Interaksi hangat antara relawan Tzu Chi dengan anak-anak Rumah Kita YKAKI yang dipenuhi senyum dan tawa.
Tzu Chi Pekanbaru kembali mengadakan kunjungan kasih ke Rumah Kita YKAKI pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kedatangan para relawan disambut hangat oleh anak-anak di sana. Pada kunjungan kali ini, sebanyak tujuh relawan Tzu Chi mengajak anak-anak bernyanyi bersama. Suasana penuh tawa bahagia menghiasi wajah polos anak-anak pejuang kanker tersebut. Ada yang bergantian bernyanyi dengan gembira, ada pula yang asyik bermain bersama teman-temannya.
Maulana, seorang anak berusia 15 tahun, merupakan penderita tumor otak yang baru terdiagnosis sekitar delapan bulan lalu. Sebelumnya, Maulana dikenal sebagai anak yang sehat dan sedang menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren di wilayah Kubu, dekat Bagansiapiapi.
Pada Juni 2025, Maulana mengalami demam dan setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, dokter menyatakan bahwa ia menderita tifus sehingga harus menjalani pengobatan. Setelah demamnya mereda, Maulana diperbolehkan pulang. Namun, sekitar satu minggu kemudian, demam kembali muncul disertai muntah-muntah.
Dari rumah sakit daerah, Maulana kemudian dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru. Melalui pemeriksaan CT scan, dokter menemukan adanya tumor di otak Maulana, sehingga ia harus menjalani perawatan lanjutan.
Maulana yang tetap bersemangat meski menderita tumor otak, bersama ibunya, Nurjannah, dengan limpahan cinta kasih dan harapan agar Maulana segera pulih.
Hingga saat ini, Maulana telah menjalani sebanyak 33 kali radioterapi dan sedang mengikuti program fisioterapi. Kondisi tubuh bagian kirinya mengalami pelemahan, sementara penglihatan pada kedua matanya semakin menurun. Dalam kondisi tersebut, sang ibu, Ibu Nurjannah (36 tahun), menuturkan bahwa Maulana tidak pernah mengeluhkan rasa sakit. Ia tetap menunjukkan ketegaran serta menyimpan harapan besar untuk segera pulih agar dapat kembali ke kampung halaman dan melanjutkan pendidikan di pondok pesantren.
Dengan penuh ketabahan, Ibu Nurjannah menerima kondisi yang dialami anaknya dengan ikhlas. “Semua ini merupakan ujian dari Yang Maha Kuasa yang harus kita jalani,” tuturnya. Ia juga berpesan kepada para ibu lain yang menghadapi situasi serupa agar senantiasa kuat dalam menghadapi cobaan, karena seiring berjalannya waktu, semua akan berlalu.
Dari sosok Maulana, para relawan memetik pelajaran tentang kekuatan, ketegaran, dan semangat hidup. Doa pun dipanjatkan agar Maulana memperoleh penanganan terbaik dari tim medis serta harapan dan cita-citanya dapat terwujud.
Para relawan mengajak anak-anak dan orang tua bernyanyi sambil mempraktikkan isyarat tangan lagu Satu Keluarga.
Boby, selaku koordinator kunjungan kasih, menyampaikan kesan mendalam dari kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan kali ini terasa istimewa baginya karena dapat menyaksikan langsung para orang tua dan anak-anak yang, meskipun sedang menjalani masa pengobatan, tetap menunjukkan keceriaan dengan bernyanyi bersama serta mengikuti gerakan Shouyu Satu Keluarga.
“Mereka juga sangat menerima kedatangan kami. Semangat mereka sangat luar biasa, semoga dengan kunjungan hari ini ke sana, setidaknya bisa menghibur dan memotivasi mereka lebih semangat lagi," ujarnya.
Cinta kasih yang tulus dari para relawan Tzu Chi diharapkan dapat menghadirkan kedamaian dan kebahagiaan bagi anak-anak yang tengah berjuang menjalani pengobatan.
“Yang paling indah di langit adalah bintang-bintang yang berkelap-kelip, yang paling indah di dunia adalah kehangatan cinta kasih.” (Kata Perenungan Master Cheng Yen)
Editor: Khusnul Khotimah