Dokter gigi dari Tzu Chi International Medical Association (TIMA) memberikan arahan dan konsultasi kepada pasien setelah pemeriksaan. Pendekatan yang ramah dan penuh perhatian membuat pasien merasa nyaman dalam menyampaikan keluhannya.
Komunitas relawan He Qi Jakarta Barat 3 wilayah Hu Ai Taman Sari mengadakan bakti sosial kesehatan, khususnya untuk para lansia, pada 26 April 2026. Kegiatan ini bertempat di Sekolah Pelita, Kelurahan Duri Utara dan Kelurahan Duri Selatan, sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat lanjut usia. Sebanyak 86 orang mendapatkan pelayanan kesehatan dalam kegiatan baksos ini.
Sejak pagi hari, para relawan telah hadir lebih awal untuk melakukan persiapan. Relawan yang bertugas mengurus konsumsi dengan penuh ketulusan menyiapkan kudapan bagi para dokter dan relawan sebagai penguat tenaga sebelum menjalankan pelayanan. Semua dipersiapkan dengan rapi dan penuh perhatian, sebagai bentuk dukungan agar pelayanan kepada para lansia dapat berjalan lancar.
Kehadiran warga disambut hangat oleh relawan yang sigap membantu proses registrasi. Setiap pasien diberikan nomor antrean, kemudian dipersilakan duduk dengan tertib sebelum dipanggil satu per satu untuk pengisian formulir. Dengan penuh kesabaran, relawan mendampingi para lansia dalam mengisi data, memastikan setiap informasi tercatat dengan baik.

Sejak pagi hari, para lansia telah hadir dan menunggu dengan penuh antusias. Dengan harapan mendapatkan pelayanan kesehatan, mereka mengikuti proses pendaftaran hingga pemeriksaan dengan tertib dan penuh kesabaran.
Setelah proses registrasi, para pasien diarahkan menuju ruang tunggu untuk menantikan pemeriksaan, seperti pengecekan tekanan darah, pengambilan sampel darah, pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Setiap tahapan dilakukan dengan teliti dan penuh perhatian agar kondisi kesehatan lansia dapat diketahui secara menyeluruh.
Usai dari ruang laboratorium, pasien diarahkan menuju pemeriksaan gigi. Dengan pendekatan yang ramah dan menenangkan, dokter gigi melayani para lansia satu per satu, memberikan pemeriksaan serta edukasi ringan mengenai kesehatan gigi dan mulut.
Tim medis International Medical Association (TIMA) juga melakukan pemeriksaan fisik berupa tes kekuatan otot tangan dan kaki. Pemeriksaan ini membantu memberikan gambaran mengenai kondisi kebugaran fisik para lansia. Di meja dokter umum, dokter memberikan pemeriksaan lebih mendalam sekaligus konsultasi kesehatan secara menyeluruh, dengan penuh perhatian terhadap kondisi masing-masing pasien.

Seorang pasien tampak sedang berkonsultasi dengan dokter dalam suasana yang hangat dan penuh perhatian. Dokter dengan teliti melakukan pemeriksaan umum, sambil mendengarkan keluhan pasien untuk memberikan penanganan yang tepat dan menyeluruh.
Tim medis Tzu Chi TIMA juga mengedukasi para lansia untuk menjalankan pola hidup sehat. Selain itu, para lansia diperkenalkan pada nilai-nilai kemanusiaan yang dijalankan oleh Yayasan Tzu Chi. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa ketika para peserta mendengarkan dengan antusias.
Pada tahap akhir, dokter memberikan resep obat untuk diambil langsung di ruang farmasi. Relawan membantu proses pendataan, sementara apoteker menyiapkan obat sesuai resep dokter. Setiap obat diberikan dengan penjelasan yang jelas mengenai cara konsumsinya, sehingga para lansia dapat memahami penggunaannya dengan tepat di rumah.
Setelah seluruh rangkaian selesai, para pasien dipersilakan untuk kembali pulang dengan membawa tidak hanya obat, tetapi juga perhatian, kepedulian, dan kehangatan yang mereka rasakan sepanjang kegiatan.
Relawan yang mengurus konsumsi dengan sigap membagikan makan siang untuk para dokter dan relawan. Peran ini menjadi bentuk dukungan penting agar pelayanan dapat terus berjalan dengan baik.
Di sisi lain, setelah pelayanan di lokasi selesai, relawan yang mengurus konsumsi kembali melanjutkan perannya dengan menyiapkan makan siang bagi para dokter dan relawan yang telah bertugas sejak pagi.
Salah satu pasien lansia, Masnun, mengungkapkan rasa bahagia dan syukur atas kesempatan mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan. “Senang, syukur bisa diperiksa dokter. Relawannya juga ramah-ramah, menemani saya sampai selesai,” ucap Masnun.
Sikap ramah para relawan membuatnya merasa nyaman dan dihargai. Bagi Masnun, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengobatan secara fisik, tetapi juga pengobatan batin yang menghadirkan kebahagiaan dan ketenangan.
Tim medis dan dokter melakukan pemeriksaan langsung kepada pasien lansia dalam kunjungan home visit. Kehadiran mereka menghadirkan kepedulian yang menyentuh hingga ke rumah pasien.
Selain itu, tim medis bersama relawan juga memberikan pelayanan kesehatan kepada dua orang lansia yang tidak dapat hadir karena kondisi fisik yang lemah. Tim medis memeriksa kondisi kesehatan dan memberikan obat sesuai kebutuhan.
Wakil Ketua Yayasan Sekolah Pelita, Yohanes, menyambut bakti sosial kesehatan ini dengan penuh sukacita. “Baksos ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang kurang mampu,” ujar Yohanes. Menurutnya, dalam kegiatan ini para dokter dan relawan tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga perhatian dalam menjaga kesehatan.
“Saya berharap kegiatan kemanusiaan ini dapat berlanjut, memberikan kebaikan yang lebih luas, serta membawa keberkahan bagi semua,” harap Yohanes.
Dalam kunjungan home visit, tim medis dengan penuh kehati-hatian melakukan pemeriksaan darah pada pasien. Meskipun dalam keterbatasan, pelayanan tetap diberikan secara maksimal dan penuh perhatian.
Dokter Justina dari TIMA mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan ini berawal dari perkenalannya dengan Tzu Chi melalui pekerjaannya di Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi. Sejak saat itu, ia terpanggil untuk turut serta dalam berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pada baksos ini, para lansia banyak mengalami penurunan kekuatan otot, tekanan darah tinggi, serta kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat yang tinggi,” jelas dr. Justina.
Menurut dr. Justina, kondisi ini menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan yang berkelanjutan bagi lansia. Ia menganjurkan untuk rutin berjalan kaki, melatih kekuatan otot—khususnya otot paha—serta tetap aktif bersosialisasi. Aktivitas sosial, menurutnya, memiliki peran penting dalam menjaga fungsi kognitif agar tidak cepat menurun.
Editor: Anand Yahya