Semangat Para Relawan Tzu Chi Berkontribusi Pada Penyaluran Bantuan Sosial Peduli Covid-19

Jurnalis : Khusnul Khotimah, Fotografer : Khusnul Khotimah

Bantuan Sosial Peduli Covid-19 hingga kini terus disalurkan kepada warga yang secara ekonomi masih terpukul akibat pandemi. Seperti pada Minggu 18 April 2021, sebanyak 1.400 Kepala Keluarga di 85 RT, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang yang menerima paket berupa 10 kilogram beras dan 20 buah masker. 

Sebanyak 1.400 Kepala Keluarga di Kelurahan Dadap, Kosambi, Tangerang menerima paket beras dan masker yang diinisiasi oleh Tzu Chi Indonesia Bersama organisasi lainnya.

Warga yang sebelumnya telah menerima kupon yang dibagikan relawan Tzu Chi dari rumah ke rumah berduyun-duyung datang ke halaman Kantor Kelurahan Dadap. Di sana para relawan sudah siap dengan tugas masing-masing.

Warga yang datang terlebih dulu, tangan mereka disemprot dengan cairan antiseptik. Mereka lalu tinggal menunjukkan kupon, dan relawan langsung memberikan paket bantuan. Bagi warga lansia, mereka terbantu dengan beberapa relawan yang sigap membawakan beras mereka hingga ke area parkir.

Sebanyak Mungkin Bersumbangsih

Herinda (tengah) saat membagikan kupon bagi warga penerima bantuan beras dan masker.

Merupakan sebuah berkah bisa berkontribusi pada penyaluran bantuan ini. Begitu para relawan Tzu Chi memaknai sumbangsih tenaga, juga waktu mereka. Salah satunya Herinda yang hadir saat pembagian kupon maupun pembagian beras.

Di balik keramahan dan kesungguhan Herinda menjalankan tugasnya, sesungguhnya ia tengah menghadapi ujian. Sang anak tengah dirawat di rumah sakit pascaoperasi terkait kanker usus besar.

“Niat saya yang pertama ingin sebanyak mungkin berbuat karma baik. Anak saya lagi sakit keras, saya harap dengan berbuat baik, karma baik saya bisa berbuah demi kebaikan anak saya,” ujarnya di sela-sela membagi kupon pada Sabtu, 17 April 2021.

Pada penyaluran beras, Herinda mendapat tugas sebagai koordinator penyemprotan cairan antiseptik.

Saat membagi kupon tersebut Herinda juga tengah menunggu hasil patologi usus besar anaknya. Sambil membagi kupon, ia juga sambil berdoa agar hasil patologi tersebut bagus.

“Kalau kita mau memetik, kita harus menanam. Makanya saya kalau ada ladang berkah saya selalu kerjakan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Pada penyaluran beras keesokan harinya, Herinda mendapat tanggung jawab sebagai sebagai koordinator penyemprotan tangan warga. Kali ini ia diliputi kebahagiaan dan juga kelegaan.

“Kemarin jam 1 sampai rumah, saya dapat kabar langsung. Saya langsung ditelpon anak saya, ‘Mi kabar gembira, dokter bilang kanker nya itu baru awal-awal sekali. Jadi sudah diangkat sudah tidak masalah lagi.’ Benar kata Master Cheng Yen kalau kita berbuat pasti ada hasil. Kita tidak usah itung-itungan biar yang di atas yang hitung,” ujarnya gembira.

Menggenggam Setiap Kesempatan

Alex Salim bertugas mengecek kupon.

Keinginan yang besar untuk terus berkontribusi dalam kegiatan amal juga dirasakan Alex Salim. Ia sejatinya masih dalam perawatan dokter usai menjalani operasi tahun lalu terkait kanker usus. Setiap bulan Alex harus cek darah, cek fungsi ginjal, cek fungsi hati. Dan dalam setahun ini hasilnya bagus.

Karena sudah divaksin Covid-19, dan selalu menerapkan protokol kesehatan, ia pun hadir untuk bersumbangsih pada penyaluran beras. Ia tidak sendiri, melainkan ditemani sang istri, Ng Siu Tju serta anaknya Benny.

Alex Salim didampingi sang istri Ng Siu Tju, dan anaknya Benny, bersama-sama bersumbangsih pada penyaluran Bantuan Sosial Peduli Covid-19 di Kelurahan Dadap.

Tugas Alex kali ini menyesuaikan dengan kondisi fisiknya yakni mengecek kupon dan menghitung berapa kupon yang sudah terkumpul. Tugas ini bisa dilakukan sembari duduk dan tak secara langsung bertatap muka dengan warga.

“Hari ini kabar baik, bulan baik, kita tahu ini bulan Ramadan. Untuk itu kami datang ke sini untuk bersumbangsih membagikan sembako, karena apa? efek dari Covid-19 ini banyak yang terdampak ekonominya,” terang Alex.

Meski masih dalam perawatan dokter, Alex merasa harus menggunakan kesempatan bersumbangsih dengan sebaik-baiknya.

“Jangan kita lewatkan karena kita tidak tahu apakah hari esok yang duluan datang, atau ketidakkekalan yang duluan datang,” tambahnya.

Sebelum berangkat menuju Kantor Kelurahan Dadap, Usman Sutanto terlebih dulu menyampaikan briefing kepada para relawan.

Ng Siu Tju, sang istri yang duduk di sampingnya membenarkan kalimat Alex. Ia pun merujuk wejangan Master Cheng Yen tentang menggenggam setiap waktu dengan bersumbangsih. Dengan melihat kegembiraan warga penerima bantuan, rasa syukur yang dirasakan Ng Siu Tju dan Alex bertambah dan dapat selalu menghargai berkah. Apalagi keduanya juga ditemani sang anak.

“Bersama anak bisa ikut bersumbangsih di jalan Bodhisatwa ini yang kalau menurut ceramah Master, kita sendiri juga dapat sukacita Dharmanya. Yang membuat keluarga kita lebih bahagia lagi,” pungkasnya.

Penyaluran Bantuan Berlangsung Lancar

Danramil 01/ Teluknaga, Kapten CPM Djalaluddin Putra, hadir dalam penyaluran bantuan ini.

Secara keseluruhan, pembagian 1.400 paket beras dan masker di Kelurahan Dadap berlangsung lancar. Pada pembagian kupon, ada sekitar 45 relawan yang betugas. Sementara pada pembagian beras, ada 40 relawan yang bertugas. Koordinator pembagian beras kali ini, Usman Sutanto, begitu terbantu dengan kekompakan para relawan menyukseskan penyaluran bantuan ini.

“Saya melihat saat pembagian kupon, medannya cukup berat, karena ada 85 RT, 13 RW. Kami harus koordinasikan relawan yang terbatas ini agar bisa tersebar di RT/ RW,” jelasnya. 

Usman juga merasa sangat salut kepada para relawan, termasuk Alex Salim dan Herinda yang begitu bersungguh hati.

“Pada pembagian kupon dan bagi beras memang ada relawan yang dalam kondisi mungkin kurang fit dan anggota keluarganya juga sedang ada masalah, tapi saya lihat relawan kita tetap bisa berkontribusi. Saya lihat mereka penuh ketulusan, tentu juga dengan penuh semangat cinta kasih untuk membantu acara pembagian beras kepada warga yang membutuhkan,” tutur Usman. 

Maryam bersyukur bisa membawa pulang bantuan berupa beras 10 kilogram dan 20 helai masker medis.

Kapten CPM Djalaluddin Putra, Danramil 01/ Teluknaga hadir dalam penyaluran bantuan ini. Dalam sambutannya ia secara khusus mengapresiasi betapa semangatnya para relawan Tzu Chi menjalankan tugasnya.

“Kita bisa lihat saudara-saudara kita(para relawan Tzu Chi) yang jauh tinggalnya tidak di sini, tinggal di Jakarta, di Tangsel, semua berkumpul di sini, karena melihat di daerah sini salah satunya yang sangat terdampak Covid-19,” ujarnya.

Semangat yang ditunjukkan para relawan, tambah Kapten CPM Djalaluddin Putra, seyogyanya menginspirasi warga untuk bangkit dari keterpurukan.

“kita lihat relawan-relawan ini banyak yang sudah berumur, tapi beliau-beliau masih mau seperti ini. Saya berharap kita juga tetap bangkit, pandemi masih ada, terus bekerja, terus berdoa, terus berusaha,” seru Kapten CPM Djalaluddin Putra.

Buduriah yang selama bulan puasa tak berjualan, merasa sangat senang mendapatkan bantuan ini.

Salah seorang warga, Maryam (45) mengaku sangat bersyukur dengan bantuan yang diterima.  “Saya kerja jualan es balok. Dulu terjual 40 balok- 50 balok, sekarang 20 balok selama 3 hari. Saya Alhamdulillah dibagi sembako. Untuk menambah ekonomi. Senang banget,” kata Maryam.

Begitupun Buduriah (51), warga yang berdagang nasi uduk. “Alhamdulillah, di bulan puasa dikasih rejeki, dipakai makan sehari-hari. Puasa saya tidak jualan, jadi makan seadanya,” tuturnya.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Pembagian Beras Cinta Kasih Kepada Warga Yang Membutuhkan

Pembagian Beras Cinta Kasih Kepada Warga Yang Membutuhkan

11 Mei 2021
Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri, relawan Tzu Chi Tebing Tinggi memberikan 1.100 paket beras kepada beberapa komunitas di Tebing Tinggi.
Butiran Beras yang Mengalirkan Cinta Kasih untuk Sesama

Butiran Beras yang Mengalirkan Cinta Kasih untuk Sesama

07 Oktober 2014 Kantor Penghubung Tzu Chi Jambi kini kembali mengadakan acara pembagian beras. pembagian dilakukan di 3 kelurahan seperti, Kelurahan Sungai Asam, Kelurahan Sulanjana dan Kelurahan Budiman. sebanyak 1000 karung beras dibagian ke warga kurang mampu.
Sosialisasi dan Pembagian Beras Cinta Kasih

Sosialisasi dan Pembagian Beras Cinta Kasih

31 Mei 2012 Suster Alexa berterima kasih dan senang atas kunjungan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Ia berkata bahwa ada dua hal utama yang perlu dipahami dan dijalankan oleh anak-anak yaitu pertama yaitu, menghemat air dan yang kedua adalah supaya anak-anak menghargai bantuan orang lain.
Orang bijak dapat menempatkan dirinya sesuai dengan kondisi yang diperlukan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -