relawan baru atau lama disini. Disisi lain juga untuk belajar dan menambah pengalaman,” kata Suhanda bersemangat.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Menggalang Hati Lewat Donor Darah di Tokyo Hub

Menggalang Hati Lewat Donor Darah di Tokyo Hub

07 September 2023

Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Utara 1 menggelar kegiatan donor darah di Tokyo Hub, Apartemen Tokyo Riverside (PIK 2). Sebanyak 63 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan ini.

Donor Darah untuk Sehat Jasmani dan Mental

Donor Darah untuk Sehat Jasmani dan Mental

28 Juli 2022

Relawan dari komunitas Sunter (He qi Pusat) bekerjasama dengan palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan donor darah di RS. Royal Progress Sunter pada Minggu, 24 Juli 2022. Ada 14 orang relawan yang membantu kegiatan donor darah ini.

Sebersit Niat Baik dan Mengenggam Setiap Kesempatan

Sebersit Niat Baik dan Mengenggam Setiap Kesempatan

05 Maret 2015Sehabis operasi, papa membutuhkan  banyak darah," tambahnya. Pendonor berusia 41 tahun itu menceritakan pengalaman pahit kehilangan keluarga terdekat akibat dari keterlambatan pasokan darah. Pengalaman itulah yang mendorong niat dan tekad Rosanna untuk mendonorkan darahnya. “Selama masih diberi kesempatan untuk donor, saya akan terus melakukannya,” ujarnya.
Berbicaralah secukupnya sesuai dengan apa yang perlu disampaikan. Bila ditambah atau dikurangi, semuanya tidak bermanfaat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -